Mengurai Makna Surah Al-Mulk (Bagian-VI)


0
11 shares

Amman Hâdzalladzî Huwa Jundun Lakum Yanshurukum min dûn al-Rahmân In al-Kâfirûn Illâ fî ghurûr

Ataukah ini penolong kalian selain Allah sang Maha Pengasih, yang melindungi kalian dari siksa-Nya. Orang-orang kafir tidak lain hanya berada dalam tipu daya yang dirayu oleh setan. Setan membisiki bahwa siksa tidak akan turun bagi mereka. Nyatanya mereka tidak mempunyai pelindung dari siksa selain Allah swt.

Pemilihan kata al-Rahmân dalam ayat ini mengisyaratkan bahwa kasih sayang (rahmat) Allah swt juga meliputi seluruh manusia di muka bumi tanpa memandang kekafiran dan kezaliman mereka. Sebab makna al-Rahmân adalah memberi rahmat dan nikmat bagi seluruh makhluk di dunia baik dia Mukmin maupun kafir.

Amman Hâdzaladzî yarzuqukum in amsaka rizqah bal lajjû fî ʻutuwwin wa nufûr

Ataukah ini yang memberi kalian rezeki dengan menurunkan hujan, jika Allah swt menahan rezeki-Nya. Bahkan mereka tenggelam dalam pembangkangan, kesesatan dan kesombongan untuk menerima yang hak.

Keyakinan mereka rezeki bersumber dari berhala terpatahkan dengan ayat ini. Sebab tidak ada yang mampu memberi dan mencegah pemberian selain Allah swt. Tidak ada yang mampu menurunkan hujan dan menghentikannya tanpa seizin Allah swt.

Afaman yamsyî mukibban ʻalâ wajhihî ahdâ amman yamsyî sawiyyan ʻalâ shirâthin mustaqîm

Apakah orang yang berjalan kemudian terjungkal dan tersungkur wajahnya lebih terarah ketimbang orang yang berjalan tegak dan tegap di atas jalan yang lurus.

Ayat ini merupakan kiasan orang kafir dengan orang Mukmin. Orang kafir berjalan tanpa arah yang jelas. Seringkali ia terjatuh atau terpeleset. Dia tidak tahu ke mana dia akan pergi. Berbeda halnya dengan orang Mukmin yang jalannya terarah. Ia selalu menatap ke akhirat. Senantiasa menempuh jalan lurus berupa syariat Allah swt. Hingga menuju surga-Nya.

Baca Juga:  Enam Pola Komunikasi dalam Al-Qur'an yang Jarang Diketahui

Qul huwalladzî ansyaakum wa jaʻala lakum al-samʻa wa al-abshâr wal al-af’idah qalîlan mâ tasykurûn

Katakanlah Dia-lah Allah swt yang membentuk kalian dan menciptakan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati. Sedikit sekali kalian mensyukurinya.

Pemberian alat indera dan alat rasa ini merupakan bentuk rahmat Allah swt yang perlu disyukuri. Caranya dengan menggunakannya sebaik dan semanfaat mungkin. Telinga digunakan mendengar hal-hal yang baik seperti nasehat, pelajaran, bacaan Al-Quran dan segala hal yang positif. Mata untuk melihat keindahan ciptaan Allah swt. Mata digunakan untuk memandang yang diridai-Nya. Hati dan akal digunakan untuk bertafakkur, bertadabbur. Sebab syukur adalah menggunakan alat pemberian Allah swt tersebut sesuai dengan rida-Nya. Jangan sampai kita sia-siakan nikmat ini.

Qul huwalladzî dzaraakum fi al-ardhi wa ilaihi tuhsyarûn

Katakanlah Dia-lah yang telah menciptakan kalian di muka bumi. Dan hanya kepada-Nya lah kalian digiring dan dikumpulkan di padang mahsyar.

Allah swt menciptakan kita menyebar di seluruh penjuru bumi. Penyebaran itu yang melahirkan ragam bahasa, suku, warna kulit, bangsa, dsb. Setelah tersebar di dunia kelak pada hari akhirat Allah swt akan mengumpulkan kita untuk dihitung dan dibalas semua amal.

Wa yaqulûna matâ hadzâ al-waʻdu in kuntum shâdiqîn

Dan mereka mengatakan kapan janji ini akan terjadi jika kalian, Muhammad dan kaum beriman, benar dan jujur.

Janji ini meliuti hari kiamat dan segala isinya seperti padang mahsyar, siksa, neraka, surga. Begitu juga janji hukuman di dunia.

Qul innamâ al-ʻilmu ʻindallâhi wa innamâ ana nadzîrun mubîn

Katakanlah kapan terjadinya itu hanya diketahui oleh Allah. Saya hanya sebagai pemberi peringatan yang jelas-jelas nyata.

Tidak ada siapapun, termasuk Nabi saw, yang tahu kapan terjadinya kiamat. Tugas Nabi Muhammad saw hanya menyampaikan bahwa kiamat itu benar adanya dan pasti terjadi. Tugas Rasul saw hanya menyampaikan dan memeringatkan mereka.

Baca Juga:  Ini Dalil Hubbul Wathan dalam Al-Quran

Falammâ rawhu zulfatan sîat wujûh allladzîna kafarû wa qîla hâdzâ alladzî kuntum bihî taddaʻûn

Maka ketika mereka melihat siksa yang dijanjikan, wajah orang-orang kafir menghitam dan dikatakan bagi mereka bahwa inilah yang kalian minta disegerakan di dunia. Saking takutnya kala itu wajah mereka pucat hingga berwarna hitam.


Like it? Share with your friends!

0
11 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
1
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.