32.6 C
Jakarta

Kehangatan di Tengah Persahabatan (Bagian XXVIII)

Artikel Trending

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Revolusi Akhlak HRS vs Revolusi Akhlak Syekh Abu ‘Ala ‘Afifi

Era pandemi Covid-19 hingga menjelang akhir tahun 2020 ini belum nampak akan berakhir. Meskipun adanya perubahan, situasi dan kondisi saat ini pasca pulangnya Habib...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baleho. Suasana damai tenan, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

“Div, ke kafe yuk!” Nadia menggoda Diva saat duduk membaca Nadm ad-Durar karya al-Biqa’i. Buku tafsir ini banyak mengulas tentang Munasabah (hubungan ayat dan surah dalam Al-Qur’an).

“Ayo.” Diva akhirnya menutup lembar bukunya.

“Adel dan Hanum mana?” Nadia celengak-celengok kanak-kiri. Biasanya mereka berdua stay di kamar.

“Tadi katanya mau ke sekolah.”

“Ngapain? Tumben malam-malam ke sana. Memang boleh santri putri ke sana sekarang?”

Diva menggeleng. Tidak mengerti. Aneh, Nadia tanya Diva, padahal Nadia biasanya yang banyak tahu.

“Tapi, aku denger, mereka lagi latihan lomba.”

“Bahasa Inggris?”

“Mungkin.”

“Udah ah. Kita berdua aja ngafe.”

Di sebuah kafe mereka duduk di pojok. “Jus alpulkat satu. Diva?” tawar Nadia sambil menunjukkan pesanan ke pelayan kafe yang yang dari tadi kian-kemari.

“Jus mangga aja.”

Keramaian kafe tak dapat diredam, apalagi menjelang awal bulan. Santri berdatangan sembari ngobrol bersama temannya. Karamaian kadang diperlukan saat dibutuhkan.

“Aku dengar sesuatu kurang enak tentang Diva.” Tidak biasanya Nadia berbicara amat serius.

Diva tidak mengerti apa yang Nadia katakan.

“Maksudnya, Kak?” Diva kelihatan tegang.

Slow, Div. Aku dengar Diva berduaan dengan Fairuz di pesantren.”

“Fitnah, Kak. Kak Nadia dapat kabar itu dari mana?” Diva kaget alang-kepalang.

“Ada seorang pengurus yang nyebarin gosip.”

“Di pesantren aku seringnya di kamar atau di perpustakaan.”

Nadia membenarkan. Sungguh sangat mustahil berkhalwat di pesantren. Diva membatin, memang pernah berjalan berduaan dengan Fairuz, tapi itu di Jakarta dulu. Tapi, itu kan udah lama. Bukan di pesantren lagi.

Forget it! Anggap itu gosip.”

Diva baru lega mendengar kata-kata Nadia yang menenangkan. Karena, berduaan di pesantren adalah pelanggaran fatal. Bisa-bisa sanksinya dikeluarkan dari pesantren secara tidak terhormat. Diva tidak mau keluar pesantren karena pelanggaran. Itu akan merusak citra dirinya sendiri, termasuk orangtuanya.

“Si Adel dan Hanum belum nongol.” Diva mengalihkan pembicaraan untuk menenangkan diri.

By the way, besok ada kegiatan menulis di Forum Lingkar Pena?” Nadia membahas tema yang lebih penting daripada sekedar gosip.

Forum Lingkar Pena atau lebih dikenal dengan singkatan FLP adalah komunitas menulis santri Pesantren Annuqayah. Banyak santri yang bergabung di komunitas ini, apalagi setelah Diva naik daun. Kesadaran santri menjadi penulis makin tumbuh. Mereka menyadari, menulis adalah mengikat makna, karena makna yang tidak diikat seiring pergantian waktu akan hilang tanpa jejak seperti hembusan angin yang hilang entah ke mana.

“Ada, Kak.”

“Siapa pematerinya?”

“A. Fuadi.”

“Penulis novel Negeri 5 Menari itu?”

Yes, that’s right.

Bertemu dengan novelis nasional yang karyanya dikenal di penjuru dunia, termasuk di Indonesia sendiri, adalah suatu kebanggaan. Bila dari kemarin-kemarin hanya membaca karyanya, maka besok bisa bertemu langsung. Pesantren sudah mempersiapkan kedatangan sang novelis ini, mulai tempat dan ratusan deret kursi di auditorium pesantren.

“Diva besok juga hadir?”

Diva hanya senyum-senyum.

“Aneh.” Nadia berkata ketus melihat senyumnya yang penuh teka-teki.

“Panitia memintaku menjadi moderator.”

“Haaa,” Nadia kaget, “Makin hari, makin padat jam terbangnya. I’m proud of you, Div.

“Kak Nadia yang hebat ya. Diva menjadi seperti sekarang karena didikan Kak Nadia. Ingat dulu baru nyampek di pesantren belum mengenal tulis-menulis. Justru Kak Nadia yang ngenalin. Beruntung banget.”

Benar. Keberhasilan seorang guru dapat diikur dari output anak didiknya. Bila anak didiknya hebat, secara tidak langsung gurunya lebih hebat. Tapi, Nadia tetap rendah hati. Tidak pernah menyombongkan diri. Sikap ini yang menjadi cermin bagi Diva untuk terus rendah hati, karena sombong dapat menghilangkan anugerah Tuhan.

“Udah, udah, aku bangga Diva makin berkembang. Besok satu panggung dengan penulis hebat. Keren ya!” Nadia menggoda.

Sudah berjam-jam menunggu Adel dan Hanum belum pada nongol, akhirnya mereka meninggalkan kafe. Baru tiba di kamar tampak di depan mata Adel dan Hanum sudah tidur pulas, sepertinya dia kecapean. Have nice dream, guys!, batinnya.

* Tulisan ini diambil dari buku novel “Mengintip Senja Berdua” yang ditulis oleh Khalilullah

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Dosakah Pemeran dan Penyebar Video Asusila Mirip Gisel?

Akhir-akhir ini sedang viral tentang beredarnya video asusila yang menyangkut nama seorang artis Indonesia. Dalam video tersebut terdapat adegan intim yang dilakukan seorang laki-laki...

Memanas Lagi, ISIS Tewaskan Delapan Orang di Irak Utara

 Harakatuna.com. Baghdad-Sedikitnya delapan orang, termasuk lima petugas keamanan, tewas pada Sabtu dalam serangan kelompok teror Daesh/ISIS di Provinsi Saladin utara Irak, menurut sumber militer. "Serangan...

Mitigasi Bahaya Narasi Konservatisme Agama di Media Sosial

Akhir-akhir ini, konservatisme agama kian menguat di media sosial. Dalam konteks ini, jika kita ikuti perkembangan yang ada, konservatisme agama menguat karena dipantik oleh...

Agenda Kegiatan: Kuliah Umum Kajian Timur Tengah UIN Yogyakarta

✨ Kuliah Umum Kajian Timur Tengah Pascasarjana UIN sunan Kalijaga Yogyakarta ✨ 📚 “Perubahan Pemikiran & Politik di Timur Tengah: Tumbuh Kembang Wahhabisme & Kerajaan...

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Raja Salman dan Erdogan Buka Babak Baru Melalui Dialog

Harakatuna.com. Ankara - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Presiden Turki Tayyip Erdogan sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...