26.3 C
Jakarta
Array

Nasionalisme Burung-Burung

Artikel Trending

Nasionalisme Burung-Burung
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Nasionalisme Burung-Burung

Oleh: Emha Ainun Nadjib*

Nasionalisme bukanlah tali ikatan antara satu jenis burung yang membedakan diri dari jenis-jenis burung lain.

Nasionalisme adalah persentuhan getaran hati nurani seluruh burung-burung, seluruh burung-burung.

Nasionalisme bukanlah pada wilayah hutan belantara di mana burung-burung boleh hinggap dan berterbangan.

Nasionalisme adalah kesepakatan antara semua jenis burung tentang bagaimana memelihara hutan yang indah dan sehat bagi kehidupan setiap burung, setiap burung.

Nasionalisme bukanlah burung yang dibikinkan sangkar oleh tuannya, yang dinaikkan ke puncak tiang di pagi hari kemudian diturunkan dan dimasukkan ke kandang di senja hari.

Nasionalisme adalah burung tanpa sangkar, adalah burung di angkasa bebas, yang dari kebebasan itu hati dan kesadarannya belajar memahami dan merancang sangkarnya sendiri.

Nasionalisme bukanlah burung-burung sangkar bambu yang tunduk menghormat burung sangkar emas, atau burung sangkar emas meludahi burung sangkar bambu.

Nasionalisme adalah burung sangkar langit, burung sangkar alam semesta, burung sangkar jagat yang tak dibatasi oleh garis kepentingan kelas-kelas burung oleh egoisme dan monopoli sejenis burung atas burung yang lain.

Nasionalisme bukanlah burung-burung tawanan yang dijatah makan minumnya pagi dan sore, serta ditentukan apa yang boleh dimakannya dan apa yang tak boleh diminumnya.

Nasionalisme adalah pemberian peluang dan pengakuan bahwa burung-burung mengerti apa yang berhak dimakannya dan apa yang terlarang untuk diminumnya; berbeda dengan jenis hewan lain misalnya yang bernama manusia.

Nasionalisme burung-burung tidak punya Tuan, nasionalisme burung-burung hanya punya Tuhan.

Nasionalisme burung-burung tak bersedia dipunyai oleh Tuan, nasionalisme burung-burung hanya bersedia dipunyai oleh Tuhan.

Sebab jika Tuan memilikinya, ia tak boleh memiliki Tuannya, tapi jika Tuhan memilikinya, itu berarti ia juga memiliki Tuhannya.

Sebab Tuhan memiliki hak untuk menjadi diktator, untuk menindas dan memperbudak namun Ia tak melakukannya; sedangkan para Tuan tak memiliki kewenangan untuk menjadi diktator, untuk menindas dan memperbudak namun mereka rajin melakukannya.

Nasionalisme burung-burung tidak mempersoalkan di sarang pepohonan apa telurnya menetas, oleh akrena itu segenap burung-burung di muka bumi mencicir-cicit apabila ada jenis binatang tertentu yang menebang pohon-pohon sehingga mereka kehilangan tempat untuk membuat sarang.

Nasionalisme burung-burung tidak mempersoalkan apa warna telur mereka berbentuk bulat atau lonjong, oleh karena itu segenap burung-burung di muka bumi mendongakkan paruh-paruh mereka apabila ada jenis binarang tertentu yang menyeragamkan bentuk telur mereka.

Nasionalisme burung-burung tidak mempersoalkan apa warna bulu atau berapa besar tubuh mereka, oleh karena segenap burung-burung di muka bumi mengepakkan sayap-sayap mereka apabila ada jenis binatang tertentu yang memangkas bulu-bulu mereka dan membonsai tubuh-tubuh mereka.

Nasionalisme burung-burung adalah negeri cinta kasih yang dibatasi oleh cakrawala dan biru langit, sungai, gunung-gunung, hutan, samudra, dan pulau-pulau hanyalah torehan garis dan warna-warni dalam kanvas lagu pujaan mereka kepada Tuhan.

Nasionalisme burung-burung adalah kesepakatan untuk menjaga kemerdekaan bagi seluruh anak alam; negara burung-burung adalah pembagian tempat untuk saling memerdekakan satu sama lain.

Jika burung-burung rajawali, burung-burung hantu serta burung-burung raksasa lainnya bergerombol untuk mematuki burung-burung kecil dan merampas jatah-jatah makan minum dan kemerdekaan mereka: maka jagat cinta kasih terbelah menjadi dua negeri. Yang satu negeri para penindas, lainya negeri para tertindas.

Nasionalisme burung-burung terluka dan meneteskan darah, karena seluruh burung-burung kecil di mana saja di permukaan bumi, terjaring menjadi satu negara yang tergetar hati nuraninya.

* Budayawan, tinggal di Yogyakarta

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel SebelumnyaSilsilah Nasab Nabi Muhammad SAW (1)
Artikel SelanjutnyaIlusi Negara Islam

Artikel Terkait

Artikel Terbaru