Macam-Macam Hati (Qalb) (1)

Macam-Macam Hati (Qalb) (1)
Oleh : Didi Junaedi*

Di dalam al-Qur’an disebutkan dua puluh macam atau jenis hati manusia dengan beragam karakteristiknya. Untuk lebih memudahkan kita memahami masing-masing jenis hati yang disebutkan di dalam al-Qur’an, penulis akan menjelaskan macam-macam hati tersebut secara bertahap. Ada pun setiap tahap akan berisi lima jenis hati.

Berikut penulis jelaskan secara singkat kelima macam hati manusia (bag. Pertama) dengan beragam karakteristiknya tersebut menurut al-Qur’an :

  1. Qalbun salim, yaitu hati yang sehat, bersih (selamat). Artinya hati yang sehat, bersih dan selamat dari kekufuran dan kemunafikan. Hati yang ikhlas lillahi ta’ala. Termaktub dalam Q.S. Asy-Syu’ara: 89. إلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ , “…kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
  2. Qalbun munib, yaitu hati yang selalu kembali dan bertaubat kepada Allah. Termaktub di dalam Q.S. Qaf: 33. مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَآءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ , “…(yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat.”
  3. Qalbun mukhbit, yaitu hati yang tunduk dan tenang. Termaktub di dalam Q.S. Al-Haj: 54. وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ , “Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya.”
  4. Qalbun wajil, yaitu hati yang takut kepada Allah serta khawatir kalau amalnya tidak diterima Allah, serta tidak selamat dari siksa (api) neraka. Termaktub dalam Q.S. Al-Mukminun: 60. والَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآءَاتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ , “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”
  5. Qalbun taqiy, yaitu hati yang selalu mengagungkan syiar-syiar Allah. Termaktub di dalam Q.S. Al-Hajj: 32. ذلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّـهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ, “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”
Baca Juga:  Agar Rezeki Penuh Keberkahan (3)

*Penulis adalah dosen IAIN Syekh Nurjati, Cirebon