30 C
Jakarta
Array

Keistimewaan Nabi Besar Muhammad SAW (2)

Artikel Trending

Keistimewaan Nabi Besar Muhammad SAW (2)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Sebagai nabi terakhir sekaligus terbaik, Nabi Muhammad saw tidak hanya mempunyai mukjizat teristimewa saja, namun juga dibekali oleh Allah swt berbagai keutamaan dan kelebihan. Allah swt sengaja memberi keutamaan serta kelebihan ini sebagai pembeda sekaligus mempertegas keafdalan beliau saw diantara manusia-manusia pilihan yang menjadi nabi-nabi Allah swt.

Salah satu diantara keistimewaan yang membuat Nabi Besar Muhammad saw memiliki kebesaran dan kelebihan dari umumnya manusia adalah baju dan jasad mulia Nabi saw tidak pernah dihinggapi oleh lalat. Keterangan ini bisa dijumpai di berbagai literatur khususnya yang membahas tentang sosok baginda Nabi Besar Muhammad saw semisal Syifâ’ al-Shudûr Fî Îdlhâh al-Bayân ʻAn Kasyf Haqâiq al-Burhân wa Aʻlâm Nubuwwah al-Rasûl karya Ibnu Sabuʻ al-Sabtî (w. 520 H), Târîkh Ibn al-Najjâr karya Ibnu al-Najjar (w. 643 H), Aʻdzab al-Mawârid wa Athyab al-Mawâlid karya al-ʻAzafy al-Syaiby (w. 708 H), dan Ghâyah al-Sûl fî Khashâish al-Rasûl karya Ibnu al-Mulaqqin (w. 804 H).

Keterangan serupa juga bisa ditemukan pada banyak literatur lainnya seperti Hayâh al-Hayawân al-Kubrâ karya al-Damiri (w. 808 H), al-Mustathraf fî Kull Fann Mustadzhraf karya al-Ibsyihi (w. 850 H), Mirqâh al-Mafâtîh ʻAlâ Misykâh al-Mashâbîh karya al-Mula al-Qari (w. 1014 H), Hâsyiyah al-Bujayramî ʻAlâ al-Khathîb karya al-Bujayrami (w. 1221 H), Tafsîr Haqqî karya Ismail Haqqi (w. 1128 H), meskipun keduanya, al-Bujayrami dan Haqqi, menisbatkan keterangannya pada al-Suyuthi (w. 911 H). Serta juga tercantum pada Iʻânah al-Thâlibîn karya Bakri Syatha (w. 1302 H). Oleh karena lalat tidak hinggap di tubuh dan bajunya, Nabi saw mengoleskan kepalanya dengan madu saat panas, demikian keterangan al-Maqrizy (w. 845 H) dalam Imtâʻ al-Asmâʻ.

Lalat merupakan salah satu hewan jenis serangga bersayap yang suka mengganggu. Umumnya hewan ini lahir dari sesuatu yang mengeluarkan bau busuk seperti bangkai, makanan yang sudah tidak layak, sampah, dan tempat-tempat kotor. Tidak heran jika tempat yang berbau kurang sedap ditemukan banyak lalat. Lalat dianggap sebagai hewan paling bodoh karena sering membiarkan dirinya masuk dalam bahaya yang dapat mencelakaknnya. Salah satu hikmah terciptanya lalat adalah untuk merendahkan keangkuhan para pemimpin kekuasaan. Diceritakan bahwa Abu Ja’far al-Manshur pernah bertanya kepada Muqatil bin Sulaiman, mengenai hikmah dibalik penciptaan lalat. Lalu dijawab, untuk menghinakan para raja. Demikian halnya jawaban al-Syafii saat ditanya oleh al-Ma’mun.

Dalam satu hadis dalam Musnad Abî Ya’lâ al-Mawshilî yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik, Nabi saw pernah bersabda: “Umur lalat hanya 40 malam. Semua jenis lalat masuk neraka kecuali lebah”.Perlu dicatat bahwa keberadaan lalat di neraka bukan untuk menyiksanya namun untuk menyiksa penduduk neraka dengan gangguan seliweran lalat. Demikian terang al-Damiri (w. 808 H) dalam masterpiece-nya Hayâh al-Hayawân al-Kubrâ tentang kehidupan fauna. Dalam riwayat al-Bukhari, Abu Dawud, al-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad, Nabi Muhammad saw pernah berpesan yang menganjurkan untuk menenggelamkan seluruh bagian lalat yang jatuh ke wadah makanan atau minuman. Sebab salah satu sayapnya membawa racun penyakit dan sayap yang mengandung obat penawarnya.

Dari berbagai keterangan mengenai lalat ini bisa diambil kesimpulan bahwa penjagaan Allah swt terhadap Nabi Muhammad saw dengan menghindarkan dari gangguan lalat sangatlah masuk akal. Sebab disamping mengganggu, keberadaan lalat di sekitar seseorang dapat ‘meruntuhkan’ kemulian seorang yang dianggap mulia. Sangatlah tidak pantas makhluk kotor yang dianggap menjijikkan ini bisa menyentuh jasad mulia baginda Nabi Muhammad Saw. []

Baca: Keistimewaan Nabi Besar Muhammad SAW (1)

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru