24.9 C
Jakarta

Nadia, Adel, dan Hanum (Bagian XXV)

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Apa Itu MaʻRûf dan Apa Itu Munkar

Kedua kata maʻrûf dan munkar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Kemudian keduanya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penulisan keduanya dalam Kamus...

Menjelang siang, perpustakaan menjadi bilik kedua. Berhari-hari terdekam di dalam perpustakaan pesantren. Belum ada kesempatan berkumpul bersama Nadia, Adel, dan Hanum. Ingin rasanya ngopi di kafe pesantren dengan harga murah dan meriah. Maklum, kafe selalu menyediakan produk dengan harga yang bersahabat dengan uang saku santri.

Diva belum beranjak dari perpustakaan, sekalipun menjelang makan siang. Adel dan Hanum mencari sana-sini. Mereka bertiga makan bersama di pesantren karena masaknya bareng. “Diva ada di mana ya?” tanya Adel. Hanum pun bingung.

Biasanya Diva duduk di beranda bilik atau stay di kamar, kendati seharian. Karena, dua tempat ini, kata Diva, menelurkan imajinasi menarik sehingga tulisannya terkesan menarik dibaca orang.

Adel dan Hanum bersabar menunggu di beranda bilik Diva. Masing-masing mengomel, karena Diva belum terlihat batang hidungnya. Inginya langsung menyantap makan yang sudah masak, tapi rasanya kurang sempurna tanpa seorang teman. Perut menjerit. “Makan yuk!” Hanum ajak Adel yang dari tadi bermuka kusut nan kesal.

“Diva?” Adel merasa kasihan makan siang tanpa Diva.

“Mau nunggu sampai kapan? Sebentar lagi bel berbunyi, waktunya shalat jamaah Zuhur. Mau nunggu Diva sampai selesai shalat?” Hanum bersungut-sungut.

“Okey dah. Sisain aja buat Diva.”

“Benar.”

Adel dan Hanum langsung bergegas ke dapur di belakang bilik pesantren. Nasi yang sudah masak mengundang nafsu makan, apalagi lauknya orek, urap, dan telur dadar. Lidah mulai blingsatan merasakan lezatnya makan, padahal belum mencicipi. Hasil masak sendiri rasanya lebih enak, sekalipun menunya sederhana.

Diambillah nampan besar yang memuat hampir lima orang, bahkan lebih. Disendok nasi dan ditakar di atas nampan. Ditaburkan aneka lauk. Lezat!

“Oy,” panggil Diva dari jarak yang tidak begitu jauh. Terdekap buku-buku perpustakaan.

“Div,” desis Adel kemudian diikuti Hanum. Mata mereka melotot.

Diva berjalan dan berlari ke tempat mereka berdua yang kelihatan sibuk menyiapkan makan siang.

“Maaf ya!” Diva merasa bersalah tidak mengabari sahabatnya karena keasyikan di perpustakaan.

Suasana jadi berubah. Tak ada kata-kata yang terucap. “Div, ke mana aja sih?” Adel mengungkapkan rasa kesalnya.

“Kita berdua menunggu kamu dari tadi.” Hanum juga menuangkan rasa muak yang naik ke ujung kepala.

“Maaf, temen-temen!” Diva minta maaf yang kedua kalinya.

Sendok yang dipegang Adel diambilnya kemudian Diva ikut membantu. Suasana jadi sunyi. Tak ada kata yang terucap.

“Hore, kenak prank.” Hanum dan Adel ketawa. Sekarang Diva merasa kesal.

“Memang kita kesel tadi, Div, karena nunggu kamu nggak datang. Tapi, aku mau nge-prank kamu.”

Adel dan Hanum memang teman yang suka usil, tapi nyenengin. Tingkah mereka sulit ditebak.

“Awas ya! Tunggu prank-ku.” Diva membela diri.

“Makan dulu yuk. Kita kan sahabat. Tidak boleh ada pertengkaran. Kita harus happy bersama.”

“Kalo lapar?” canda Adel.

“Makan bersama.”

“Halah, tadi aja udah menggerutu.”

“Udah-udah, ayuk doa dulu sebelum makan.” Diva memotong keseruan mereka yang suka beradu mulut kayak Tom dan Jerry.

Pesantren mengajarkan santrinya untuk hidup mandiri. Apa pun aktivitasnya harus dilakukan sendiri, termasuk masak nasi dan lauk sendiri. Selain itu, pesantren tidak menyediakan laundry. Semua santri harus mencuci sendiri. Banyak pakaian terkatung-karung di tempat penjemuran. Pesantren mengharapkan setelah pulang ke masyarakat lulusan pesantren tidak merepotkan orang lain, termasuk orangtuanya sendiri. Kafe pesantren memang menyediakan makanan dan minuman. Santri biasanya mengonsumsi menu kafe saat baru “kiriman”, karena uang saku lagi tebal. Tapi, rata-rata santri masak sendiri, karena lebih menghemat keuangan. Setiap uang saku yang dikirim orangtua setiap setengah bulan atau satu bulan sebagian disimpan untuk masa depan yang masih panjang dan separuhnya untuk kebutuhan beli buku atau snack.

* Tulisan ini diambil dari buku novel “Mengintip Senja Berdua” yang ditulis oleh Khalilullah

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ustadz Maaher dan Tren Ceramah Hinaan

Ustadz Maaher at-Thuwailibi, sebutan ustadz milenial dengan nama lengkap Soni Eranata yang memiliki banyak followers, mulai dari Instagram, Twitter bahkan Facebook. Ini baik, sebab...

Memanas, Iran Akan Serang Pangkalan Israel di Luar Negeri

TEL AVIV - Rezim Zionis Israel mulai khawatir bahwa kepentingan pangkalan Israel di luar negeri akan jadi target yang diserang Iran. Kekhawatiran muncul setelah...

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...

Islam Otentik Menolak Separatisme

Usaha membendung arus separatisme dan radikalisme  tidak bisa dilakukan hanya dengan menolak paham separatisme radikal atau menangkap pelaku teror. Melainkan memerlukan sebuah aksi pemerintah...