25 C
Jakarta
Array

Keistimewaan Nabi Besar Muhammad SAW (1)

Artikel Trending

Keistimewaan Nabi Besar Muhammad SAW (1)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Semua sepakat jika Nabi Muhammad saw merupakan makhluk ciptaan Allah swt termulia di jagat raya ini. Sehingga berbagai keistimewaan dan keutamaan melekat kuat dalam diri sosok ‘pembawa rahmat bagi seluruh alam ini’. Seakan-akan semua pangkat kemulian serta kedudukan terhormat di dunia hingga akhirat diborong oleh Beliau saw.

Salah satu keistimewaan Nabi yang tidak dimiliki oleh manusia-manusia mulia lainnya adalah Beliau saw tidak pernah menguap sekalipun dalam hidupnya. Menguap adalah satu jalan masuk setan ke dalam tubuh yang dapat membuat badan si penguap menjadi berat dan akhirnya mengantuk ataupun malas-malasan. Oleh karenanya dianjurkan bagi orang sedang menguap untuk menutup mulut yang sedang menguap dengan tangannya.

Hal ini dimaksudkan agar setan tidak bebas masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut yang terbuka saat menguap. Bahkan saat seseorang menguap sembari mengucapkan ‘aaaah’ setan akan menertawainya di dalam perut, gembira atas keberhasilannya membuat anak cucu adam mengantuk dan malas-malasan. Para ulama juga menganjurkan membaca ta’awwudz di saat menguap. Sebab dalam riwayat-riwayat hadis sahih sangat jelas jika menguap datang dari ulah setan. Berikut sabda Rasulullah saw mengenai keburukan menguap:

Menguap itu dari setan. Jika seorang dari kalian menguap hendaknya ia menolak semampunya. Saat ia mengucapkan ‘aaah’ ‘haaa’ setan tertawa. HR al-Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah.

Allah sangat membenci menguap. Jika diantara kalian menguap hendaknya ia segera menolaknya semampu dia. Jangan sampai dia mengucapkan ‘aaah’ ‘haaa’, hal itu setan sedang tertawa di dalam perut. HR. Tirmidzi, Ahmad dari Abu Hurairah.

Saat diantara kalian menguap di dalam shalat, hendaknya ia menutup mulutnya dengan tangan. Sebab saat itu setan hendak masuk. HR Ahmad dari Said al-Khudri.

Dari uraian di atas, sangatlah maklum jika Nabi Besar Muhammad saw diberi keistimewaan terjaga dari menguap. Sebab sangat tidak pantas dan layak, setan sebagai ‘musuh’ manusia yang sangat nyata mampu memberi pengaruh buruk bagi manusia terbaik, kekasih pilihan Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu Allah swt sangat membenci menguap dan menghindarkannya dari kekasih-Nya yang mulia, Baginda Rasulillah saw.

Penjagaan Allah swt ini terbukti dari adanya riwayat menyatakan bahwa “Nabi Besar Muhammad saw sepanjang hidupnya tidak pernah merasakan rasanya menguap”. Demikian kurang lebih makna riwayat yang dicantumkan al-Bukhari dalam Tarikh Kabîr-nya serta Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah.

Keterjagaan Nabi Muhammad saw dari menguap ini juga merupakan salah satu dari beberapa tanda kenabian. Maha suci Allah swt yang telah menjadikan kekasih pilihan-Nya terbebas dari hal-hal yang buruk. Semoga shalawat (rahmat), keselamatan dan keberkahan Allah swt selalu tercurahkan kepada Nabi termulia sepanjang zaman, Nabi Muhammad saw. []

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru