28.3 C
Jakarta

Kemensos Paparkan Strategi Tangani Radikalisme Kepada Menteri Kyrgyztan

Artikel Trending

AkhbarNasionalKemensos Paparkan Strategi Tangani Radikalisme Kepada Menteri Kyrgyztan
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Penanganan terorisme di Indonesia telah menjadi sumber pembelajaran dari beberapa negara di dunia, salah satunya Kyrgyztan. Kali ini, Menteri Kehakiman Kyrgyztan Aiaz Baetov berkunjung ke Indonesia dalam rangka mengatasi masalah terorisme dan radikalisme, terkhusus dalam bidang rehabilitasi. Kunjungan tersebut diterima secara langsung oleh Kementerian Sosial RI, Selasa (6/12/2022).

Bagi Kyrgyztan, Indonesia memiliki banyak pengalaman dalam menangani masalah gerakan teroris dan radikal. Pengalaman Indonesia diharapkan bisa membantu Kyrgyztan menghadapi masalah serupa.

Secara geopolitik, Kyrgyztan merupakan negara yang berdekatan secara wilayah dengan Afghanistan. Hal tersebut membuat memudahkan warga negara Kyrgyztan untuk bergabung denfan kelompok ekstrimis. Bahkan, saat ini Kyrgyztan menghadapi gelombang deportan dan returnis yang pulang kampung.

“Kami menghadapi masalah-masalah baru. Oleh karena itu kami perlu memahami langkah ke depan dan bergabung dengan negara lain untuk mencari solusi. Karena itu kami sangat berterima kasih sudah diterima di Indonesia. Kami sangat berharap bisa saling berbagi pengalaman,” kata Aiaz Baetov.

Kunjungan Menteri Kehakiman Kyrgyztan tersebut disambut baik oleh Kementerian Sosial RI. Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Salahudin Yahya menjelaskan bahwa di Kemensos terdapat Direktorat Korban Bencana dan Kedaruratan (KBK) dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak yang memberikan program rehabilitasi sosial bagi eks napiter, keluarga, dan anak terpapar radikalisme.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Rehsos KBK sekaligus Direktur Rehsos Anak Kanya Eka Santi mengungkapkan bahwa Indonesia juga mengalami masalah yang relatif sama dengan Kyrgyzstan. “Di Kami bekerja sama dengan lembaga dan kementerian lain untuk memberikan layanan yang komprehensif,” tuturnya.

Paham ekstrimisme kekerasan telah menjalar ke seluruh komponen keluarga, yaitu perempuan dan anak. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemensos menggunakan pendekatan berbasis residensial, keluarga, dan masyarakat.

Untuk eks napiter misalnya, diberikan program pemberdayaan seperti keterampilan yang disalurkan melalui keluarga dan Lembaga Kesejahteraan Sosial.

“Kami berikan pelatihan seperti cuci mobil, bengkel, atau usaha lainnya. Dengan pemberian modal dari kami. Jadi mereka bisa berjualan dan beternak. Di Sulawesi Tengah kami memberikan dukungan kepada 30 orang eksnapiter untuk mendukung usaha mandiri,” jelasnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru