26.3 C
Jakarta
Array

Ngaji Tafsir Qs Al-Hijr [15]: 97-99

Artikel Trending

Ngaji Tafsir Qs Al-Hijr : 97-99
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Ngaji Tafsir Qs Al-Hijr [15]: 97-99

(Kajian Tafsir Tahlîlî)

وَلَقَدْنَعْلَمُأَنَّكَيَضِيقُصَدْرُكَبِمَايَقُولُونَ (97) فَسَبِّحْبِحَمْدِرَبِّكَوَكُنْمِنَالسَّاجِدِينَ (98) وَاعْبُدْرَبَّكَحَتَّىيَأْتِيَكَالْيَقِينُ (99)

Sungguh kami mengetahui bahwa engkau merasa sempit dadamu sebab apa yang mereka katakan. Bertasbih dan pujilah Tuhanmu serta berkumpullah dengan orang-orang yang sujud. Beribadahlah kepada Tuhanmu hingga ajal yang diyakini datang. QS AL-HIJR [15]: 97-99

Kehidupan  manusia selalu tidak lepas dari problematika yang pelik. Baik problem pribadi maupun problem bersama.Masalah-masalah itupun datang tak diundang dan disangka-sangka, bahkan bisamembuat mereka buta ataupun picik. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh orang-orang kecil, orang besarpun tak luput dirundung oleh masalah. Bahkan boleh jadi masalah-masalah orang besar pun juga besar. Yang kaya selalu memikirkan kekayaannya, yang berkuasa selalu disibukkan oleh kekuasaannya.

Manusia sekaliber Nabi Muhammad saw pun pernah mencicipi pahitnya suatu masalah. Beliau saw dicacimaki, disakiti, dibenci, hingga tidak diyakini kalau beliau itu seorangnabiutusan Allah swt. Bahkan ketika beliau berdakwah ke kota Taifbukannya beliau saw disambut, malah disambit, tetapi beliau tidak sambat. Semua itu itu beliau saw jalani dengan sabar (shabrun jamîl) yang bemakna bersabar tanpa mengeluh. Akan tetapi Nabi sawitu juga manusiabiasa. Beliaupun jugapernah merasakan kesumpekan. Ketika Rasulullah saw mengalami masa-masa sulit, Allah swt memerintahkannya untuk bertasbih dan memuji kepada-Nya. Kemudian Allahswt juga menganjurkan Nabi saw untuk bersujud kepadanya yakni dengan melakukan shalat.

Tasbih, tahmid, dan shalat merupakan obat bagi kesumpekan dan kesedihan yang melanda, serta menjadi solusi dalam menghadapi aneka masalah. Dzikir merupakan penenang hati dari berbagai kegalauan. Terutama jika masalah menimpa. Karena dzikir merupakan pujian terhadap Allah swt yang bisa menarik rahmat-Nya, bahkan bisa jadiwasilah menuju kecintaan-Nya. Terutama dua kata tasbih dan tahmid. Diriwayatkan dari Abu Hurairahdalam Shahîhal-Bukhârî,Shahîh Muslim,Sunan al-Tirmidzî dan Sunan al-Nasa’i:

« كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ على اللَّسان ، ثَقِيْلَتَانِ فِي المِيْزَانِ ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمٰنِ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ »

Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan namun berat timbangannya kelak di hari kiamat. Dua kali matimu sangat disukai oleh Allah Sang Maha Pengasih yakni: Subhânallâh wa bihamdih Subhânallâh al-ʻAdzîm.

Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi saw jikadirundung suatu masalah beliau memohon pertolongan kepada Allah swt dengan shalat. Hadits ini mengindikasikan bahwa shalat menjadi solusi dari segala masalah. Sudah seharusnya seorang hamba mengadukan semua masalahnya kepada Allah swt melalui media shalatbukanmalahmengeluhmelalui media sosial. Yang mana shalat mencakup semua dzikir termasuk tasbih dan tahmid.

Kemudian Allah swt menyebutkan sujud yang bermakna shalat karena sujud termasuk bagian darinya. Selainitu juga karena sujud merupakan posisi yang paling dekat bagi seorang hamba dengan Tuhannya swt. Ketika posisi itu sangat dianjurkan untuk banyak berdoa dan mengadukan semua masalah.Olehkarena itu dalam suatu riwayat Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad dari sahabat Abu Hurairah disebutkan:

« أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ »

Posisi terdekat seorang hamba denganTuhannya adalah ketika ia sujud. Maka perbanyaklah doa saat itu.

Agar tidak terlalu pusing dalam menghadapi masalah kita harus konsisten beribadah sampai malaikat maut menjemput. Karena keberadaan kita di dunia ini tidak lain hanya untuk beribadah dan mengabdi kepada Dzat Yang Maha Kuasa swt. Sebagaimana dalam riwayat al-Hakim darisahabar Abu Dzar al-Ghifari:

« مَا أُوْحِيَ إِلَيَّ أَنْ أَكُوْنَ تَاجِراً وَلَا أَجْمَعَ المَالَ مُتَكَاثِراً ، وَلَكِنْ أُوْحِيَ إِلَيَّ : أَنْ سَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِيْنَ ، وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِيْنُ »

Aku diberi wahyu bukan untuk menjadi pedagang maupun menimbun harta sebanyak-banyaknya. Akan tetapi aku diberi wahyu untuk bertasbih dan bertahmid serta menjadi orang-orang yang senantiasa bersujud menyembah Tuhan hingga ajal menjemput. [Ali Fitriana]

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru