25 C
Jakarta

Kemenangan Taliban dan Urgensi Mewaspadai Ideologi Transnasional

Artikel Trending

KhazanahOpiniKemenangan Taliban dan Urgensi Mewaspadai Ideologi Transnasional
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Beberapa hari ini, di berbagai media baik cetak maupun online Taliban menjadi trending topic yang tidak sekadar di kalangan para akademisi, masyarakat dan pengamat politik, melainkan di kancah nasional bahkan internasional. Itu setelah Taliban menguasai pemerintahan dengan jatuhnya ibu kota Kabul dan hampir seluruh wilayah di Afghanistan dalam hitungan hari tanpa ada perlawanan dari Tentara Nasional Afghanistan atau ANA (Afghanistan National Army). Taliban dengan ideologi Salafi-nya pun banyak mendapat respons euforia.

Keberhasilan Taliban merebut kekuasaan Afghanistan, memantik reaksi euforia dan suka-cita dari beberapa kelompok ideologi Islam transnasional tidak terkecuali di Indonesia. Seperti Jamaah Islamiyyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan lain sebagainya. Bahkan, mereka menganggap bahwa keberhasilan tersebut sebagai sebuah prototipe ideal dari gerakan Islam transnasional.

Itu artinya, apa yang dilakukan Taliban tidak cukup sekadar dimaknai sebagai sebuah organisasi atau gerakan politik spesifik di Afghanistan. Tetapi lebih dari itu, keberadaan Taliban seakan tengah menjelma menjadi semacam paham atau ideologi transnasional.

Artinya, suatu gerakan keislaman dengan berbasis pada kekerasan, anti-pluralitas dan berorientasi menegakkan “sistem khilafah” secara universal. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa Taliban bisa menjadi angin segar bagi lahirnya gerakan kelompok radikal keagamaan di pelbagai negara tidak terkecuali negara Muslim.

Memperkaya Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama

Di Indonesia misalnya, sebagai negara yang mayoritas warga-negaranya termasuk penduduk Muslim terbesar di dunia menjadi lahan subur tumbuh dan berkembangnya gerakan ideologi Islam transnasional. Karenanya, patut bagi kita untuk mewaspadai kemenangan Taliban agar tidak dijadikan sebagai momentum untuk mempropagandakan ideologi transnasional.

Seperti sudah jamak diketahui bahwa, di Indonesia masih terdapat sejumlah organisasi transnasional yang memiliki tujuan serupa Taliban; yakni bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah dan mengganti ideologi Pancasila menggunakan kekerasan, memaksakan kehendak hingga aksi terorisme untuk menegakkan sistem khilafah dengan menerapkan syariat Islam secara penuh di muka bumi.

BACA JUGA  Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah di Era Covid-19

Oleh karenanya, eksistensi ideologi Islam transnasional di negara tercinta ini, menjadi ancaman serius yang dapat meluluh-lantakkan terhadap keutuhan NKRI kapanpun. Maka, pelbagai cara perlu kita lakukan untuk membendung laju gerakan tersebut salah satunya dengan memperkaya wawasan kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat.

Sebab, hal ini menjadi fondasi utama sebagai perekat bangsa agar tidak mudah dihancurkan oleh kelompok-kelompok yang berusaha memecah-belah persatuan dan kesatuan yang telah diraih sekian lama bangsa Indonesia, sebagaimana kasus Taliban di Afghanistan.

Pun, yang tidak kalah urgennya adalah penguatan wawasan moderasi beragama di tengah masyarakat. Hal ini perlu digalakkan sedini mungkin oleh seluruh elemen masyarakat mengingat, di Indonesia gerakan ideologi Islam transnasional kerap kali mengatasnamakan agama untuk mencapai tujuannya, yakni tegaknya khilafah Islamiyah. Bahkan, perilaku demikian bagi mereka dianggap sebagai ajaran agama yang sebenarnya.

Maka, sudah menjadi tugas dan kewajiban bagi kita sebagai warga-negara Indonesia untuk selalu mengampanyekan wawasan kebangsaan dengan didasarkan pada nasionalisme dan cinta Tanah Air yang kuat serta moderasi beragama. Dimana, Indonesia sebagai negara yang notabene masyarakatnya adalah pluralis dan multikultural.

Sehingga, dengan demikian negara kita ini mampu membendung gerakan-gerakan kelompok anti-Pancasila dan keberagaman yang telah lama mengakar di tengah masyarakat, baik dari sisi internal maupun eksternal. Guna untuk mewujudkan kehidupan beragama dan berbangsa secara harmonis, damai serta menjunjung tinggi keragaman yang ada di negara Indonesia. Wallahu A’lam.

Saidun Fiddaraini
Penulis Lepas

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru