27.1 C
Jakarta

Meneladani Sisi Humornya Nabi Muhammad

Artikel Trending

Humor adalah sesuatu yang membuat orang tertawa dan bahagia. Humor bisa dikatakan sebagai salah satu sarana untuk menghilangkan kesedihan dan kepenatan hidup. Lebih jauh dari itu ternyata humor juga bisa digunakan sebagai sarana kritik yang efektif dan mengena. Sebagai seorang beriman, alangkah lebih baiknya atau bahkan wajib juga untuk meneladani sisi humornya Nabi Muhammad.

Humor atau lelucon akhir-akhir ini menjadi trending dan pembahasan aktual di masyarakat. Mencuatnya humor menjadi trending ini paling tidak dilantarai dua kejadian. Pertama adalah ketika komika Bintang Emon menyampaikan humornya terkait ketidakadilan jaksa dalam menuntut pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan dengan tuntutan satu tahun.

Bintang Emon menamakan humornya ini dengan judul tidak sengaja. Dalam humornya tersebut, Bintang Emon menuturkan “Katanya enggak sengaja, tapi og bisa sih kena muka? Kan kita tinggal di bumi, gravitasi pasti kebawah, nyiram badan nggak mungkin meleset ke muka. Kecuali Novel baswedan jalan dengan gaya handstand.”

Kedua adalah kejadian dipanggilnya saudara Ismail Ahmad oleh kepolisian daerah maluku karena memposting humornya Gusdur yang berjudul tiga polisi jujur, pertama polisi tidur, kedua patung polisi dan ketiga polisi hoegeng. Tak pelak hal ini membuat jaringan Gusdurian menyatakan singkap dan berseloroh tentang Indonesia darurat humor.

Humor memang selain menjadi bahan candaan juga menjadi bahan kritik yang efektif, Nabi Muhammad sebagai teladan umat manusia dalam menjalani kehidupan di duniapun mempunyai jiwa humoris.

Jiwa humoris Nabi Muhammad ini banyak terekam dalam buku kumpulan hadis. Diantara humornya Nabi muhammad yang terkenal adalah ketika Nabi Muhammad didatangi seorang nenek dari bani Ansor. Nenek tersebut berkata kepada Nabi Muhammad. “Ya Rasulullah, berdoalah memohonkan ampun kepadaku, dan mohonkan agar aku masuk surga”. Lantas Rasulullah menjawab, “apakah kamu mengetahui bahwa surga itu tidak dimasuki nenek-nenek”.

BACA JUGA  Jagalah Empat Permata dalam Diri Manusia

Nenek tersebut menjerit dan merasa sedih. Melihatnya sedih, Rasulullahpun tersenyum dan bersabda,

“Apakah engkau tidak membaca firman Allah, “sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. [Al-Waqiah 35-36].

Dari sini bisa diambil bahwa keteladanan bahwa humor yang disampaikan Rasulullah itu selain untuk menghibur juga untuk memberi informasi tentang firman tuhan (dakwah). Dengan humor ini Rasulullah juga memberi tahu ada kehidupan setelah kehidupan dunia.

BACA JUGA  Sikap Moderat Seorang Muslim Di Hari Natal

Selain itu Rasulullah memberi keteladanan bahwa dalam berhumor jangan sampai ada kebohongan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku bersendau gurau dan aku tidak mangatakan sesuatu kecuali yang benar”.

Sejak dahulu Nabi Muhammad menyampaikan risalahnya, Ajaran Islam selalu disampaikan dengan santun dan terkadang dengan humor sehingga membuat orang menjadi bijak dan santai. Jika sekarang umat Islam og mudah emosi dan petentengan  dalam berislam, berarti ada yang salah dalam menyampaikan pesan dan dakwahnya. Dengan demikian sangatlah urgen untuk mencari juru dakwah yang moderat, sehingga bisa menyampaikan risalah Nabi Muhammad dengan bijak dan santai.

Menjadikan humor untuk menyampaikan kritik dan kebenaran adalah hal yang sangat indah. Hal ini karena orang yang dikritik tidak akan merasa tersakiti dan justru tertawa seraya berinstropeksi diri.

Namun demikian humor sekarang ini terasa berbeda, entah karena humornya yang kurang lucu atau manusianya yang sensi dan kaku..?. Wallahu A’lam Bisshowab.

 

 

rnya Nabi Muhammad

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru