30.5 C
Jakarta

Legislator Kaltim Ingatkan Masyarakat Hindari Paham Radikalisme

Artikel Trending

AkhbarDaerahLegislator Kaltim Ingatkan Masyarakat Hindari Paham Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Kutai Kartanegara – Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengingatkan kepada semua masyarakat untuk menghindari paham radikalisme yakni ideologi yang menyimpang dari Pancasila.

Hal itu disampaikan Samsun pada kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di wilayah IV Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Samboja yang diikuti sebanyak 119 satuan Perlindungan Masyarakat atau Linmas se-Kecamatan Samboja, Sabtu.

“Radikalisme adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan tatanan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara kekerasan,” jelasnya.

Dia mencontohkan, baru-baru ini terjadi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, hal itu karena ideologi radikal.

“Hal seperti itu sebenarnya bisa dicegah melalui peran aktif satuan Linmas untuk melakukan pengawasan di lingkungannya masing-masing,” katanya.

Situasi di lingkungan masyarakat, ujar dia, jangan sampai lengah atau mengabaikan orang baru di sekitar kita. Segera lakukan pendekatan, cari tahu latar belakangnya, agar lingkungan aman dari paham atau ideologi selain Pancasila.

“Hal ini bisa menjadi deteksi dini pencegahan radikalisme. Peran Linmas sangatlah penting,” katanya.

Menurutnya, Linmas sebagai ujung tombak pertahanan terdepan pengamanan negara, menjaga masyarakat dari paham radikalisme yang bertentangan dengan dasar negara Pancasila.

Pada sosialisasi wawasan kebangsaan itu, Samsun memberikan upaya penguatan terhadap empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Dijelaskannya, empat pilar atau empat konsensus wawasan kebangsaan tersebut telah final. Meskipun banyaknya suku bangsa, agama yang berbeda serta budaya yang berbeda di Indonesia, namun hingga sekarang Indonesia masih tetap aman, tentram dan damai.

Lanjutnya, berbeda dengan di luar negeri, ada suku bangsa satu, namun tak bisa bersatu, selalu perang.

“Kita bersyukur para pendiri negeri ini memperhatikan fondasi negara. Keamanan, ketentraman dan kedamaian merupakan modal dalam pembangunan,” ujar Samsun.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru