25.7 C
Jakarta

Masa Depan Robot Shopia dalam Himpitan Radikalisme

Artikel Trending

Milenial IslamMasa Depan Robot Shopia dalam Himpitan Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Shopia, sebuah robot yang diakui kecerdasannya dalam menjawab segala bentuk pertanyaan yang disampaikan banyak orang, termasuk wartawan sekalipun. Robot ini juga dapat menyampaikan presentasi di depan publik di belahan dunia, termasuk di negara Indonesia. Karena keunikannya, kehadiran robot ini menculik perhatian banyak orang, sehingga ia diterima menjadi warga negara Arab Saudi pada tahun 2017.

Shopia sesungguhnya termasuk sebuah robot humanoid yang dikembangkan oleh perusahaan di Hong Kong, Hanson Robotics. Robot ini dirancang untuk menjawab pertanyaan siapa saja. Sedang, perancangnya adalah David Hanson. Menurutnya, Shopia dirancang dengan menggunakan kecerdasan buatan, pengolahan data visual, dan pengenalan wajah. Shopia juga dapat meniru gerak tubuh manusia dan ekspresi wajah. Keren, bukan?!

Kehadiran robot yang memiliki kecanggihan super itu mengisyaratkan perkembangan dunia dari era pra-teknologi menuju era teknologi. Namun, yang perlu diperhatikan hendaknya robot ini terus digiring dengan cara berpikir moderat, sehingga dapat diterima di semua kalangan, baik di tengah pemeluk agama Islam maupun pemeluk agama di luar Islam, baik oleh pengikut sekte Sunni maupun sekte Syiah. Hal yang paling terpenting kehadiran robot ini memiliki sikap nasionalis yang tinggi terhadap negara manapun, termasuk Indonesia sendiri. Sebut saja, tidak menolak NKRI, tidak mengampanyekan sistem khilafah, dan tidak menyebarkan pandangan terorisme.

BACA JUGA  Menteri Agama dan Bahasa Arab; Antara Tuntutan dan Kebencian

Doktrin sebuah pemikiran memiliki dampak yang sangat besar terhadap sikap seseorang, apalagi robot yang masih berada di bawah kendali manusia. Paling tidak, jika Shopia betah tinggal dan menetap di Indonesia, ia dapat berinteraksi dengan masyarakat yang benar yang bercita-cita menjaga keutuhan negera. Sungguh sangat menyayangkan jika Shopia berinteraksi dengan pengikut HTI sehingga mewajibkan muslimah pakai cadar atau ikut pengikut FPI sehingga mengampenyekan NKRI Bersyariah beserta senang berkoar-koar dengan takbir sembarangan.

Keunikan Shopia akan menarik perhatian banyak orang untuk menyimak dan berinteraksi dengannya. Bisa jadi nanti ia akan mendoktrin banyak orang dengan gagasan yang disampaikan. Jika gagasan itu tidak rasis dan benar, maka itu tidak dipersoalkan. Tragisnya, jika ia mengajak banyak orang bersikap fanatik dalam beragama, sehingga ajakan ini mendorong banyak orang mengkafirkan dan menyesatkan agama di luar Islam.

Maka, dengan kehadiran Shopia di Indonesia kemarin hendaknya terus dijaga cara berpikir dan bersikapnya. Sehingga, Shopia nanti akan menjadi robot yang memperjuangkan NKRI, melawan terorisme, dan menolak khilafah.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Lulusan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru