Keutamaan Membaca Surat Yasin (Kajian Ramadhan II)


0
45 shares

Sebagaimana yang di harapkan Nabi Muhammad SAW, yaitu setiap umatnya bisa menancapkan surat Yasin di kalbu tiap umatnya, yaitu dengan menghafal, memahami, dan mengamalkannya, InsyaAlloh kita bahas bersama sama ayat per ayat.

  1. يس

Ulama tafsir berbeda pendapat mengenai ayat ini, ada beberapa pendapat, yaitu:

Pertama, ayat Yasin memiliki arti ya insan yang artinya wahai manusia, sebagaimana yang di sampaikan Ibnu Abbas RA, dan juga Said IBN Jubair, yang mengatakan memang seperti itu seperti bahasa Habsyah ( Euthopia)

Kedua, Yasin adalah salah satu nama agung Alloh SWT, sebagaimana di sampaikan oleh Malik ibnu Zaid ibnu Aslam.

Ketiga, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Yasin adalah untuk menarik perhatian pendengar, karena pada saat itu tidak ada syair syair yang di dahului huruf huruf seperti Yasin,  dan sekaligus sebagai bukti bahwa ini bukan buatan Nabi Muhammad SAW, tapi Wahyu dari Alloh SWT.

Keempat, adalah menjadi rahasia Alloh SWT, Alloh lah yang lebih tau,

Kembali kepada kaedah, apabila ada perbedaan pendapat, maka ikutilah pendapat yang memiliki dalil yang lebih kuat, namun jika tidak, hendaklah sebaiknya diam sampai jelas permasalahannya.

٢.  وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ (2)

Demi Al-Qur’an yang penuh dengan hikmah. (Yasin: 2)

Maksudnya adalah ayat yg muhkam, yaitu yang tidak ada kebatilan, baik dari depan maupun belakang.

٣. إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

  1. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul.

Ayat ini di tujukan kepada Nabi Muhammad SAW, adalah sebagai salah satu Rasul yang di utus oleh Dia yang Maha Esa, karena sebelumnya banyak Rasul yang telah di utus Alloh SWT, karena Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir, maka risalah nya mencakup dan melengkapi risalah risalah sebelumnya.

Baca Juga:  Hoax Sebagai Alat Provokasi Massa (Bagian I)

Logikanya adalah seperti pengalaman kita, kita pasti selalu memiliki pengalaman yang baru, maka pengalaman baru itu pastilah lebih baik, lebih kompleks, dan cakupannya lebih luas dibanding pengalaman sebelumnya.

Maka sebagai risalah akhir, Al Qur’an mencakup, menggantikan, menghapus semua risalah sebelumnya.

Dan Al Qur’an juga menyediakan model yang sempurna, yaitu Nabi Muhammad SAW, walaupun beliau Nabi yang di turunkan di tanah Arab, namun beliau di peruntukan untuk semua umat manusia, artinya risalah nya adalah universal, yang bisa di terapkan oleh siap saja dan dimana pun juga kapanpun.

٤. عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

  1. (yang berada) di atas jalan yang lurus

Maksudnya adalah, berada pada suatu tuntunan, agama yang benar, dan syariat yang lurus.

Ayat ini masih di tujukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Jalan lurus (Shirothol Mustaqim) adalah jarak terdekat antara dua titik, antara subjek dan objek, antara Tuhan dan manusia,  Manusia harus menempuh jalan Islam, melalui iman menuju amal kebajikan (ihsan), untuk memperoleh pengetahuan tauhid, yang melaluinya ia dapat menyelam ke dunia yang penuh makna.

Jika tujuan tauhid tidak selalu hadir dalam pikiran orang-orang muslim, berarti keislaman mereka tipis dan luntur karena tergoda pada jalan yang menyimpang. Masjid menjadi kosong (dari jamaah) atau sekalipun penuh tetapi semu, karena kebanyakan yang datang sekadar formalitas belaka. Fenomena ini banyak dijumpai di sebagian besar dunia Islam, karena jalan (tauhid) ini tidak lagi mumi untuk mengingat Allah, atau mengenal Allah. Di banyak wilayah Islam, Islamlah yang dipuj’a dan disembah, bukannya Allah. Padahal, Islam hanyalah alat untuk mencapai Allah, bukan tujuan itu sendiri.

Kesimpulannya adalah:

  1. Yasin, artinya Alloh dan RosulNYA lebih tahu.
  1. Nabi Muhammad SAW adalah Nabi penyempurna Nabi nabi sebelumnya, dan Al Qur’an sebagai pelengkap kitab kitab sebelumnya, dan berlaku untuk semua umat, berlaku untuk siapapun dan kapanpun.
  1. Dalam menempuh jalan lurus, haruslah murni menyembah Alloh SWT, bukan hanya agama Islam yang menjadi tujuan, tapi agama Islam adalah alat menuju jalan yang lurus, yaitu mengharap ridho dari Alloh SWT.
Baca Juga:  Tuhanpun Berinisiatif Mencipta Perbedaan (Bagian-IV)

Mahfud Said, SIP, Ketua Komunitas Da’i Da’iah Indonesia dan Permata Indonesia

 


Like it? Share with your friends!

0
45 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
1
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.