25 C
Jakarta

Membaca Cara Pikir Kaum Radikal yang Mudah Ditebak

Artikel Trending

KhazanahOpiniMembaca Cara Pikir Kaum Radikal yang Mudah Ditebak
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Berbeda halnya dengan pikiran, cara berpikir (manhaj al-fikr) seseorang nampaknya sedikit agak mudah untuk ditebak. Sangat jarang seseorang yang mampu menangkap pikiran orang lain, tetapi banyak di antara mereka yang mampu mengungkap cara berpikir orang-orang yang kerap hadir di lingkungannya. Boleh jadi karena kuatnya intensitas interaksi atau memang cara pikirnya familiar.

Benar, menurut saya, membaca cara berpikir orang itu mudah, setidaknya bisa dilakukan. Terlepas dari ilmu yang membahasnya, saya telah membaca cara berpikir sebagian manusia Indonesia yang aktif di dunia maya. Niat namun tanpa disadari, saya menyoroti pergerakan suatu kaum yang secara tersirat mengklaim dirinya sebagai pihak yang paling benar atau dalam istilah lainnya –masih menurut klaimnya- pihak yang paling mengikuti yang terbaik di antara yang buruk.

Biasanya, kita lebih suka melakukan verifikasi terlebih dahulu atas suatu berita. Benar atau tidaknya berita itu, pasti kita kroscek. Tentu saja hal ini menjadi bekal bagi kita untuk melanjutkan tindakan berikutnya, apakah berita tersebut akan diteruskan ke orang lain ataukah berhenti dengan memberikan catatan merah terhadapnya. Terlepas apakah berita tersebut menguntungkan atau bahkan sebaliknya.

Demikian pula dengan dalil. Sebagai orang normal, kita pasti akan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kepada siapa? Ya, tentu saja kepada ahlinya. Masa kepada akun hijrah. Jelas, ini dilakukan oleh kita sebagai orang awam. Berbeda dengan ahli, mereka akan memverifikasi dalil tersebut langsung pada sumbernya, Al-Qur’an, Hadis, Ijma’ dan Qiyas, setidaknya ini yang disepakati.

Bagi kita, hal demikian merupakan sesuatu yang normal, tetapi tidak dengan kaum radikal atau setidaknya mereka yang memiliki corak berpikir radikal. Sejauh penglihatan saya, mereka cenderung meyakini terjemah suatu dalil sebagai sebuah kebenaran dan dengan ketidakhati-hatiannya menganggap bahwa yang demikian merupakan ajaran Islam. Jujur, miris.

BACA JUGA  Argumentasi dari Khilafah ke Demokrasi, Para Islamis Harus Memahami Ini

Masih baik jika pemahaman mentah dalil itu hanya untuk pengamalan dirinya sendiri, parahnya, orang lain pun dicekoki dengan pemahamannya tersebut. Kalau sudah begini, apa lagi namanya kalau bukan dhill mudhill (sudah sesat, malah menyesatkan orang lain). Tentu akan beda cerita kalau saja mereka mau sedikit bersusah payah mengimbangi perasaan haus akan ilmu dan amalnya itu dengan memverifikasi maksud dalil tersebut kepada pihak yang memiliki otoritas.

Masih hasil analisa saya dari dunia maya. Mereka lebih menghubungkan segala sesuatu yang memiliki konotasi negatif dengan Islam. Di antara yang bisa diajukan sebagai contoh adalah digesernya libur tahun baru hijriyah baru-baru ini. Mereka menganggap yang demikian merupakan bentuk penghinaan kepada Rasulullah. Lainnya bahkan mengutip Surah al-Taubah: 37 dengan menyematkan titel kafir. Aneh, sungguh aneh. Speechless saya.

Jika kita sadar, mereka ini kerap menggembor-gemborkan bahwa Islam sedang diserang, direndahkan, dihinakan dan dihancurkan. Apa yang menjadi pegangannya? Ya, Surah al-Baqarah: 120. Lagi-lagi, terjemahan adalah jalan pintasnya. Saya justru merasa kasihan, betapa sempitnya ruang gerak mereka di dunia ini. Saya pikir, cara berpikir demikian harus diubah, setidaknya agar tidak bertindak konyol.

Sebagai akhir, akhir dari akhir, kunci dari segala kunci, khilafah adalah solusinya. Kalimat penutup inilah yang menjadi jargon terbaik yang diminati mereka dalam setiap kalamnya. Hal ini sekaligus menjadi ciri paten kaum radikal. Saat mereka melihat suatu masalah dinilai sukar untuk dituntaskan, maka khilafah adalah jalan keluarnya. Sudah menjadi rahasia umum, cara berpikir kaum radikal mudah ditebak.

Azis Arifin
Mahasiswa Magister Pengkajian Islam SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru