25.4 C
Jakarta

Maulid Nabi dan Kecintaan Kita Terhadap Rasulullah

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Memasuki bulan Rabiul Awal, bulan di mana Rasulullah dilahirkan, gema kumandang perayaan Maulid Nabi semakin bergelora. Hampir semua instansi pemerintah dan swasta di Indonesia merayakan hari lahirnya Rasulullah dengan mengadakan Maulid Nabi. Di kampung-kampung Jawa sendiri ketika memasuki bulan Rabiul Awal, sudah menjadi tradisi untuk membaca kitab biografi perjalanan Rasulullah seperti Barjanji, Diba, Simtudluror dll.

Pembacaan kitab biografi Rasulullah ini ada yang dilakukan dari tanggal satu sampai dua belas, yaitu tepat hari lahirnya Rasulullah. Dan ada yang dilakukan satu bulan penuh selama bulan Rabiul Awal.

Aliran-aliran dalam Islam yang awalnya menolak dan membid’ahkan perayaan hari lahir Nabi Muhammad. Karena dinilai hal ini tidak ada di masa Rasulullah pun akhirnya juga mengadakan perayaan Maulid Nabi. Walhasil, pada akhirnya semua umat Islam akan merayakan Maulid Nabi ini.

Tradisi Perayaan Maulid Nabi

Gema gelora perayaan Maulid Nabi ini menjadi salah satu indikator kecintaan kita sebagai umat Islam kepada Nabi Muhammad. Nabi yang telah membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya keislaman.

Perlu diketahui bahwa perayaan Maulid Nabi ini telah menjadi tradisi masyarakat Islam Indonesia. Bahkan, tradisi perayaan Maulid Nabi melalui pembacaan kitab biografi Nabi tidak hanya dilakukan selama bulan Rabiul Awal saja, melainkan hampir setiap waktu sepanjang tahun.

Bahkan sudah menjadi tradisi juga setiap ada kelahiran seseorang, ketika akan diberi nama, juga diadakan pembacaan kitab biografi Nabi. Hal ini tentu dengan tujuan semoga dengan dibacakan kitab biografi Nabi, sang bayi kelak bisa meneladani dan meneruskan perjuangan Nabi dalam berdakwah.

Ini semua menandakan bahwa kecintaan kita, khususnya masyarakat Indonesia dan umat Islam pada umumnya begitu tinggi. Masyarakat berharap dengan kecintaan terhadap Nabi melalui perayaan Maulid Nabi ini, kelak mereka akan dikumpulkan bersama Rasulullah.

Hal ini didasarkan sebuah sabda Nabi bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama yang dicintainya. Rasulullah bersabda

عن إبن مسعود رضي الله عنه قال جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud ia berkata: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Rasul mengenai seorang yang mencintai sesuatu kaum, tetapi tidak pernah menemui kaum itu?” Rasulullah bersabda: “Seorang itu beserta orang yang dicintainya. [HR. Bukhori-Muslim].

 

 

 

 

 

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...