32.1 C
Jakarta

Konten Pengajian Radikalisme Masih Banyak di Jabar

Artikel Trending

AkhbarDaerahKonten Pengajian Radikalisme Masih Banyak di Jabar
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyatakan bahwa pengajian berkonten radikalisme masih banyak ditemukan di wilayahnya. Pendakwah dengan konten keras dilakukan tidak secara gamblang pada publik.

Sekertaris Umum (Sekum) MUI Jabar, Rafani Akhyar mengatakan, untuk jumlah dari pengajian yang mengajak radikalisme sendiri tidak bisa kita hitung dengan angka. Menurut dia, hal ini kita harus lakukan dengan rapih dan tertutup.

“Pola yang dahulu masih ada dan berjalan pengajian yang sifatnya keras intoleran dan radikal. Selama itu tetap ada walaupun itu tadi laporan terakhir mah belum masuk lagi. Kalau data yang dahulu semua juga sudah tahu lah,” ujar Rafani saat pada Senin (5/4/2021).

Pengajian intoleran dan mengundang konten radikalisme biasanya tidak mereka lakukan secara terus menerus. Pengundang pengajian mereka selingi dengan menghadirkan pendakwah yang moderat agar pengajian tidak radikal.

“Kadang masjid itu di Bandung misal, ada mengundang mubalig moderat, keras diundang, mubalig yang menyerempet radikalisme itu juga hadir. Jadi menurut saya harus dipantau itu mubalignya,” tuturnya.

2. Sensoring konten keagamaan masih lemah

Mengetahui pengajian radikalisme bisa kita lihat dari pendakwahnya. Sebab, ada juga masjid yang memang moderat namun oleh DKM-nya justru mengundang pendakwah yang memiliki latar belakang intoleransi.

BACA JUGA  Polres Kuansing Taja Cegah Persebaran Paham Radikalisme dan Anti Pancasila

“Pengajian Itu sangat terpengaruh dengan siapa yang mengisi. Sensoring keagamaan pada layanan digital juga kurang, dan ini perlu tenaga yang paham betul buat sensor keagaman itu,” jelasnya.

Masyarakat dalam mengikuti pengajian ada baiknya bisa melihat terlebih dahulu siapa pendakwahnya, dan bagaimana latar belakangnya. Rafani berpesan, umat jangan sampai salah menerima dan terpengaruh pada konten negatif.

“Kalau mengundang hal aneh segera konfirmasi sama MUI sekitar dan belajar agama harus pada kiyai yang memang belajar agama. Kenapa jadi radikal dan liberal ini karena memahami agama tidak pada kesejatian,” kata dia.

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru