31.5 C
Jakarta

Kegiatan Amazing Muharram: Intrik HTI untuk Mengkampanyekan Khilafah

Artikel Trending

KhazanahTelaahKegiatan Amazing Muharram: Intrik HTI untuk Mengkampanyekan Khilafah
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com- Bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia bagi masyarakat muslim. Meskipun semua bulan itu baik, akan tetapi ada empat bulan yang disucikan oleh Islam, di antaranya: Dzulhijjah, Rajab, Dzulqa’dah dan Muharram. Kesakralan bulan ini dibadikan dalam Surat At-Taubah ayat 36 di dalam Al-Qur’an. 4 bulan tersebut sangat dimuliakan oleh umat Islam dan menjadi momen terbaik untuk berbuat baik dan mengamalkan ibadah puasa.

Dalam 4 bulan itu, umat Islam juga dilarang keras untuk menumpah darah, serta diperintahkan untuk melakukan amalan yang baik dan beribadah secara tulus dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Berdasarkan argumen ini, tidak heran ketika semakin banyaknya organisasi dan komunitas hijrah, serta Lembaga yang menggaungkan ajaran Islam, mereka ikut menyemarakkan momen muharram dengan kajian-kajian hijrah sebagai bagian dari refleksi kehidupan sebagai umat Islam.

Kalau kita cermati lebih kritis, kajian hijrah yang diusung oleh para komunitas-komunitas keislaman, hadir sebagai oase di tengah gurun, di mana para pengikut kegiatan tersebut merasa haus dan mengalami kegelisahan dalam hidupnya. Obat paling manjur yang dimiliki adalah kembali agama, merefleksikan kehidupan dengan cara hijrah dan terus berupaya menjadi lebih baik. Pada faktanya, kajian-kajian hijrah yang dilakukan oleh Lembaga, komunitas ataupun organisasi, menyimpan misi besar di dalamnya, yakni membumikan khilafah di Indonesia. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Cinta Quran Foundation, milik Fatih Karim, ideolog ulung HTI yang sampai hari, masih sangat bangga untuk memproklamirkan khilafah di publik, memiliki pasar yang cukup luas, dan Lembaga sosial yang diminati oleh kalangan muslim.

Muharram adalah bulan hijrah dan waktu ciamik bagi aktifis khilafah

Pelaksanaan event hijrah di Bulan Muharram memang sangat masif dilakukan oleh Yayasan Cinta Quran Foundation. Pada 27 Agustus- 19 September 2021 silam, ia mengadakan Event Amazing Muharram 10 bertemakan, “Journey to Jannah.” Kegiatan ini mengundang tokoh-tokoh eks HTI, seperti Ismail Yusanto, Felix Siauw, Yuana Tresna, Iwan Januar, Asep Supriatna, Hafidz Abdurrahman dan Harus Ar-Rasyid. Kegiatan ini dilaksanakan di 11 kota dan kabupaten, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Makassar, Bekasi, Banjarmasin, Denpasar, Karanganyar, Yogyakarta, Balikpapan dan Surakarta. Kegiatan ini juga disiarkan langsung (live streaming) di Cinta Quran TV.

BACA JUGA  Refleksi HSN 2022; Santri Harus Merancang Komunitas Muslim di Masa Mendatang

Tahun ini, kegiatan amazing Muharram lebih meriah. Amazing Muharram 11 dilaksanakan pada 4 September 2022, di SICC Sentul, kab. Bogor dengan tema “Hijrah Next Level”. Beberapa tokoh yang hadir yakni para eks HTI, antara lain: Fatih Karim, dan Asep Suriana. Sementara itu, tokoh hijrah yang terlibat, antara lain: Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff, Habib Ir. Nabiel Al Musawa, M. S.i dan Habib Mahdi Assegaf. Kegiatan yang sama juga dilakukan pada tanggal 30 Juli-1 Agustus 2022 di daerah Bandung dan Bogor. Kegiatan ini mengundang banyak ketertarikan masyarakat muslim. Hal itu berdasarkan akun Instagram @amazingmuharram11, jumlah followers yang sudah bergabung lebih dari 40k, dan menjadi akun resmi kegiatan tersebut disertai dengan link pemesanan tiket bagi masyarakat yang ingin menjadi peserta.

Kalau dilihat dari angka dibelakang kegiatan, yakni angka 11, bisa kita pastikan bahwa, kegiatan amazing muharram yang dilakukan oleh Cinta Quran Foundation sudah dilaksanakan 11 tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa, program tahunan yang menjadi bagian dari kegiatan Yayasan itu adalah intrik untuk menarik perhatian masyarakat muslim dengan embel-embel hijrah di belakang. Wajar saja, kegiatan ini memiliki ketertarikan besar di hati para penggemarnya seberapapun mahal tiket yang harus dibayarkan oleh seseorang untuk menjadi peserta.

Kegiatan ini juga menjadi strategi para aktifis HTI untuk mengkampanyekan khilafah kepada masyarakat tanpa memperlihatkan narasi khilafah di dalamnya. Aktifis HTI itu sangat licik dan penuh kamuflase. Hadirnya para ustaz yang sampai hari ini masih berjuang untuk menyebarkan narasi khilafah menjadi suatu pembuktikan bahwa, kegiatan ini tidak lain strategi mereka untuk terus membumikan narasi khilafah di Indonesia. Dengan pengikut yang cukup besar di media sosial, Cinta Quran Foundation beserta Ustaz Fatih Karim, memiliki privilege untuk mengumpulkan massa lebih besar dan menguatkan dakwahnya agar khilafah bisa diterima oleh masyarakat muslim. Jika kita lebih jeli untuk melihat event hijrah ini, kita akan melihat betapa militannya para aktifis khilafah untuk terus mengkampanyekan khilafah di tengah narasi radikalisme yang terus hadir di ruang gagasan. Tugas kita harus lebih kritis untuk melihat sesuatu yang membawa nama Islam dan menjadikan Islam sebagai embel-embel perjuangan. Wallahu a’lam

Muallifah
Muallifah
Mahasiswi Magister Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Bisa disapa melalui instagram @muallifah_ifa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru