28.9 C
Jakarta

Membaca Menakar NKRI Bubar, Mencegah Radikalisme-Separatisme dan Bubarnya NKRI

Artikel Trending

KhazanahResensi BukuMembaca Menakar NKRI Bubar, Mencegah Radikalisme-Separatisme dan Bubarnya NKRI
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Judul Buku:   Menakar Indonesia Bubar; Penulis: Ahmad Khoiri, dkk; Penerbit: Pustaka Harakatuna Jakarta; Cetakan I: Januari 2021; Dimensi: 14 X 21 cm; Tebal: xvi + 310 halaman; ISBN: 978-623-93356-5-6; Peresensi: Agus Wedi

Ada yang tidak tuntas dalam hidup ini. Kerusuhan kehidupan, agama, politik, dan sosial, menandakan bahwa tak ada hidup yang benar-benar selesai. Ia mengingatkan pada kita bahwa adidaya kedamaian hidup ini bagaimana kita bisa mengolahnya.

Karenanya, suryakanta dunia-agama bisa saja kerap tersingkap dekil. Kerap menyisakan pembalasan ketidakadilan. Apa sebabnya? Ya, karena ketidakadilan dalam memandang dan mengolah hidup.

Salah satu paling runyam dalam mengolah kehidupan, baik basisnya negara dan sosial adalah menjaga keutuhan negara-bangsa dan sekaligus menghadapi tantangannya, yang dalam daswarsa ini mencoba menghantam Indonesia, adalah radikalisme dan separatisme.

Tak terelakkan, bahwa kedua itu menjadi tantangan yang nyata di depan mata bangsa Indonesia kini. Belajar dari negara-negara gagal-bubar, macam Turki Ustmani, Uni Soviet, Yugoslavia, Vietnam Selatan, Libya, Mesir, Irak, Suriah, dan Yaman, yang luluh lantak akibat kobaran radikalisme dan separatisme.

Fakta-fakta itu kemudian diambil pelajaran, dibaca, dianalisis, oleh buku ini, Menakar Indonesia Bubar (Pustaka Harakatuna, 2021). Gelayutan maraknya radikalisme dan separatisme dibaca betul oleh buku ini.

Tesis yang coba dilihat oleh buku ini adalah sebab-sebab kehancuran dan kegagalan sebuah negara. Begitu juga bagaimana memulihkannya dibahas dengan tuntas dalam buku berhalaman tebal ini.

Fenomena kerawanan NKRI, seperti maraknya populisme Islam, pertarungan ideologi, Islam politik dibaca dengan analisis yang mantap. Di bab kedua, negara-negara gagal, dan bab ke tiga, potensi Indonesia bubar, macam isu-isu pemekaran wilayah, pesta demokrasi, geliat khilafah, NKRI bersyariah, geliat separatisme, masuknya TKA, diteroka dengan seksama.

Hasilnya, buku ini menyuguhkan nuansa yang pas dalam kehidupan kita akhir-akhir ini di Indonesia. Kita dibawa merenungi permasalahan yang sepertinya sangat vital, dan membutuhkan kewaspadaan dan segara diselesaikan sedemikian cepat. Buku ini begitu dalam untuk mengantar bagaimana kita mengetahui sebab dan ceruk menuju itu.

BACA JUGA  Nasihat Tokoh Bangsa: Pancasila Adalah Bagian dari Agama

Ditambah pengantar Azyumardi Azra, buku ini demikian lengkap. Di dalam pengantar yang cukup panjang Azra, memberi catatan penting dalam mencegah radikalisme dan terorisme dalam menjaga NKRI, utamanya dalam buku ini.

Azra, mengapresiasi buku ini menarik karena buku ini bertolak dari tesis yang sangat berani: bubarnya NKRI. Menurutnya, buku ini semacam menjadi warning bahwa jika polemik hari-hari ini tidak segera diatasi-diselesaikan, maka kahancuran NKRI akan benar-benar nyata.

Gejolak yang rutin seperti radikalisme kaum/ormas teroris dan separtisme di Aceh dan Papua, bagi Azra, menjadi goncangan sangat riskan yang bila tidak diantisipasi dengan strategi yang jitu dan mapan, menjadi kenyataan nyata bubarnya NKRI.

Menurut Azra, gejolak-gejolak radikal dan separatis menjadi diskursus yang wajib bukan saja agar masalahnya terbaca, malainkan agar bangsa Indonesia selamat dari malapetaka tersebut.

Ahmad Khoiri dkk, lewat buku Menakar Indonesia Bubar ini membawa kita menyelami problem realitas, berpikir reflektif akan segala takaran kemungkinan terburuk, lalu menguraikan optimisme ke arah kemajuan bangsa.

Kita tahu, radikalisme dan separatisme telah menyumbang besar bagi kekacauan dan bubarnya negera-negara seperti di Timur Tengah. Jika radikalisme menciptakan perpecahan, separatisme adalah keterpecahan itu sendiri. Bagi Azra, mungkin juga kita, jika radikalisme dan separatisme dibiarkan membabi buta, maka dampaknya sangat buruk, yaitu balkanisasi atau bubarnya NKRi.

Tetapi kita tahu, semuanya tidak menginginkan ke arah itu. Sebab, optimis dan langkah-langkah antisipatif ditulis dalam buku ini untuk menuju kemajuan-kamajuan sebuah bangsa damai tadi. Kita adalah bangsa yang selalu terus setia menjaga NKRI. Buku berhalaman 310 sungguh bagus merekam itu. Dan tau bagaimana posisi, menyusun strategi menuju negara yang damai, aman, dan permai, serta tahu bagaimana langkah utuh mempertahankan negara bernama Indonesia.

Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. […] Smackdown radikalisme penting polisi dan kita lakukan. Memang ini bukan pekerjaan polisi. Tapi jika mengaku mencintai membela bangsa dan negara, segala hal yang berpotensi merusak negara, sudah harus kita secara suka rela menolong-mengantisipasinya secara bersama-sama. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru