32.8 C
Jakarta

Jangan Mudah Terprovokasi Hoax dan Berita Bohong Lainnya

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Harakatuna.com. Banjarmasin – Provokasi mudah menyebar seolah menjadi sebuah aspirasi. Ada yang merasa terdzalimi hanya untuk menggaet emosi. Ada pula yang benar-benar terdzalimi tetapi justru dihakimi. Tapi yang terpenting jangan sampai narasi provokasi itu sampai memecah belah dan merusak persatuan bangsa.

Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalimantan Selatan (Kalsel) Drs. Aliansyah Mahadi, M.A.P., mengatakan bahwa kita harus benar-benar memperhatikan berita-berita yang ada sekarang ini, karena begitu ramainya pemberitaan-pemberitaan dan statement-statement tersebut kebenaranya tidaklah 100%.

”Jadi disini kami selalu mengingatkan kepada para anggota masyarakat,  kepada para tokoh-tokoh, tua-tua suku untuk kita sama-sama menjaga,  kita jangan terprovokasi dengan hal yang negatif. Dan selama ini kita sudah selalu mencoba untuk membangun rasa kekeluargaan, persatuan antar sesama suku bangsa yan gada di Kalimantan Selatan ini,” ujar Drs. Aliansyah Mahadi, M.A.P., di Banjarmasi, Rabu (7/10/2020).

Aliansyah menjelaskan bahwa di IKASBA tersebut punya motto di mana Bumi dipijak disitu langit dijunjung. Yang mana artinya kebersamaan kita, kekeluargaan diantara kita harus solid. Apalagi menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 9 Desember menedatang. Dirinya mengungkapkan bahwa di media sosial sendiri sudah terlihat ramai, dimana masing-masing kubu calon pasangan terlihat saling serang menyerang.

”Nah ini tentunya  bisa menjadi potensi perpecahan kalau tidak menjadi perhatian. Tentunya kami selalu ingatkan kepada Ketua adat, tokoh-tokoh masyarakat, atau tokoh agama di Kalsel ini, untuk saling bersinergi, saling bersatu, saling mengingatkan untuk tidak terprovokasi terhadap hal-hal yang bisa menghancurkan,”  tutur pria yang akrab disapa Didit ini.

Karena menurut Alumni Universita Lambung Mangkurat itu, provokasi tersebut kalau dibiarkan tentunya bisa meluluhlantakkan keamanan dan kedamaian seperti yang pernah terjadi yaitu amuk massa di Kalsel di  tahun 1997 lalu. Itulah salah satu hal-hal yang tentu tidak diinginkan.

”Karena itu melalui tokoh-tokoh yang ada kita berikan pengertian dan kita ajak untuk bersilaturahmi. Karena masyarakat di Banua Kalsel ini mereka sudah kapok terhadap hal-hal yang memprovokasi. Masyarakat sudah merasakan bagaimana akibat dari kejadian amuk massa di tahun 1997 silam itu,” ucapnya.

Dirinya menuturkan agar hal tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat di Tanah Air, dimana kejadian kejadian yang pernah menimbulkan korban sejatinya harus dijadikan pelajaran bagaimana agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Dan peran dari tokoh-tokoh agama, ulama yang selalu memberikan kesejukan, yang menjadi panutan bagi masyarakat.

”Artinya seperti di Kalsel ini semua tokoh-tokoh agama, itu selalu menjadi panutan.  Jadi tentunya peran yang dimainkan oleh para Tuan-tuan Guru di Kalsel sangat menjadi panutan bagi mereka,” kata Pria yang juga Staf Ahli DPD RI ini.

Lebih lanjut, Didit berpendapat bahwa berita-berita yang bisa memecah belah persatuan tentunya juga harus diwaspadai terutama yang disebar melalui dunia maya. Kerena itu menurutnya perlu ada imbauan dari para tokoh masyarakat, tokoh agama. Pemerintah juga harus selalu menghimbau kepada warganya untuk bersama-sama menjaga bangsa ini.

”Karena media sosial dan dunia maya ini kalau saya lihat sepertinya sangat mudah sekali digunakan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab itu untuk melakukan provokasi. Apalagi kalau ada masyarakat yang tidak paham terhadap situasi dan permasalahan yang sebenarnya, itu tentu akan sangat berbahaya sekali,” terang pria yang juga. Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalsel itu.

Oleh karena itu Didit juga menuturkan bahwa untuk menanggulangi hal ini, anak muda atau kaum milenial ini harus ikut dilibatkan juga. Tinggal bagaimana generasi muda ini diarahkan ke hal-hal yang positif. Karena menurutnya generasi muda ini sangat enerjik, punya pemikiran atau gagasan yang visoner, walaupun memang ada sebagian kecil yang tidak peduli dengan kondisi bangsa yan ada sekarang ini.

”Tapi saya melihat apa yang sudah dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terhadap Duta Damai Dunia Maya ini sungguh luar biasa untuk bisa dimanfaatkan untuk membantu dalam melakukan aksi menyelamatkan masyarakat bangsa ini untuk diberikan pencerahan agar masyarakat ini terhindar dari provokasi dan perpecahan,” ujarnya mengakhiri.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...

Hayya ‘Alal Jihad, Mari Berjihad Berantas FPI!

Boleh jadi, setelah membaca tulisan ini, atau sekadar membaca judulnya saja, Hayya ‘Alal Jihad, sementara orang akan berkomentar: “Bocah kemarin sore kok mau bubarkan...

Israel Musnahkan Tangga Bersejarah Masjid Al-Aqsa

Harakatuna.com. Yerusalem - Pemerintah Kota Yerusalem Israel menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Bab Al-Asbat, Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem. Penghancuran tangga bersejarah ini...