Menyingkap Makna Bismillah Dalam Al-Qur’an (3)


Kembali menyelami kedalaman makna bismillah. Setelah sebelumnya mengulas tentang huruf bâdalam bismillah. Tulisan serial kali ini mencoba menguak kata kedua dari redaksi bismillah yaitu ism. Sebagaimana sudah jamak diketahui kata ism berarti nama. Para pakar bahasa berbeda pendapat mengenai sumber akar kata ism.

Pandangan pertama, ism berasal dari huruf sîn, mîm, dan wâw yang berarti keluhuran; ketinggian. Sumuww berarti keluhuruan. Pandangan ini merupakan pendapat yang digawangi oleh ulama Bashrah. Kolerasi antara nama dan keluhuran terletak pada dampak dan pengaruhnya. Sebab sebuah nama bisa menjadi luhur dan terhormat jika yang dinamai memiliki kehormatan. Misalnya nama-nama tokoh nasional yang karena kehormatannya diabadika menjadi nama jalan atau lainnya. Ada juga yang mengatakan pemilik sebuah nama akan menempati kedudukan tinggi sebab nama itu. Contohnya seperti nama Muhammad saw. Bagaimanapun orang memusuhi dan mencacinya, beliau tetap orang yang terpuji. Ada juga yang menyatakan dinamai ism (kata benda) karena (lebih tinggi) mengungguli fiʻl (kata kerja) dan harf (kata pelengkap).    

Sementara di kutub lainnya, ulama Kufah berpandangan bahwa ism berakar dari tiga huruf yakni wâw, sîn, dan mîm yang berarti tanda. Sebagaimana tanda dalam bahasa Arab juga disebut dengan simah. Sebab sebuah nama merupakan tanda pengenal pertama yang harus diketahui sebelum mengenalnya lebih dalam. Apapun dan siapapun pastilah nama yang perlu ditanya. Sehingga sebuah nama menjadi yang pertama dan utama.   

Menurut Quthrub, pakar bahasa Arab murid dari Sibawaih mengatakan bahwa ditambahkannya kata ism -menyela-nyelai antara huruf bâdengan Allah- dalam bismillah mengandung makna pengagungan dan pemuliaan sebutan Allah swt. Sementara al-Akhfasy menambahkan penambahan kata ism sebagai pengalihan kalimat bismillah menjadi kalimat yang berfungsi tabarruk (meminta keberkahan). Sebab jika bismillah tanpa kata ism maka akan kabur maknanya menjadi sebuah sumpah karena bâjuga berfungsi sebagai huruf qasam (sumpah). Sehingga bismillah mengandung sebuah doa permohonan keberkahan dari Allah swt bagi segala aktivitas yang didahului olehnya.

Baca Juga:  Kontroversi Nasikh Mansukh dalam al-Qur'an (Bagian II)

Umumnya memiliki banyak nama mengindikasikan kemulian sang empunya nama. Allah swt mempunyai banyak nama. Yang umumnya dikenal dengan asmaul husna sebagaimana tersurat dalam QS al-A’raf [7]: 180. Jumlahnya ada 99 nama, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah saw melalui jalur Abu Hurairah dalam Shahîh al-Bukhârî dan Shahîh Muslim. Orang yang menghayati, menjaganya akan masuk surga, jelas Nabi saw. Akan tetapi riwayat ini tidak berarti membatasi nama-nama Allah hanya 99 nama saja. Jumlah 99 nama ini memang yang disepakati oleh para ulama. Jika digabung dengan nama-nama yang masih diperselihkan kira-kira tidak kurang dari 220-an nama Allah yang kesemuanya bersumber baik dari al-Quran maupun sunah.

Alhasil bismillah mencakup semua nama-nama yang dimiliki Allah swt. Nama-nama-Nya yang baik itu diharapkan ‘tertular’ kebaikannya dan mengalir keberkahannya bagi siapapun yang memulai aktivitasnya. Sehingga aktivitas tersebut dapat diliputi kebaikan hingga usai. [Ali Fitriana]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.