27.7 C
Jakarta

Melebur Dosa Dengan Berbuat Baik

Artikel Trending

Asas-asas IslamTasawufMelebur Dosa Dengan Berbuat Baik
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastinya tidak pernah terlepas dari salah dan khilaf yang mendatangkan dosa. Manusia memang bukan tanpa salah, namun demikian kesalahan yang mendatangkan dosa itu membuat manusia belajar untuk menghindarinya dan belajar menghapus dosanya. Perlu diketahui bahwa dosa segede apapun tetap akan diampuni oleh Allah, asalkan orang tersebut mau bertaubat. Dan perlu diketahui juga bahwa salah satu hal yang bisa dilakukan setelah berbuat dosa adalah melakukan kebaikan. Karena kebaikan akan melebur dosa.

Syekh Muhammad bin Abdullah dalam kitabnya Jawâhir al-Lu’lû’iyyah fi Syarhil Arba’în an-Nawawiyyah menuliskan kisah bahwa dosa itu bisa dilebur dengan kebaikan. Diceritakan suatu hari ada sahabat yang datang kepada Nabi, seraya mengadukan dosa yang telah diperbuatnya.

“Wahai Nabi, aku telah berbuat dosa besar, apa yang bisa menghapusnya?,” tanyanya

“Apakah dosamu lebih besar daripada langit,” tanya Nabi

“dosaku lebih besar daripada itu,”

“Apakah dosamu lebih besar dari Ars?

“Lebih besar dosaku,”

Lantas Nabi menimpali, “Kalau dengan ampunan Allah lebih besar mana?”.

“Lebih besar ampunan Allah,” jawab sahabat Nabi

Setelah menyadari bahwa Ampunan Allah itu amat besar, maka Rasulullah menganjurkan sahabat tersebut untuk berbuat kebaikan yang akan melebur dosa-dosanya

“lakukanlah jihad fi sabilillah!” seru Nabi

“Wahai Rasulullah, sungguh aku termasuk orang yang paling penakut, andaikan tidak ada keluarga yang menemaniku keluar rumah di malam hari, niscaya aku tidak akan keluar sama sekali.”

BACA JUGA  Hukum Mendoakan Buruk Orang lain Dalam Islam

“Ya sudah, bagaimana kalau puasa saja,”

“Demi Allah, wahai Rasulullah, aku sama sekali tidak bisa kenyang dengan makan roti (sama sekali tidak mampu berpuasa),”

“Kalau shalat malam bagaimana,”

“Wahai Rasulullah, andaikan keluargaku tidak membangunkanku untuk shalat subuh, aku pun tidak bisa bangun untuk melakukannya (untuk shalat subuh saja sangat berat, apalagi shalat malam),” jawab sahabat itu penuh kejujuran.

Amal Kebaikan Melebur Dosa

Melihat penolakan-penolakan dari sahabat yang berbuat dosa, Nabi tidaklah marah, malah Nabi tersenyum karena kejujurannya. Akhirnya dengan sifat kasih sayangnya Rasulullah memberikan kebaikan yang mudah dilakukan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan. Nabi bersabda

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Artinya: “Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman. yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung).

Dalam hadis yang lain, Nabi Muhammad juga bersabda

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya: “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan susulkanlah kebaikan pada keburukan yang dapat meleburnya, dan berperilakulah terhadap manusia dengan akhlak yang baik’.” [HR at-Tirmidzi]

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru