30.3 C
Jakarta

Mendongkrak Gelora Menulis, Bagaimana Caranya?

Artikel Trending

KhazanahLiterasiMendongkrak Gelora Menulis, Bagaimana Caranya?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Acap kali dalam beberapa kelas menulis ada saja peserta yang bertanya terkait dengan, “Bagaimana menumbuhkan semangat menulis? Terkadang, rasa malas, bosan, dan tidak mood terus menggelayuti pikiran?”. Gelora menulis memang merupakan tantangan bagi setiap penulis yang, mau tidak mau, harus dicari pemecahannya.

Sejenak, mulai meraba ke dalam diri. Tidak ayal, bahwa diri pribadi pernah mengalami hal tersebut diawal-awal menulis. Sebetulnya, ini bukan hanya permasalahan yang terjadi pada satu orang saja. Melainkan, ada banyak orang di luaran sana mengalami hal serupa. Akan tetapi, mereka dapat menyimpan perasaan itu rapat-rapat dan berusaha memperlihatkan gelora menulisnya.

Kemampuan seseorang dalam mengelola dirinya menjadi landasan penting dalam memupuk gelora menulis. Seperti halnya pepatah ‘tidak mungkin ada asap, kalau tidak ada api’. Bila diselaraskan dengan rasa malas dan bosan dalam menulis, hal ini tentu ada sebabnya. Misalnya, seseorang tidak enjoy dengan apa yang dilakukannya saat ini. Bisa jadi, terlalu banyak memikirkan bagaimana caranya tulisan selesai tanpa ada tindakan menyelesaikannya.

Banyak hal yang membuat seseorang terjerat pada kotak kebosanan dan kemalasan, sehingga harus ada upaya untuk mendongkrak gelora menulisnya. Tidak mudah, tetapi bukan berarti sulit. Langkah kecil yang harus dilakukan adalah sadar dan menyadari. Memusatkan diri pada sebuah kesadaran akan kebermanfaatan menulis bagi diri sendiri.

Manfaat menulis bukan hanya apa-apa yang terlihat saja, melainkan ada manfaat tersirat yang tidak kita sadari. Dengan demikian, perlu kiranya seseorang menyadari kebermanfaatan menulis dan keberadaan diri sendiri saat ini. Pengelolaan terhadap ego dan emosi juga berpengaruh terhadap tindakan yang akan kita ambil.

Jika masih kesulitan dengan bagaimana mendongkrak gelora menulis, di bawah ini beberapa langkah yang bisa dilakukan dengan senang hati dan penuh perhatian.

Menetapkan Tujuan Menulis

Tanyakan kepada diri sendiri dan renungkan, apa tujuan kita menulis? Jika tujuan menulis adalah untuk mendapatkan royalti maupun honor. Maka, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Carilah peluang sebanyak mungkin, karena di dunia ini tidak ada hal yang mustahil. Sudahkah Anda mengetahui tujuan menulis?

Bila tujuan menulis sebagai cara untuk membagikan ilmu kepada orang lain, maka perdalamlah ilmu yang dimiliki. Bagikan sesuatu yang bermanfaat sekaligus memberikan pengaruh terhadap pembacanya. Seperti yang kita ketahui, bahwa Allah memberikan manusia sebuah akal untuk berpikir.

Luruskan Niat

Banyak yang berhenti di tengah jalan ketika menekuni dunia kepenulisan. Sebetulnya, apa penyebab dari hal tersebut? Marilah kita sadari bersama, apa yang menjadi niat pertama dalam menulis? Apakah karena ingin membalaskan dendam kepada mantan *eh orang lain atau mengharap rida dari Allah? Jika masih karena manusia, hentikan sejenak. Kita perlu merevisi niat tersebut, karena imbasnya tidak akan langgeng menulis.

Tentunya sudah tidak asing lagi dengan hadis yang berbunyi, “Innamal a’malu binniyat.” Hadis tersebut memiliki arti bahwa sesungguhnya amal itu tergantung dari niat. Bila kita beramal melalui tulisan, maka niatkanlah untuk hal baik. Niatkan sebagai ibadah yang tidak akan pernah terputus, apalagi bila tulisan tersebut dapat bermanfaat dan dijadikan pegangan bagi orang lain.

Memiliki Mimpi Besar

Tidak ada yang salah dengan mimpi besar. Bahkan, menurut Ir. Soekarno, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.” Dengan demikian, beranikanlah bermimpi dan imbangi dengan usaha yang sepadan.

Mimpi yang kita rencanakan dengan harapan akan terwujud haruslah diiringi dengan usaha keras. Jika kita bermimpi ingin menjadi penulis profesional, maka harus banyak melewati kepahitan, rintangan, bahkan penolakan. Jika telah menjadi penulis, kita bermimpi ingin memiliki barang dan membelinya dengan uang sendiri, maka wujudkanlah! Perkuat mimpi tersebut dan genggamlah dengan erat.

BACA JUGA  Jangan Plagiat!

Mulailah dari Hati

Menulis itu membutuhkan hati. Oleh karena itu, mulailah dari hati yang kuat dan pantang menyerah. Cobaan saat memulai menulis sangatlah banyak. Apalagi kita kerap berkilah tidak ada waktu. Sudah sibuk dan pusing dengan pekerjaan atau segudang alasan lainnya. Jika sudah yakin menulis, maka yang diperlukan adalah aksinya, bukan hanya sekadar kata-kata. Bila perlu tambahkan lagi usaha kita agar terus cenderung untuk menulis, menulis, dan menulis tanpa henti.

Cintai Segala Hal tentang Dunia Kepenulisan

Jika kita sudah memiliki rasa cinta terhadap sesuatu, maka apapun pasti akan dilakukan. Begitu juga dengan menulis. Cintailah segala hal tentang menulis. Mulai dari bagaimana langkah awal menulis, bagaimana cara mendapatkan ide, kapan waktu yang tepat untuk menulis, apa saja jenis tulisan, dan masih banyak lagi.

Buatlah diri sendiri penuh dengan ilmu, lalu bagikanlah ilmu tersebut dalam bentuk tulisan. Pada hakikatnya, menulis adalah sarana mendapat ilmu dan memberikan ilmu. Dua hal yang mulia bisa kita dapatkan hanya melalui tulisan. Siapkan kita mencintai sepenuh hati tanpa ada paksaan?

Mengikuti Lomba Menulis

Lomba menulis yang kita ikuti adalah bagian dari mengasah kualitas diri. Selain itu, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan dalam hal menulis. Gagal itu sudah biasa, berhasil juga sudah biasa. Terpenting adalah terus berusaha menjadi terbaik bagi diri sendiri utamanya.

Saat kita memberanikan diri mengikuti lomba menulis, hal itu menandakan bahwa ada dorongan baik yang perlu diapresiasi. Dengan mengikuti lomba, seseorang bisa melihat sejauh mana kualitas tulisannya.

Bergabung dengan Komunitas Penulis

Seseorang yang mood nya mudah hancur, agaknya ia membutuhkan komunitas yang baik untuk segera mengembalikan mood nya. Komunitas yang kita ikuti jangan asal-asalan. Haruslah komunitas yang mampu membangun jiwa kita menjadi lebih bersemangat lagi. Namun, kita juga jangan sampai terlalu lama bergantung dengan hal tersebut. Ada baiknya, segalanya di mulai dari sendiri. Jika kita tipikal orang yang mudah tersulut semangat oleh orang lain, pilihan tepatnya adalah sharing dengan orang yang sefrekuensi.

Mengikuti Pelatihan/Seminar Kepenulisan

Keikutsertaan dalam pelatihan atau seminar akan mempertemukan kita dengan para penulis dari seluruh penjuru negeri. Selain mendapatkan ilmu dan relasi, hal tersebut tentu saja mampu menjadi pemantik dalam hal menulis. Jangan sungkan-sungkan untuk mengikuti pelatihan, apalagi menyayangkan uang yang kita sisihkan untuk mengikuti pelatihan menulis. Jangan siakan kesempatan bagus dalam meraup ilmu dari para narasumber.

Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendongkrak semangat dalam menulis. Semoga bermanfaat dan berdampak bagimu. Salam literasi.

Devi Ardiyanti
Devi Ardiyanti
Penulis profesional dan tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Puluhan bukunya sudah tersebar di Gramedia seluruh Indonesia. Sangat menyukai dunia literasi dan travelling.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru