26.6 C
Jakarta

Jihad Memerangi Virus Corona

Artikel Trending

Indonesia memang negara yang warganya tidak gampang stres, kendati sedang dihadapkan dengan masalah yang begitu pelik. Mereka tetap melihat masalah ini dengan pikiran yang terbuka dan sikap yang berhati-hati. Mereka terus merapal doa berharap di celah-celah doa itu hadir tangan Tuhan yang dapat menjaganya dan mengeluarkannya dari masalah yang sedang mereka hadapi.

Masalah yang sedang dihadapi Indonesia akhir-akhir ini adalah terjangkitnya beberapa warga dengan Virus Corona yang beberapa waktu kemarin—seperti dilansir dalam CNN Indonesia—menyerang sembilan puluh satu negera bermulai dari Wuhan China, terus merambah ke beberapa negera sekitar, seperti Korea Selatan (6.284 kasus, 42 kematian), Italia (3.858 kasus, 148 kematian), Iran (4.747 kasus, 124 kematian) dan Prancis (577 kasus, sembilan kematian).

Pada mulanya di Indonesia, warga yang terjangkit Virus Corona hanya dua orang. Tak lama setelah itu, bertambah empat orang, sehingga jadi enam orang. Sampai detik ini, warga yang terjangkit makin bertambah. Achmad Yurianto, juru bicara penanganan wabah Corona di Indonesia menyebutkan warga yang terkenak Corona mencapai angka 27.

Melihat kenyataan begitu, seluruh warga tetap berhati-hati. Saya pikir, ini waktunya kita berjihad memerangi Corona. Mengingat soal jihad, saya teringat pesan Tuhan dalam Al-Qur’an: Orang-orang yang beriman dan berhijrah dan mereka telah mengorbankan harta benda dan jiwa mereka di dalam jihad untuk menegakan kalimat Allah, mereka itu orang-orang yang paling agung derajatnya di sisi Allah dan merekalah orang-orang yang menang dan memperoleh keridhaan-Nya.

Jihad seperti yang disinggung pada ayat tersebut seringkali dipahami dengan sempit oleh sebagian orang, sehingga jihad hanya pertempuran di medan perang. Biasanya kelompok radikalis seperti ISIS, NII, JI, bahkan HTI yang memahami cakupan jihad secara sempit. Padahal, jihad, sebut Quraish Shihab, adalah berjuang menggunakan segala kemampuan dan daya yang dimiliki untuk menghadapi segala macam keburukan atau yang mengantar kepada keburukan. Keburukan ini bisa berupa hawa nafsu, kebodohan, penyakit, kemiskinan dan lain-lain.

BACA JUGA  Gus Dur Bercita-cita Membubarkan FPI dan Sekarang Jadi Kenyataan
BACA JUGA  Serial Kebangsaan (IV): Persatuan itu Harga Mati

Melihat cakupan jihad yang begitu luas, termasuk mencegah sakit daripada mengobati, penting ditanamkan kesadaran bagi masing-masing orang untuk membudayakan hidup sehat. Beberapa dokter dan pakar lain, setelah isu Virus Corona booming, menyarankan hendaknya cuci tangan sebelum dan setelah makan, pakai masker, tidak banyak berinteraksi di keramaian. So, bangkitkan gelora jihad untuk mencegah keburukan, termasuk penyakit Corona, daripada menegakkan aksi radikal yang menuai kemafsadatan.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru