27.6 C
Jakarta

Menulis Itu Gampang-gampang Susah, Tapi Bagaimana Cara Jadi Penulis? Ini Tipsnya

Artikel Trending

KhazanahLiterasiMenulis Itu Gampang-gampang Susah, Tapi Bagaimana Cara Jadi Penulis? Ini Tipsnya
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Selain membaca, menulis adalah aktivitas yang disebut-sebut dalam Al-Qur’an. Bukan tanpa alasan, menulis menjadi salah satu aktivitas yang bisa mengangkat derajat manusia. Dengan menulis, kita bisa berbagi perspektif,,gagasan, berdakwah, dan yang paling penting bisa membuat kita abadi dan dikenang melalui karya. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer “Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Menulis juga menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan oleh semua orang. Namun, tak semua orang punya kemampuan untuk menghasilkan tulisan yang menarik. Hal ini membuat perkara menulis jadi tak sesederhana membaca yang hanya perlu waktu dan kacamata.

Menulis adalah aktivitas yang melibatkan kreativitas dan perlu latihan. Kreativitas adalah pisau yang harus terus di asah dengan latihan dan jam terbang agar makin tajam. Ini berarti menulis adalah perkara seberapa sering dan seberapa lama kita menginvestasikan waktu untuk terus berlatih.

Tak ada jalan pintas, saat seseorang ingin mahir menulis, maka ia harus giat berlatih, membaca, dan terus menggali ide kapanpun. Menulis bukan bakat yang dibawa sejak lahir, setiap penulis hebat mulai dari novelis, sript writer, jurnalis, content writer, bahkan editor memulai karirnya dengan terus berlatih sehingga kemampuan mereka terus bertambah dan menjadi expertise di bidangnya.

Sebut saja Asma Nadia, penggagas Forum Lingkar Pena (FLP) itu memulai karir dengan mengirimkan karyanya di berbagai majalah dan penerbit. Tapi usahanya tak berhasil karena karyanya kerap ditolak. Penulis yang dikenal melalui karya Surga yang Tak Dirindukan itu tak menyerah dan terus menulis. Hingga saat ini, Asma Nadia sudah menghasilkan lebih dari 30 karya buku dan novel.

Sebenarnya banyak cara dan latihan yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan menulis. Namun sebelum mencoba latihan yang lebih sulit, cobalah dengan latihan sederhana ini. Berikut beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk menambah kemampuan menulis.

Menulis Jurnal Harian

Kemampuan menulis bisa kamu mulai dengan menulis jurnal harian. Latihan ini bisa kamu mulai dengan menulis kegiatan apa saja yang dilakukan dalam sehari, hal-hal aneh apa yeng terjadi, kejadian tak terduga, atau hal-hal lucu yang kamu alami.

Menulis jurnal harian sangat membantu untuk mengasah kemampuan storytelling yang efektif. ini akan memaksa kita untuk menulis secara rutin. Selain itu, kita juga tidak akan khawatir ataupun takut dengan tanggapan orang karena jurnal harian ini untuk kita sendiri.

Selain membuat jurnal harian, kita juga bisa mulai menulis sebuah cerita dari kisah nyata yang kita alami. Topiknya bisa bermacam-macam mulai dari asmara, hobi, hingga karir. Karena berbasis pengalaman pribadi, kita jadi bisa memberikan berbagai sentuhan kreatif sehingga menjadi tulisan yang menarik.

BACA JUGA  Melakukan Self-Healing dengan Expressive Writing

Perbanyak Membaca

Membaca adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh seorang penulis. Membaca jadi salah satu latihan yang bisa meningkatkan bendahara diksi dan kata yang kita miliki. Kita jadi banyak mengenal kosakata baru dan mengetahui bagaimana cara memulai sebuah kalimat. Selain itu, kita jadi tau bagaimana penggunaan kalimat yang efektif dan kata yang sesuai dengan PUEBI.

Dari sini, kita jadi tahu bahwa membaca adalah latihan yang tidak bisa dipisahkan dari menulis. Semakin banyak membaca, kita akan semakin banyak mengenal jenis kalimat. Bahkan kita juga bisa mengenal karakter tulisan dari setiap penulis. Ini juga menjadi upaya agar kita menemukan gaya penulisan kita sendiri.

Mulai dari yang Kamu Suka

Setiap orang tentu memiliki preferensi masing-masing. Dalam latihan menulis, kita bisa mulai dari preferensi tersebut. Membuat tulisan yang berkaitan dengan preferensi akan membuat kita lebih mudah dalam menulis dan tidak bosan saat memulainya. Kita bisa mulai menulis mengenai resensi buku kesukaan, mereview film favorit, atau membuat tulisan dengan kalimat pembuka dari perkataan tokoh yang kita suka.

Selain itu, kita juga bisa mulai menulis dari topik yang kita kuasai. Jika kita seorang traveller, buatlah artikel mengenai travelling. Jika kita menyukai teknologi, buatlah artikel mengenai teknologi. Menulis mengenai topik yang kita kuasai akan memudahkan kita dalam menyelesaikan tulisan. Maka hal selanjunya yang harus dilakukan adalah menemukan topik yang benar-benar kita kuasai, lalu mulailah dari sana. Yang jelas, pastikan bahwa kita senang menulisnya. Seseorang akan mudah mengerjakan sesuatu ketika ia berminat untuk menyelesaikannya.

Kalahkan Writer’s Block

Writer’s block adalah keadaan dimana penulis mengalami kebuntuan dan tidak dapat menulis apa pun. Writer’s block menjadi masalah umum yang biasa dialami oleh penulis. Masalah ini bisa dialami oleh penulis pemula ataupun kawakan dan bisa terjadi di awal hingga akhir penulisan.

Untuk seseorang yang baru mulai menulis, writer’s block adalah hambatan yang sulit dihadapi. Kebanyakan dari penulis pemula merasa bisa menulis hanya ketika mereka menemukan ide yang menarik. Begitu writer’s block melanda, mereka akan meninggalkan naskahnya dan berhenti menulis. Padahal, writer’s block bisa dikalahkan dan diantisipasi.

Setiap penulis biasanya memiliki cara masing-masing yang mereka lakukan dalam mengatasi writer’s block. Ada penulis yang mengendapkan tulisannya sebentar, mengubah outline agar tidak terjebak, membaca buku, mencari tempat yang nyaman, atau yang paling mudah menyegarkan pikiran untuk mencari ide agar lebih fresh lalu kembali menulis.

Jadi pastikan saat mengalaminya, kita harus cepat menemukan cara untuk keluar dari jebakan writer’s block dan mulai kembali menulis.

Irkhas Febri
Content Writer

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru