24.9 C
Jakarta
Array

Menyingkap Makna Bismillah Dalam Al-Qur’an (4)

Artikel Trending

Menyingkap Makna Bismillah Dalam Al-Qur’an (4)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Menyingkap makna Bismillah memang tidak ada habisnya. Kedalaman kandungannya sudah tidak diperselisihkan lagi oleh para pakar al-Quran. Setelah sebelumnya membahas secara khusus term ism, kini saatnya mengulas secara khusus lafal Allah dalam Bismillah.

Lafal Allah sering disebut juga dengan lafdzh al-Jalâlah (lafal keagungan). Sebab –menurut al-Shabuni- Allah adalah suatu nama bagi Dzat Suci Yang Maha Wujud dan tiada satupun yang dapat bersekutu dalam nama itu dengan-Nya. Memang Allah merupakan sebuah nama yang hanya dimiliki oleh-Nya. Tidak ada satu pun selain-Nya yang bernama Allah, demikian tegas Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Dari kekhususan nama ini saja sudah tergambar betapa kebesaran dan keagungan Allah yang tidak ada duanya. Lebih-lebih lagi sifat-sifat-Nya yang maha sempurna nan indah mempesona.

Lafal Allah juga disebut dengan al-Ism al-Aʻdzham (nama yang agung). Sebutan al-Ism al-Aʻdzham pertama kali digaungkan dan dikenalkan oleh sekretaris Nabi Sulaiman as yang bernama Ashef, sebagaimana dituturkan oleh Sunan al-Nasa’i dari riwayat Ibnu Abbas. Allah disebut dengan al-Ism al-Aʻdzham karena disifati oleh seluruh sifat sempurna dan indah (QS al-Hasyr [59]: 22-24). Demikian terang Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Selain itu Allah merupakan sebuah nama (ʻalam) bagi Tuhan secara umum. Memang Allah sering diartikan sebagai sesembahan yang keberadaan-Nya wajib untuk disembah, demikian terang al-Qurthubi dalam al-Jâmiʻ li Ahkâm al-Qur’ân. Sehingga heran lagi jika di wilayah semenanjung Arabia khususnya Mesir yang masih ditemukan Kristen koptik (ortodoks), juga menyebut tuhan mereka dengan Allah. Allah mereka dengan Allah kita tentu tidak sama. Bahkan pada zaman Jahiliyah, para musyrikin juga mengenal nama Allah sebagai Tuhan. Makanya mereka merasa asing dengan bismillah yang menggandengkan Allah dengan al-Rahmân dan al-Rahîm. Sekali lagi tentu Allah kita dengan Allah mereka berbeda. Mengingat pendistorsian yang ada dalam konsep ketuhanan mereka.

Para pakar berbeda pendapat mengenai asal kata Allah ini. Sejumlah ulama berpandangan Allah merupakan sebuah ʻalam murtajal (memang asli nama bukan dari hasil derivasi sebuah tiga huruf dasar). Pendapat ini yang dipilih oleh Abu Hayyan al-Andalusi dalam tafsirnya al-Bahr al-Muhîth dengan argumen lafal Allah tidak bisa di-tatsniyyah-kan (dibuat dobel) maupun di-jamʻ-kan (dipluralkan). Sementara beberapa pakar bahasa berpendapat Allah merupakan hasil direvasi (musytaqq) dari beberapa kata sesuai perbedaan pandangan di kalangan mereka. Perbedaan tersebut antara lain:

Pertama, dari kata إله yang berarti sesembahan lalu ditambahkan ال sebagai ganti dari huruf hamzah menjadi الله, ini menurut Sibawaih, al-Kisa’i dan al-Farra’.

Kedua, dari kata وله yang berarti bingung. Sebab semua akal dibuat bingung dengan hakikat sifat-sifat-Nya. Dari ولاه bertransformasi menjadi إله lalu الله, ini riwayat al-Khalil al-Farahidi.

Ketiga, dari kata لاهاً yang berarti tinggi.

Keempat, dari kata ganti هو yang menunjukkan orang ketiga. Lalu ditambahkan lâm yang berfungsi milik menjadi له. Kemudian ditambah ال menjadi الله.

Sejumlah ulama semisal al-Syafi’i, al-Ghazali, al-Khaththabi, Abu al-Maʻali, al-Mufadhdhal dan lainnya, memandang huruf ال harus tetap melekat pada الله. Sebab ال di situ masih bagian dari struktur nama. Salah satu kekhususan nama الله adalah tidak dibuangnya ال saat didahului oleh kata pemanggil (harf al-Nidâ), يا الله ya tetap يا الله. Tidak seperti يا رحمن yang tidak bisa يا الرحمن.

Sebenarnya masih banyak kandungan makna dan rahasia Bismillah. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah kemantapan hati untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya swt. [] Wallahu Aʻlam. (Ali Fitriana)

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru