32.2 C
Jakarta

Melacak Kajian Musawarah; Circle Hijrah Para Artis

Artikel Trending

KhazanahTelaahMelacak Kajian Musawarah; Circle Hijrah Para Artis
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com- Kegiatan Hijrahfest di Surabaya yang dibatalkan beberapa waktu lalu, menjadi sangat penting untuk dibahas tentang afiliasinya dengan musuh bangsa Indonesia adalah HTI. Mengapa demikian? Kalau kita lihat orang-orang yang terlibat di dalamnya, seperti Arie Untung, selain artis dan influencer, ia adalah tokoh hijrah ulung yang cukup dekat dengan Fatih Karim. Dalam sebuah akun youtube, terlihat video dirinya bersama Fatih Karim yang berbincang tentang hijrah, hingga membahas tentang agama dan negara. Tidak hanya itu, yang menarik dari kegiatan Hijrahfest juga menyorot tentang eksistensi para artis hijrah, salah satunya Musawarah.

Keberadaan kajian musawarah ini, terdokumentasikan dalam akun youtube @Hijrahfest Official, yang memperlihatkan sebuah video kegiatan para artis hijrah, seperti; Teuku Wisnu, Dude Herlino, Irwansyah, Arie Untung, Ricky Harun, dan masih banyak lagi. Orang-orang ini, merupakan circle di belakang layer menyukseskan kegiatan Hijrahfest. Lalu, bagaimana keterkaitan Musawarah ini dengan HTI?

Hijrah membutuhkan lingkungan yang baik

Kajian Musawarah merupakan salah satu kajian yang digagas para artis hijrah untuk membumikan nilai-nilai Islam dan memperbaiki citra artis yang selama ini dikenal buruk, hedon dan sangat jauh dari ajaran-ajaran Islam. bersama musawarah ini, sejumlah artis masuk di dalamnya, mulai dari kalangan laki-laki dan perempuan. jika dilihat dari akun instagramnya di @kajianmusawarah, kampanye tentang nilai-nilai Islam kekinian memang sangat masif. Dibantu oleh para artis yang masuk dalam kajian tersebut, kajian ini menjadi sangat menarik untuk ditunggu oleh kalangan hijrah dan menjadi role model para anak muda dalam melakukan hijrah.

Dalam konteks artis hijrah, perubahan penampilan mereka menjadi salah satu sasaran empuk khalayak. Citra mereka di media online, merupakan citra visual yang akan menjadi framing dan representasi muslim masa kini. Dari sinilah kita akan mengetahui besarnya dampak para artis yang hijrah bagi kalangan masyarakat muslim khususnya pengguna media sosial. Tidak hanya itu, berdasarkan fakta tersebut, kita dapat mengetahui bahwa, kajian musawarah ini adalah satu dari sekian banyak kajian hijrah yang digagas oleh para artis untuk menciptakan lingkungan yang satu frekuensi dalam mengagas tentang hijrah serta memperbaiki kehidupan.

BACA JUGA  Keterasingan Diri dalam Keluarga: Potensi Seorang Anak Masuk dalam Pusaran Radikalisme

Terlibat dalam kegiatan hijrahfest dan meningkatkan keuntungan

Dari sekian banyak fakta yang sudah dipaparkan, pertanyaan yang paling utama untuk kita lontarkan adalah, bagaimana hubungan kajian musawarah dengan HTI? Semenjak dibubarkan HTI oleh pemerintah, organisasi ini menjelma di berbagai ruang yang tidak bisa dilacak. Mereka bereinkarnasi menjadi berbagai hal, mulai dari Lembaga seperti Yayasan Cinta Quran Foundation, Badan Waqaf Alquran hingga Indonesia Bisa Ngaji, dll. Lalu, bagaimana dengan kajian musawarah ini? Perlu diketahui bahwa, orang-orang yang terlibat dalam lingkaran Yayasan di atas, mereka juga terlibat di lingkaran hijrahnya para artis, baik sebagai guru ataupun menjadi partner kajian yang selalu dilakukan dan digaungkan.

Artinya, seperti apapun pemerintah memberangus radikalisme, upaya tersebut sejalan dengan kehadiran organisasi ataupun gerakan yang memiliki upaya untuk mendirikan negara Islam, yang tidak bisa dilacak secara kasat mata, dan memiliki basis pengikut yang sangat kuat bagi kalangan pecintanya. Pengaruh kajian musawarah ini cukup kuat untuk melihat gerakan religiositas yang dibawa oleh para artis. Kehadiran para artis hijrah yang dari awal tidak menutup aurat lalu menutup aurat, telihat tanpa relijius di publik. Para artis hijrah juga menjadi kebangkitan religiositas yang spektakuler. Mereka menciptakan komoditas agama baru yang sangat berbeda dari Islam yang ditampilkan oleh para masyarakat menengah ke bawah, utamanya masyarakat di desa yang selama ini pola keberagamaannya tradisional dan klasik.

Namun, menariknya dari gerakan artis hijrah ini, mereka tidak hanya tampil sebagai artis yang memiliki sumber pemasukan dari memerankan bintang film ataupun menyanyi, dll. Akan tetapi, mereka juga tampil sebagai entrepreuner muslim muda yang sukses dan mendapatkan banyak omset. Hal ini juga menjadi salah satu indikator bahwa citra para artis yang sedang hijrah akan semakin naik. Tidak hanya itu, branding tersebut sangat berguna untuk menaikkan endorse dan peningkatan penjualan mereka. Sokongan dukungan para artis hijrah kepada kegiatan hijrahfest ini, salah satunya sebagai basis penguatan ekonomi, mencari untung dan meningkatkan branding dirinya yang sedang berupaya untuk menjalankan ajaran Islam secara kaffah. Wallahu a’lam

Muallifah
Muallifah
Mahasiswi Magister Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Bisa disapa melalui instagram @muallifah_ifa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru