27.9 C
Jakarta

Kelompok Radikal Bersikeras Menyelamatkan Negara, Jangan Membual ya!

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanKelompok Radikal Bersikeras Menyelamatkan Negara, Jangan Membual ya!
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Lagi-lagi bahas kelompok radikal. Memang selalu menarik melihat kenakalan kelompok yang gemar mengatasnamakan agama ini. Mereka yang merasa paling benar sendiri dan gemar menghujat orang lain.

Baru-baru ini kelompok radikal menyatakan bahwa aksi-aksi kekerasan yang dilakukan hanya untuk masa depan Indonesia. Benarkah mereka melakukan hanya untuk Indonesia? Bukan karena kepentingan politik?

Dalam Al-Qur’an seluruh manusia diperintahkan untuk mentaati pemimpin, meski mereka berbeda agama. Selagi pemimpinnya selalu menjunjung tinggi pentingnya perdamaian, persatuan, dan keutuhan negara, maka pemimpin harus ditaati.

Pemimpin yang tidak boleh ditaati jika mereka mengajak melakukan makar dengan menentang ideologi negara. Katakan, di Indonesia terdapat ideologi Pancasila yang berupaya merangkul perbedaan. Jadi, siapapun yang menolak ideologi itu maka, ia termasuk makar.

Ada beberapa kelompok radikal di Indonesia yang menolak kehadiran ideologi Pancasila. Sebut saja, HTI. Orang HTI bersikukuh mendirikan negara sendiri di tengah Indonesia. Mereka ingin mendesain Indonesia menjadi Negara Islam (Daulah Islamiyah). Sementara, sistemnya adalah Khilafah.

Orang HTI mengkafirkan sistem Demokrasi yang sudah disepakati secara mufakat di Indonesia. Bagi mereka, Demokrasi belum mampu mengatasi korupsi yang merajalela di negara merah putih ini. Sehingga, mereka dengan percaya diri mengkampanyekan Khilafah yang diyakini mampu mengatasi korupsi.

BACA JUGA  Begini Caranya agar Bangsa ini “Merdeka” dari Penjajahan Radikalisme

Tindakan bodoh dalam memajukan negara yang dilakukan orang HTI jelas hanyalah sebuah mimpi. Mereka hanya pandai berimajinasi sementara mereka belum mampu merealisasikan imajinasi itu. Mereka tidak pantas menjadi pemimpin suatu negara. Mereka cukup menjadi penulis fiksi saja.

Memimpin negara tidak semudah berimajinasi. Ada banyak hal dan tantangan yang harus dihadapi. Tidak selalu mulus dan nyaman. Di situlah butuh perjuangan dan kegigihan. Apalagi seperti Negara Plural Indonesia yang di dalamnya terdapat beberapa agama yang berbeda.

Agama yang berbeda ini tidak dapat diatasi dengan sistem Khilafah yang memihak terhadap Islam. Ini akan menghadirkan kesan dominasi yang justru akan menyulut perselisihan dan perpecahan. Padahal, persatuan adalah sesuatu yang harus dijaga dalam memimpin suatu negara.

Sebagai penutup, jangan percaya jika kelompok radikal menyatakan bahwa mereka akan menyelamatkan Indonesia. Mereka hanya membual. Segala apa yang dikatakan dan diperbuat semuanya munafik.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru