30.3 C
Jakarta

Keluarga dan Desa Bisa Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme

Artikel Trending

AkhbarDaerahKeluarga dan Desa Bisa Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jombang – Aksi radikalisme dan intoleransi di kalangan generasi muda dianggap masih cukup marak. Sehingga keluarga dan desa disebutkan bisa menjadi garda terdepan menangkal radikalisme.

Hal tersebut disampaikan oleh Tim Dosen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) saat menggelar program pengabdian masyarakat di Kampung Pancasila Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu (29/10/2022).

Kegiatan yang diketuai oleh Novy Setia Yunas, dengan anggota Andy Ilman Hakim, dari Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya ini merupakan kewajiban akademik yang mengacu pada salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat.

Yunas sapaan akrabnya mengatakan, keberadaan Kampung Pancasila merupakan ikhtiar kolaboratif dari Pemerintah Desa Kebonagung beserta seluruh stakeholder yang perlu diapresiasi.

Pasalnya, nilai maupun paham yang bertentangan dengan karakter dan ideologi bangsa, sebagai akibat dari perkembangan teknologi, informasi dan media sosial yang berkembang pesat masih tumbuh subur.

“Keluarga dan desa harus menjadi garda terdepan dalam melakukan upaya filterisasi maupun pencegahan perkembangan paham radikalisme, intoleransi bahkan terorisme khususnya yang menyasar generasi muda,” ucapnya.

Program ini berupaya memperkuat pengetahuan dan kapasitas masyarakat khususnya generasi muda dan kelompok perempuan di Kampung Pancasila dalam mencegah masuknya paham radikalisme, intoleransi hingga terorisme.

BACA JUGA  Politik Identitas, Radikalisme dan Intoleransi Jadi Ancaman Demokrasi

Terlebih, Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang merupakan salah satu Kampung Pancasila di Kabupaten Jombang yang mewakili dalam kompetisi penilaian Kampung Pancasila di tingkat Provinsi.

“Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan kewajiban kami sebagai akademisi di perguruan tinggi dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, Program pengabdian Masyarakat ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara FISIP UB dengan Pemerintah Desa Kebonagung. “Harapannya, kedepan kolaborasi dan kemitraan antara Desa dengan Perguruan Tinggi ini terus terjalin dalam rangka penguatan potensi-potensi yang ada di Desa,” terang Novy Setia Yunas selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB.

Terpisah, Yeni Anang Setiawan, Kepala Desa Kebonagung menyambut baik kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dan program-program yang akan datang, dalam memperkuat keberadaan kampung pancasila di Desa Kebonagung.

“Kerjasama dengan FISIP Universitas Brawijaya ini menjadi energi positif kami untuk terus memaksimalkan potensi yang ada di Kampung Pancasila. Apalagi saat ini, Kampung Pancasila Desa Kebonagung menjadi salah satu nominasi Kampung Pancasila terbaik di tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh Kodam V Brawijaya,” ungkapnya.

Tentunya, kerjasama ini sangat disambut dengan baik, apalagi ke depan, akan banyak masukan dari akademisi untuk pengembangan Kampung Pancasila Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso ini.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru