31.5 C
Jakarta

Mengapa Kita Perlu Berhati-hati dengan Ideologi HTI? Ini Alasannya!

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanMengapa Kita Perlu Berhati-hati dengan Ideologi HTI? Ini Alasannya!
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bukanlah organisasi keagamaan yang asing di benak masyarakat Indonesia. Sudah banyak yang tahu organisasi ini mengkampanyekan berdirinya Negara Islam dengan berbasis sistem Khilafah. Kesadaran bangsa ini menjadi alasan kenapa mereka harus menolak kehadiran HTI, makanya organisasi ini dibubarkan oleh pemerintah yang sah.

Meski begitu, bangsa ini belum sepenuhnya menyadari bahwa ideologi HTI masih eksis sampai detik ini. Eks-HTI terus mengkampanyekan dalam segala kesempatan. Perhatikan saja, berdirinya Yayasan Cinta Qur’an yang dipimpin oleh Ustadz Fatih Karim. Yayasan ini sudah banyak melakukan kegiatan sosial dan merakyat sehingga sangat mudah mempengaruhi mindset mereka pula.

Selain itu, ada beberapa alasan Yayasan Cinta Quran ini memiliki potensi besar dalam mengkampanyekan ideologi HTI. Pertama, Cinta Quran Foundation sebagai sayap juang Eks HTI akan terus dimanfaatkan sebagai cover untuk menyebarkan konten dakwah Eks HTI melalui pendekatan sosial, kemanusiaan dan keagamaan, seperti pelatihan membaca Al Quran secara gratis, kajian keislaman bersama masyarakat hingga karyawan perkantoran, pembuatan dapur umum dan UMKM, menampung anak-anak Yatim dan Dhuafa, dll.

Kedua, Cinta Quran Foundation menjadi wadah anggota Eks HTI pasca dibubarkan untuk terus berdakwah dan berkegiatan. Ketiga, Cinta Quran Foundation akan terus melakukan kaderisasi (regeneration) melalui pembentukan Cinta Quran Center yang merupakan Ponpes tahfidz Al Quran. Keempat, Cinta Quran Foundation akan terus menggalang jaringan donaturnya secara online dengan memanfaatkan media sosial maupun offline dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, seperti Majelis Cinta Quran dan Kajian Perkantoran. Terkhusus jejaring anak usaha BUMN yang menjadi donatur program Cinta Quran Foundation, seperti Pertamina Patra Niaga, Telkomsel, GMF Aeroasia (Garuda Indonesia Group), Citilink, Bank Mandiri dan Krakatau Steel.

BACA JUGA  Sudahkah Kelompok Radikal Meneladani Kepribadian Nabi?

Kelima, Cinta Quran Foundation akan terus menyukseskan berbagai kegiatannya di berbagai daerah dengan melibatkan artis nasional (hijrah), tokoh hijrah, pejabat daerah dan Apkam setempat guna menetralisir kecurigaan (suspicious) terkait kegiatan Eks HTI. Buktinya, kemarin Fatih Karim, CEO Yayasan Cinta Quran ini sudah mendekati artis Baik Wong. Ini sangat mungkin juga mengguide artis yang lain.

Bukan hanya berhenti di sini, ideologi HTI kemarin juga diterjemahkan dalam sebuah organisasi baru yang mirip HTI, yaitu Khilafatul Muslimin (KM). Seperti namanya, KM jelas mengkampanyekan Khilafah dapat diaplikasikan di negeri ini dan terang-terangan menolak ideologi negara Indonesia yang sah, yaitu Pancasila.

Munculnya Yayasan Quran dan KM tidak dapat dipandang remeh. Dua organisasi ini sangat mungkin menghancurkan bangunan negara yang kuat. Karena, ideologi yang dibawa jelas adalah ideologi HTI. Pemerintah negera hendaknya mencegah dua organisasi tersebut.

Membiarkan organisasi yang membawa ideologi HTI secara tidak langsung membiarkan penjajah masuk dan menguasai negeri ini. Siapapun yang menolak ideologi negara mereka adalah penjajah, meski negara ini sudah lama merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang. Tapi, penjajahan ideologi masih berlangsung sampai detik ini.

Sebagai penutup, HTI adalah organisasi yang cukup berbahaya bagi negeri ini. Lihatlah HTI sebagai penyakit. Jika penyakit ini dibiarkan, maka tubuh negara ini tidak akan sehat. Negara yang sakit adalah negara yang tidak baik-baik saja.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru