30 C
Jakarta

Nasaruddin Umar: Jihad itu Menghidupkan, bukan Mematikan

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Bukan sesuatu yang baru dalam hidup manusia terdengar sebutan jihad. Banyak bertebaran di dalam Al-Qur’an, bahkan Sunnah Nabi Muhammad Saw. perintah untuk berjihad. Maksudnya, jihad merupakan perintah Tuhan kepada manusia, termasuk kepada para utusan-Nya. Jihad itu adalah perbuatan yang positif yang mengantar pelakunya meraih kemuliaan, baik dunia maupun di akhirat.

Sayangnya, jihad seringkali dipelintirkan maknanya kepada aksi-aksi kekerasan berwajah terorisme. Sehingga, jihad yang pada mulanya positif berganti menjadi negatif. Prof. Nasaruddin Umar menyebutkan, bahwa jihad merupakan rangkaian dari tiga istilah yang saling kait-berkait. Ada kata jihad yang menunjuk jihad fisik. Ada lagi istilah ijtihad yang mengisyaratkan jihad pikiran. Ada pula mujahadah yang dipahami dengan jihad hati. Fisik, pikiran, dan hati merupakan tiga ciptaan Tuhan yang beriringan dalam menjalankan perintah jihad ini.

Jihad yang positif ini akan menjadi negatif, sebut Nasaruddin Umar, bila jihad itu dibawa kepada sesuatu yang negatif. Jihad yang negatif sesungguhnya bukanlah jihad, tetapi gejolak hawa nafsu yang berpotensi mengantarkan manusia melakukan sesuatu yang dilarang oleh agama. Sebut saja, aksi-aksi terorisme yang meresahkan jutaan orang di penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Isu terorisme menghadirkan kesan yang negatif terhadap agama Islam sendiri yang memerintahkan jihad.

Jihad, lanjut Nasaruddin Umar, selalu dibarengi dengan perbuatan yang positif. Perbuatan yang dimaksud bersikeras mengantarkan sang pelaku bersikap yang baik terhadap seluruh makhluk di muka bumi, termasuk kepada sesama manusia. Jihad ini memberikan solusi untuk memperbaiki manusia dari jalan yang sesat menuju jalan yang penuh dengan petunjuk. Tentunya, jihad ini juga dilakukan dengan cara-cara yang lemah lembut disertai dengan cinta kasih. Karena, Islam adalah agama cinta yang merangkul semua manusia, sekalipun mereka berbeda keyakinan.

Islam dihadirkan bukan untuk menebar kekerasan dan paksaan. Islam datang membawa pesan perdamaian di tengah-tengah manusia. Islam tidak hanya diperuntukkan untuk orang yang beragama Islam saja, tetapi diperuntukkan bagi semua manusia. Tidak heran, bila Islam sangat melarang mencela balik orang yang punya keyakinan berbeda yang mencela kita. Hendaknya, kita memperlakukan mereka dengan lemah lembut, sehingga mampu menggugah hati mereka.

Jihad, kata Nasaruddin Umar, bukan seperti terorisme yang membuat dan menambah persoalan. Jihad yang sesungguhnya itu menyelesaikan persoalan. Jihad semacam ini persis sama dengan argumentasi Emha Ainun Najib saat memahami esensi dari Islam itu sendiri. Katanya, Islam itu bukan melulu soal ibadah shalat dan puasa. Tetapi, Islam itu bisa kita eskpresikan dalam bentuk menyelamatkan tanah, manusia, dan seterusnya. Karena, motivasi “menyelamatkan” ini adalah esensi dari Islam. Hal ini berbeda dengan aksi-aksi terorisme yang bukan menyelamatkan, tetapi malah menghancurkan.

Lebih dari itu, Nasaruddin Umar menekankan, bahwa jihad itu menghidupkan, bukan mematikan. Menghidupkan di sini dapat dipahami dengan membangkitkan sesuatu yang terpuruk, menyelamatkan seseorang yang tersesat, mengembangkan tanah yang mati, dan seterusnya. Jihad tidak benar dibatasi dengan peperangan melawan orang yang berbeda pemikiran dengan kita yang muslim. Islam tidak mempersoalkan agama dan keyakinan seseorang. Bahkan, Syekh Ali Jaber berpesan, tidak perlu menghakimi keyakinan seseorang yang berbeda dengan kita, karena dikhawatirkan ilmu kita terbatas sehingga tidak mampu menjangkau kebenaran yang ada dalam diri orang yang kita hakimi.

Sebagai penutup, jihad yang disampaikan oleh Nasaruddin Umar adalah jihad yang diespresikan dengan cara-cara yang positif, sehingga jihad ini menghidupkan, bukan mematikan. Jihad yang menghidupkan akan selalu menghadirkan dampak yang positif dan menghadirkan kesan yang positif pula. Jihad yang semacam ini yang diinginkan oleh agama Islam. Sebaliknya, jihad yang dilakukan kelompok teroris itu bukan jihad, tetapi tindakan kekerasan yang dibarengi dengan hawa nafsu.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muhammad Rizieq Shihab, Quraish Shihab, dan Habib Lutfi

Muhammad Rizieq Shihab semakin viral. Sejak kembalinya dari Arab Saudi, sampai penjemputan, perayaan Maulid Nabi, hingga perayaan nikah anaknya menjadi tilikan banyak orang. Bahkan...

Organisasi Mahasiswa Riau Gelar Aksi Tolak Radikalisme

harakatuna.com. Pekanbaru - Sebanyak 41 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi mahasiswa Riau menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (23/11/2020). Dalam aksi...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ulama Austria Minta Aparat Tak Kaitkan Terorisme dengan Agama

Harakatuna.com. WINA -- Saat rasialisme dan diskriminasi terhadap Muslim di Austria melonjak, ulama di negara Eropa memperingatkan pihak berwenang tidak mengaitkan terorisme dengan agama apa pun. Setelah...

Jangan Mudah Menuduh Orang Lain Dengan Sebutan Lonte

Kata lonte dalam tradisi masyarakat Indonesia adalah bermakna kasar. Yaitu bermakna sebagai pezina ataupun pelacur. Kata lonte ini kembali viral di media sosial karena...

Lumpuhkan Radikalisme, Munas MUI Usung Tema Islam Wasathiyah

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyampaikan pidato dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-19 di Hotel Sultan,...

Munas MUI ke-X; Saatnya MUI Kembali ke Khittah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah melaksanakan pemilihan Ketua Umum MUI baru periode 2020-2025. Pemilihan dilaksanakan pada Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-10 di Hotel Sultan,...