24.5 C
Jakarta

Mudahkah Umat Islam Menghadapi Corona?

Artikel Trending

Kegiatan ibadah umat Islam tetap diselenggarakan dan akan berjalan selayaknya sehari-hari walaupun di tengah eksisnya sebuah pandemi virus Corona. Hal itu berbanding lurus dengan wacana dari pemerintah tentang istilah asing yang sedang populer saat ini yaitu ‘new normal life’ atau ‘kehidupan normal yang baru’.

Secara tersirat, itu memberi kesan bahwa sampai saat ini, tidak ada yang perlu dipersoalkan ketika melakukan rutinitas ibadah sehari-hari. Intinya tidak ada satupun nuansa yang mengubah kadar keimanan dan ketakwaan seseorang. Karena letak kekebalan iman dan takwa tergantung pada pribadi masing-masing.

Riil dikatakan kalau Islam selama ini telah didukung dengan tuntunan yang mutakhir yaitu al-Qur’an, as-Sunnah, serta pendapat para ulama kontemporer demi menjawab tantangan zaman. Tuntunan itu bahkan mampu dijadikan acuan pada situasi apapun. Apalagi pada era paceklik sekarang ini karena kehadiran si virus kecil Corona.

Sedari awal telah ada pembahasan virus atau wabah dari masa lampau. Bahkan, para pemikir Islam sudah mengenali sabda Rasul yang satu ini, sabda tentang wabah yang sudah awet sejak beribu abad lamanya melalui hadits yang diriwayatkan Imam Muslim melalui Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya penyakit (wabah) ini adalah yang pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum kalian. Setelah itu, wabah tersebut tetap berada di bumi. Suatu saat ia akan menghilang dan akan datang. Barangsiapa di antara kalian mengetahui bahwa di suatu wilayah sedang terjangkit suatu wabah penyakit, maka janganlah ia datang ke sana. Sebaliknya, barangsiapa di antara kalian sedang berada di wilayah yang terkena wabah, maka janganlah ia pindah dari wilayah tersebut (agar wabah itu tidak menjalar dan menyebar ke wilayah lain).

Dengan adanya sabda tersebut tentu kondisi seperti ini justru tidak mengejutkan, sebab dari dulu Islam sudah mengatur semuanya. Karena Islam punya histori kehidupan yang gemilang dan maju dalam berbagai aspek. Peradaban Islam memiliki hal-hal spektakuler dan unik yang belum dimiliki oleh peradaban lainnya. Seperti yang telah diketahui bersama bahwasanya selama 23 tahun seseorang telah membawa manusia menuju gaya hidup, pemikiran, dan tabiat serta sistem baru yang diperuntukkan secara universal bagi kehidupan di bumi.

Seseorang itu adalah baginda Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang selalu memberi pengarahan, pembinaan, pendidikan serta pengajaran baru kepada pengikutnya sehingga Islam mampu mencapai puncak tertinggi yang belum pernah diraih oleh umat manapun. Peradaban bumi saat itu hanyalah berada pada genggaman Islam yang kian terus menguat sampai berabad-abad.

BACA JUGA  Pesantren Berjaya, Radikalisme Tak Berdaya

Itulah fakta Islam tempo dulu, namun sekarang Islam serempak mengatakan bahwa “semua hanya tinggal kenangan”. Terlihat keberadaan umat Islam sekarang ini khusus di tahun 2020 sedang berada pada zona potensial yang mengarahkan pada keterpurukan dan kemerosotan umat, tanpa memiliki daya, wibawa, serta kuasa.

Seperti yang terlihat dalam berbagai fenomena di beberapa negara seperti di Afrika Tengah, Gaza, India, Uyghur serta Suriah. Sungguh pemandangan yang menyayat hati. Adapun yang sedang mengalami hal demikian tidak betul-betul merasakan kebebasan dari apapun apalagi ditengah pandemi Corona.

BACA JUGA  Perempuan dalam Pengaruh Radikalisme-Terorisme

Dari beberapa fakta fenomena pelik tersebut dapat terlihat dengan pasti bahwa umat Islam saat ini dikategorikan menjadi dua untuk menghadapi wabah yang sedang berlangsung yakni ada si kuat dan si lemah. Si kuat yang kokoh dari dalam diri yakni dengan keimanan dan ketakwaan pada kadar yang tinggi serta dari luar pada kondisi lingkungan dan orang sekitar yang bagus.

Sedangkan si lemah yang rapuh juga dari dalam diri yakni dengan keimanan dan ketakwaan juga namun pada kadar yang rendah, adapula yang dari luar dengan kondisi lingkungan dan orang sekitar yang tidak bagus.

Dengan demikian penentu yang memutuskan Islam dapat melewati era Corona ini dengan mudah adalah pribadi umat Islam itu sendiri. Umat Islam perlu melakukan hubungan intens dengan Allah dan Rasul-Nya serta sukarela menengok sejarah kehidupan Islam mengenai berbagai aspek dalam kehidupan. Karena dari sejarah-lah muslim belajar menjadi pribadi yang ideal bahkan dapat menyesuaikan kisah-kisah dahulu dengan sekarang.

Apabila pribadi muslim itu sendiri mampu memelihara kelebihan dan menyingkirkan kekurangan maka peluang besar tidak terdapat nuansa kesulitan, yang ada hanya kemudahan. Apalagi Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 139 yang artinya- “Dan janganlah kalian merasa rendah, dan jangan merasa sedih, karena kalian adalah orang-orang yang menang, bila kalian benar-benar beriman.

Keyakinan Islam dapat mengindahkan kehidupan bahkan pada situasi dan kondisi apapun. Baik itu tempo dulu maupun sekarang, Islam mampu mendinamisir berbagai aspek sesuai keadaan zaman untuk memudahkan umat Islam dengan berorientasikan kepada syari’at.

Nisfu Kurniyatillah, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru