27.8 C
Jakarta
Array

Keistimewaan Nabi Besar Muhammad SAW (5)

Artikel Trending

Keistimewaan Nabi Besar Muhammad SAW (5)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Setelah pada seri sebelumnya dibahas empat keistimewaan Nabi Besar Muhammad yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Tulisan ini akan melanjutkan keistimewaan luar biasa, yakni kemampuan mengetahui apa yang di belakang beliau saw seperti melihat langsung di depan.

Kemampuan NabI Muhammad saw ini mengundang spekulasi penafsiran di kalangan para ulama. Ada yang memaknai kemampuan melihat belakang ini tanpa melalui mata fisik namun lebih pada melalui pandangan hakikat yang dianugerahkan Allah swt khusus bagi beliau saw. Selanjutnya ada yang berpandangan Nabi saw melihat menggunakan mata fisik yang mampu menembus apa yang ada di belakang.

Tentunya tanpa menghadap ke arah belakang. Dua pendapat selanjutnya dinilai kurang kuat yaitu Pertama, Nabi Muhammad saw mempunyai satu mata tambahan pada punggung untuk selalu melihat di belakangnya saw. Kedua, di antara dua pundak Nabi Muhammad saw ada dua mata sebesar lubang jarum yang mampu melihat meskipun terhalang oleh pakaian ataupun barang apapun.

Baca: Keistimewaan Nabi Besar Muhammad Saw (3)

Baca: Keistimewaan Nabi Besar Muhammad Saw (4)

Keistimewaan yang dicatat oleh para ulama ini berdasarkan riwayat-riwayat yang bersumber dari baginda Nabi Muhammad saw sendiri. Dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim tercantum riwayat dari Abu Hurairah yang menerangkannya bahwa Nabi saw pernah bersabda:

هَلْ تَرَوْنَ قِبْلَتِيْ هَا هُنَا فَوَاللهِ مَا يَخْفَى عَلَيَّ رُكُوْعُكُمْ وَلَا سُجُوْدُكُمْ إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

Apakah kalian bisa melihat kiblatku di sini. Demi Allah tidak samar (sangat jelas sekali) bagiku ruku’ dan sujud kalian. Sungguh aku sangat bisa melihat kalian dari belakang punggungku.

Sedangkan redaksi yang digunakan riwayat Abu Nuaim dari Abu Said al-Khudri tanpa menggunakan lâm tawkîd (huruf lâm yang berfungsi menegaskas pembicaraan) menjadi: إِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ.

Muslim juga meriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي أَمَامَكُمْ فَلَا تَسْبِقُوْنِي بِالرُّكُوْعِ وَلَا بِالسُّجُوْدِ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ أَمَامِيْ وَمِنْ خَلْفِيْ

Wahai sahabat, aku ini berada di depan kalian. Jangan kalian mendahului ruku’ dan sujudku. Sungguh aku mampu melihat kalian dari depan dan belakangku.

Seorang mufasir kenamaan tabiin yang menjadi rujukan penafsiran tafsir bi al-ma’tsur, Mujahid saat menafsirkan QS al-Syu’ara [26]: 218-219 menceritakan bahwa dahulu Rasulullah saw melihat barisan sahabat di belakangnya seperti melihat mereka dari depan, demikian nukilan al-Baihaqi. Alhasil keistimewaan ini meneguhkan kemuliaan baginda Nabi Muhammad saw di mata umat manusia yang hanya mampu melihat searah dengan mata memandang. []

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru