32.1 C
Jakarta

Mendampingkan Literasi dan Relasi dalam Dunia Kerja

Artikel Trending

KhazanahLiterasiMendampingkan Literasi dan Relasi dalam Dunia Kerja
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Setiap orang pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata “literasi” dan “relasi”. Ya, secara umum literasi merupakan kemampuan untuk membaca sesuatu yang menyajikan informasi untuk menambah wawasan. Biasanya banyak orang yang menjadikan literasi sebagai fokus untuk mendapatkan pekerjaan.

Sementara, relasi merupakan hubungan dengan orang lain atau hubungan seseorang dengan orang lainnya. Namun nyatanya di zaman sekarang ini masih banyak orang yang memiliki sedikit relasi. Bahkan tak jarang dari mereka yang menganggap relasi adalah hal yang membuang-buang waktu.

Lebih Penting Literasi atau Relasi?

Menurut saya, literasi dan relasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, khususnya dalam dunia kerja. Sebagai contoh ketika kamu ingin melamar suatu pekerjaan maka kamu tidak hanya butuh literasi yang tinggi, tetapi kamu juga butuh relasi yang cukup. Bahkan semakin banyak relasi yang kamu punya maka itu akan semakin baik.

Mengapa demikian?

Hal ini karena dengan banyaknya relasi kamu akan mendapatkan peluang dan kesempatan baru. Misalnya mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan, diajak kerja sama, bahkan diajak untuk buka usaha bareng. Banyaknya relasi juga membuat orang lain tidak canggung saat berkomunikasi dengan kamu karena kamu sudah dekat dengan mereka.

Selain itu adanya relasi juga membuat kamu dikenal oleh orang lain, lebih dipercaya dibandingkan orang baru, dan masih banyak lagi. Hal ini tentu saja dapat membantu kamu saat kesulitan mencari pekerjaan bukan?

Sementara di dalam dunia kerja sendiri, adanya relasi juga dapat membantu kamu dalam memecahkan masalah atau menemukan solusi, mengembangkan ide yang kamu punya, memudahkan kamu saat bekerja—khususnya dalam tim—dan membuat kamu tidak kesepian saat bekerja alias bekerja akan lebih menyenangkan.

Hal ini tentu saja berbeda jika kamu hanya memiliki sedikit relasi. Ya, dengan sedikit relasi atau kamu bersifat tertutup maka orang lain akan kesulitan—canggung—saat berkomunikasi dengan kamu. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi hasil kerja kamu dan membuat orang lain merasa kurang nyaman saat satu tim dengan kamu. Akibatnya kamu akan kesulitan untuk mengembangkan diri kamu sendiri.

BACA JUGA  Hilang Motivasi Membaca? Ini Cara Mengatasi “Reading Slump”

Kurangnya relasi juga dapat membuat orang lain tidak menyebut namamu saat ada kesempatan atau peluang baru.

Jadi, Lebih Penting Relasi?

Enggak juga. Kenapa begitu? Hal ini karena literasi juga dibutuhkan dalam dunia kerja. Ibaratnya percuma kalau kamu banyak relasi tapi diri kamu tidak ada isinya alias minim pengetahuan. Perusahaan butuh karyawan yang bisa memberikan feedback positif kepada mereka. Tingginya literasi yang kamu punya juga akan berpengaruh terhadap kemampuan diri kamu.

Semakin tinggi kemampuan yang kamu punya maka semakin tinggi pula kepercayaan yang diberikan perusahaan kepada kamu. Dengan catatan kemampuan tersebut juga dibarengi dengan sifat kamu yang disiplin, bertanggung jawab, dan mau diatur alias tidak seenaknya.

Tak sampai di situ, saat ini kemampuan critical thinking dan problem solving terhadap sesuatu juga menjadi nilai plus dan banyak dicari oleh perusahaan. Kedua hal tersebut tentu saja tidak akan kamu miliki jika kamu minim literasi.

Satu lagi, perusahaan juga memerlukan banyak ide untuk mengembangkan nama dan citranya agar menjadi lebih baik. Sekali lagi ide tersebut juga tidak dapat dihasilkan jika kamu memiliki literasi yang minim.

Jadi Aku Harus Bagaimana?

Kesimpulannya adalah literasi dan relasi merupakan dua hal yang saling bertautan dalam dunia kerja. Hal tersebut tentu saja tidak lepas dari peran keduanya yang sama-sama besar. Untuk itu, sebaiknya kamu berusaha mengimbangi keduanya dalam diri kamu dan jangan pernah menganggap atau bahkan meremehkan salah satu dari mereka.

Terakhir yang perlu diingat, apa pun yang terjadi jangan pernah putus asa dalam meraih mimpi. Tetap semangat dan pantang menyerah. Tak perlu cepat dan bersaing dengan siapa pun karena semua berawal dari diri kamu sendiri.

Semangat buat kamu para pejuang rupiah. Semoga Tuhan selalu melindungi kamu di mana pun dan kapan pun. Jangan lupa berdoa dan sehat selalu!

Fitria Octa Fiani
Fitria Octa Fiani
Siswi Kelas XII SMKN 48 Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru