25.2 C
Jakarta

Khilafah Islamiyah ala ISIS Hanya Omong Kosong

Artikel Trending

Harakatuna.com. Surakarta-Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah IAIN Surakarta menggelar Bedah Buku “300 Hari di Bumi Syam” di Gedung Fakultas Syariah, pada Jum’at (27/11) kemarin. Acara tersebut dihadiri langsung oleh penulis buku yang sekaligus returnis eks-ISIS, Febri Ramdani, Reviewer Jurnal Sosiologi UIN Sunan Kalijaga, Mujibuddin sebagai pembanding, dan Aris Widodo, dan Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Surakarta sebagai keynote speaker.

Acara bedah buku dimoderasi Erwan Haryadi, Kordinator Divisi PARB DEMA Fakultas Syariah, dan dimeriahkan oleh sekitar 110 peserta dari kalangan mahasiswa IAIN Surakarta. Terhitung, acara berlangsung selama 3 jam, mulai jam 13.30 s/d 16.30 WIB. Peserta pun aktif, dilihat dari antusiasme mereka ketika sesi tanya-jawab di akhir diskusi bedah buku.

Rinaldi selaku Ketua DEMA Fakultas Syariah mengatakan, di tengah pandemi COVID-19, semangat untuk tetap belajar tidak boleh surut. Menurutnya, acara bedah buku tersebut bisa menjadi sarana sekaligus langkah DEMA Fakultas dalam menciptakan kader kaya gagasan, juga menjadi ikhtiar membentengi diri agar tidak terjerumus ke dalam kelompok transnasional seperti ISIS. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Penerbit Milenia atas terselenggaranya acara tersebut.

“Terima kasih kepada teman-teman dan semua pihak. Ini merupakan acara yang bagus. Kita bisa belajar mengenai ISIS melalui buku 300 Hari di Bumi Syam ini, dan saksi hidupnya sudah hadir di tengah-tengah kita,” ujarnya.

BACA JUGA  Radikalisme Atas Nama Agama Resahkan Ormas dan Masyarakat

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Aris Widodo menuturkan, ia sangat mengapresiasi acara tersebut. Dirinya bercerita, ketika kunjungannya ke Wina beberapa waktu yang lalu, ia bertemu dengan salah satu pakar terorisme yang memberitahunya tentang bagaimana ISIS melakukan rekrutmen kader. Karenanya, ia mewanti-wanti para mahasiswa agar tidak terjerumus ke dalam pangkuan ISIS.

“Motif perekrutan ISIS adalah menampilkan sesuatu secara islami sehingga orang terpengaruh. ISIS itu sangat berbahaya, dan kita harus menyelamatkan generasi. Buku Febri ini menjadi bukti nyata,” terangnya.

BACA JUGA  Masyarakat Cinta Damai Kalbar Deklarasi Gerakan Anti Radikalisme

Ketika Febri sudah presentasi tentang bukunya, pembanding memberikan sedikit catatan mengenai buku perjalanan hidup sang returnis. Beberapa poin tidak ia dapati dari buku, misalnya peta politik pemerintah Suriah itu sendiri. Kendati demikian, ia menegaskan apresiasinya terhadap buku tersebut. “Melalui buku ini, khilafah Islamiyah ISIS diketahui bahwa itu hanya omongan belaka,” jelasnya.

Salah satu peserta, Anifah memantik pertanyaan, disusul penanya lainnya. Diskusi mengalir secara aktif, dan acara bedah buku diakhiri dengan pemberian cendera mata kepada penulis buku, pembanding, juga doorprize kepada para penanya. [Khr]

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru