Moralitas Untuk Kejayaan Islam


0
22 shares

Dalam rentetan sejarah dunia, Islam memang pernah berjaya menguasai dunia, Islam pernah menjadi rujukan dunia dalam segala aspeknya, dimulai dari teknologi, sains, seni. Pada saat itu Islam dimanapun berada akan menciptakan peradaban yang unggul, hal ini dikarenakan tatanan perilaku dan akhlak Islam menjadi tumpuan utamanya. Peradaban Islam kala itu itu dibangun dengan mengedepankan akhlak, akhlak menjadi pondasi utama membangun peradaban, entah itu bagi orang muslim, ataupun non muslim.

Islam memang lahir ditanah Arab, yaitu ketika diutusnya Nabi Muhammad, akan tetapi bukan berarti Islam itu untuk bangsa Arab saja. Islam lahir di Arab Untuk peradaban dunia. Perlu diketahui bahwa Islam adalah seperangkat nilai, norma dan ajaran yang diperuntukan untuk kebaikan umat manusia dibumi. Oleh karenanya Nilai-nilai dan ajaran yang dibawa Islam adalah nilai yang universal, seperti keimanan, keadilan, persamaan. Walaupun nilai-nilai tersebut dalam wadah dan bentuk yang berbeda sesuai tempat dan zamanya.

Peradaban Islam yang unggul pernah dicontohkan oleh para pendahulu kita, tepatnya pada abad pertengahan. Dimana Islam benar-benar menjadi inspirasi bagi setiap warga dunia untuk bermunafasah atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Islam pada abad ini menjadi peradaban yang unggul dan disegani dunia. Tak pelak dari sinilah muncul para sarjana Islam terkemuka dalam berbagai bidang. Seperti Ibnu Rusyd dalam bidang filsafat, Al-khawarismi dalam bidang matematika, Ibnu Sina dalam bidang kedokteran.

Pada abad ini, ternyata peradaban Islam yang dibangun oleh para sarjana tersebut menemukan suatu sistem tatanan pemerintahan yang berbentuk khilafah. Sistem khilafah pada dasarnya adalah sistem yang dibangun untuk memakmurkan bumi. Tujuan utama sistem tersebut adalah menyuruh manusia menciptakan kesejahteraan di muka bumi ini sebagai perwujudan dari wakil tuhan di bumi. khilafah adalah sistem perwujudan Islam yang paling tepat pada saat itu, yaitu pada abad pertengahan. 

Pada abad-abad berikutnya tatanan dunia mengalami perubahan, tibalah pada tatanan dunia zaman national-State, dimana tatanan dunia terbagi dalam bangsa-bangsa yang merdeka dan berdaulat, dimana setiap bangsa didunia mendirikan dan membangun negaranya berdasarkan ijtihad para pendirinya. Hal demikian membuat khilafah yang pernah diterapkan pada abad pertengahan sudah tidak menemukan kemaslahatanya. Sistem terbaik untuk dunia pada era National-State salah satunya adalah demokrasi, Seperti yang diterapkan di Indonesia dan Mesir, ataupun sistem wilayatul fakih yang diterapkan di Iran, ataupun sistem monarki yang diterapkan di Arab Saudi.

Walaupun sistem untuk tatanan dunia berbeda-beda sesuai dengan ijtihad ulama di masing-masing bangsanya, akan tetapi nilai Islam selalu menjadi tumpuan dalam membangun peradabannya. Penyesuain sistem ini sesuai tempat dan zamanya menunjukan bahwa Islam adalah agama yang maslahah untuk setiap zamam dan mashlahah dimanapun berada. 

Semua sistem yang dibangun setiap bangsa tersebut menunjukan sistem khilafahnya masing-masing, hal ini kalau diartikan bahwa khilafah adalah suatu sistem sebagai perwujadan wakil tuhan untuk mengatur dan memakmurkan bumi. Sebagaimana contoh Pancasila adalah sistem khalifah terbaik untuk bangsa Indonesia. 

Yang dijunjung Islam adalah termanifestasinya nilai-nilai Islam dalam setiap lini kehidupan. Islam tidak memutlakan satu sistem tertentu, bahkan dalam salah satu essainya Gusdur pernah mempertanyakan adakah sistem pemerintah Islam? ternyata Gusdur tidak menemukan sistem pemerintah Islam. Baik tinjauan Quran dan Sunah, Islam tidak mempunyai system baku untuk pemerintahan, akan tetapi Islam memberikan dasar-dasar nilai yang harus ada dalam system pemerintah tersebut seperti nilai keadilan, kesetaraan, persamaan hak. jadi apapun system pemerintahan yang dibangun asalkan selalu mengacu kepada nilai-nilai universal Islam maka dapat dikatakan bahwa system tersebut adalah system yang islami.

Dari pengertian ini maka dapat disimpulkan bahwa system yang terbaik untuk membangun kembali peradaban dunia, khususnya Islam adalah system yang selalu mengedepankan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai Islam ini dapat dimanifestasikan dalam setiap akhlak dan perilaku warganya. Jadi upaya yang paling tepat untuk mengembalikan kejayaan Islam adalah dengan memperjuang nilai-nilai Islam keseluruh dunia, yang dikedepankan adalah nilai dan akhlak Islamnya bukan identitas Islamnya. 

Menurut Caknun, orang Islam sekarang ini banyak mengedepankan identitas Islam, bukan mengedepankan nilai-nilai Islam, banyak orang yang terjebak pada identitas Islam padahal perilakunya sangat jauh dari ajaran Islam. Hal seperti inilah yang akan merusak citra Islam itu sendiri. Seringkali orang beranggapan dan terjebak bahwa yang bersorban itu lebih islami dari pada yang memakai blankon, orang yang berjubah itu lebih islami daripada yang memakai batik, hal inilah yang sangat berbahaya karena yang dikedepankan adalah identitas bukan nilainya. Keislaman itu tidak dilihat dari aspek identitas yang tampak saja.

Jadi yang dimaksud Islam menguasi dunia, Islam Berjaya di dunia untuk zaman sekarang adalah tersebarnya dan diberlakukanya nilai-nilai Islam di seluruh dunia bukan menyebarkan identitas Islam keseluruh dunia. Hal yang seperti inilah menurut hemat penulis sesuai apa yang disabdakan Nabi, bahwa beliau diutus kemuka bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. bukankah Tersebarnya nilai-nilai Islam dan memberlakukan akhlak Islam keseluruh dunia merupakan misi diutusnya nabi ke bumi..? inilah yang harus diperjuangkan kawan.

Baca Juga:  Bakti Anak Menafikan Jarak

Like it? Share with your friends!

0
22 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka