30.2 C
Jakarta

Membantu Pelaku Teror sama dengan Membantu dalam Kebatilan

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanMembantu Pelaku Teror sama dengan Membantu dalam Kebatilan
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Setelah terkuak kasus penyalahgunaan dana lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), keraguan di benak masyarakat Indonesia untuk berbagi tak dapat dihindari. Masyarakat mulai berhati-hati untuk berbagi kecuali penerimanya jelas latar belakangnya.

Sangat disayangkan ketika mendapatkan kabar bahwa dana ACT digunakan bukan sesuai tujuan si pemberi, yaitu meringankan beban orang miskin dan yang membutuhkan. Dana itu melainkan dikorupsi, bahkan lebih parahnya lagi disalurkan untuk aksi-aksi terorisme.

Kalau melihat pakai kacamata agama jelas tindakan penyalahgunaan dana bantuan termasuk perbuatan dosa besar. Kasus ini disamakan dengan pencurian yang dilakukan secara tersembunyi dan sistematis. Apalagi disalurkan kepada pelaku teror, jelas dilaknat oleh Allah.

Laknat Allah kepada penolong aksi-aksi terorisme jelas dan tegas. Karena, tindakan ini membawa kepada banyak kemudaratan. Di antaranya, terbunuhnya jiwa yang semestinya dijaga. Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa orang yang membunuh satu jiwa disamakan dengan membunuh semua jiwa.

Ketegasan Al-Qur’an soal menjaga jiwa ini ditegaskan bahwa menjaga keselamatan satu jiwa sama dengan menjaga keselamatan semua jiwa. Hidup ini adalah anugerah terbesar yang harus dijaga. Membunuh jiwa termasuk tidak mensyukuri anugerah ini.

Selain itu, membantu pelaku teror dengan dana bantuan ACT jelas sama dengan pernyataan Al-Qur’an bahwa itu saling membantu dalam hal permusuhan dan dosa. Mereka yang melakukan, kalau belum bertobat, akan dihantui dosa besar sebab perbuatannya sendiri.

BACA JUGA  Perjalanan Ideologi Ustaz Abdul Somad (UAS): Dari Qaul Qadhim sampai Qaul Jadid

Terkuaknya penyalahgunaan dana ACT, tentu menjadi pukulan yang menyakitkan bagi pelaku teror. Mereka pasti kebingungan mau mengumpulkan dana dari mana lagi. Jelas semangat mereka mulai “down”, karena apa yang mereka perjuangkan sebenarnya bukan murni agama, melainkan harta dan jabatan.

Hanya saja kelompok teror menggunakan instrumen agama untuk menutupi sikap bejatnya. Karena, biasanya orang mudah tersipu bila dirayu dengan janji-janji surga. Masyarakat ditipu bahwa orang yang terbunuh dalam aksi teror dikategorikan mati syahid dan balasannya surga. Padahal, Allah tegas menyediakan siksa neraka bagi mereka.

Maka dari itu, mulai sekarang masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menyalurkan sebagian hartanya untuk orang lain. Lebih baik, jangan melibatkan orang ketiga. Langsung berikan sendiri, sehingga antara pemberi dan penerima sama-sama tahu. Berbagi kepada orang yang tepat justru lebih besar pahalanya dibanding berbagi kepada orang yang salah.

Sebagai penutup, bantu orang yang benar-benar membutuhkan dan musuhi orang yang gemar berbuat onar (teroris). Tindakan semacam ini termasuk jihad dalam menyelamatkan masa depan bangsa.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru