27.7 C
Jakarta

Kepala BNPT Buka Suara Atas Tudingan Singapura Pada UAS

Artikel Trending

AkhbarNasionalKepala BNPT Buka Suara Atas Tudingan Singapura Pada UAS
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapat penolakan saat masuk ke Negara Singapura. Penolakan ini dikaitkan dengan paham radikalisme dan terorisme terhadap UAS itu sendiri. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan bahwa penolakan yang menimpa UAS merupakan tindakan tegas dari pemerintah Singapura.

UAS mendapat penolakan saat masuk ke Singapura. Penolakan tersebut dikaitkan dengan paham radikalisme dan terorisme terhadap UAS itu sendiri. “Pemerintah Singapura punya aturan sendiri dan tegas, Jadi bukan karena UAS, tapi karena narasi yang disampaikan UAS,” kata Boy di Universitas Bung Karno, Selasa (24/5/2022).

Boy berujar bahwa terkait penolakan yang dilakukan terhadap UAS menjadi hak pemerintah Singapura, tidak ada hubungannya dengan soal agama.

BACA JUGA  Gus Miftah: Kebencian kepada Pemimpin Picu Kasus Radikalisme

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk Singapura bersama rombongannya datang ke Singapura melalui Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, Senin (16/5/2022).

Pada hari yang sama, UAS bersama rombongannya dikembalikan ke Indonesia menggunakan kapal feri melalui Batam, Kepulauan Riau. Singapura kemudian memberi penjelasan mengapa menolak UAS masuk, salah satu alasannya yaitu UAS pernah berceramah soal bom bunuh diri dibolehkan dalam konteks Israel-Palestina.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru