31.5 C
Jakarta

Masih Saktikah Pancasila Hari Ini?

Artikel Trending

EditorialIndonesiaMasih Saktikah Pancasila Hari Ini?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Setiap tanggal 1 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Hari dimana Pancasila berhasil menunjukkan kesaktiannya dalam mengikat teguh tali kebangsaan, melewati pertentangan ideologis pada era tahun 1965. Di tengah benturan keras  ideologi pada saat itu, Pancasila tampil menjadi solusi tepat dan final untuk meredakan ketegangan, menarik elemen bangsa yang tercerai, serta menyelaraskan semua kebhinekaan dalam komitmen sakti 5 sila.

Hari ini Pancasila kembali diuji kesaktiannya untuk meredakan geliat anak bangsa yang terlalu menonjolkan politik identitas, intoleransi dan mengusung ideologi “impor” yang tidak memiliki akar kearifan budaya dari leluhur dan para founding fathers bangsa. Akibatnya, harmoni dan sendi-sendi kebangsaan terganggu bahkan terancam.

Kita paham betul bahwa saat ini ibu pertiwi sedang dirundung oleh wabah radikalisme-terorisme yang berakar dari ideologi khilafah, sehinga head to head berhadapan langsung dengan Pancasila.

Semua elemen bangsa perlu disadarkan tentang ancaman ideologis ini dan mengetengahkan Pancasila Sakti sebagai ideologi kebangsaan dan keindonesiaan kita. Dalam hal ini Pancasila perlu terus didialogkan untuk mengejawantahkan kebutuhan kekinian dan kedisinian, sekaligus menjawab tantangan zaman.

Internalisasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Pertama, Ketuhanan yang Mahas Esa. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kemudian juga berarti saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Hari ini kita melihat betapa tindakan intoleransi masih terjadi dimana-mana. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa implementasi sila pertama Pancasila mulai terganggu.

Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antar sesama manusia. Berani membela kebenaran dan menegakkan keadilan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kita melihat sila kedua ini mulai memudar dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Rasa tenggang rasa, terkalahkan oleh perilaku individualistik dan liberalisme.

Ketiga, Persatuan Indonesia. Berarti menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Hari ini Indonesia sedang menghadapi ancaman rasisme, radikalisme dan ekstrimisme, yang hanya dapat diselesaikan dengan sila ketiga ini. Menyadarkan seluruh elmen bangsa tentang komitmen persatuan dalam bingkai NKRI.

BACA JUGA  Menuntaskan Kasus Sambo Demi Pancasila dan NKRI

Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan. Sila keempat ini sejatinya adalah ciri dan karakter bangsa Indonesia. Hal ini harus tercermin dalam semangat gotong-royong, mengutamakan musyawarah, dan merawat kearifan lokal dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, harus menjadi komitmen bersama untuk mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu kemerdekaannya yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, segera terwujud.

Gambaran kondisi masyarakat Indonesia yang mulai menjauh dari nilai-nilai Pancasila; –sebagaimana tergambar di atas, menuntut semua elemen bangsa untuk sama-sama mencari solusi konkrit; agar NKRI tetap kokoh dan semakin maju. Kami sebagai generasi milenial, mencoba menawarkan dialog kebangsaan dengan menghidangkan Pancasila Sakti kepada seluruh elemen bangsa, untuk dinikmati sebagai nilai-nilai lezat warisan abadi, yang telah terbukti merkat-kuat Indonesia dalam NKRI.

Guna untuk memperkokoh dan juga sebagai upaya serius mengembalikan peran penting Pancasila dan kesaktiannya sebagai ideologi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia; Harakatuna Media akan menggelar dialog kebangsaan lintas generasi. Acara yang akan dihelat pada tanggal 06 Oktober 2019 nanti menghadirkan tokoh-tokoh bangsa lintas generasi dan iman sebagai potret keragaman dan kedamaian Indonesia.

Maka dari itu; mari ramaikan acara ini dan temukan, lalu sebarkan serta amalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar kesaktian Pancasila benar-benar hadir dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh bangsa dan negara kita ini. Untuk info lebih lanjut dan detail acara, silahkan klik di sini.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru