32.1 C
Jakarta

Jangan Berhenti Menulis Hanya Karena Writer’s Block

Artikel Trending

Cara terbaik untuk mengungkapkan gagasan dan pemikiran kita yaitu dengan menulis. Menulis adalah seni berbicara kepada masyarakat luas yang membutuhkan kreativitas dalam mengolah ide serta menuangkannya dalam bentuk kalimat. Keterampilan menulis tidak dapat dimiliki dengan mudah. Seorang penulis hebat tidak lahir secara instan. Butuh proses panjang, kesabaran, ketekunan, dan memiliki kecintaan terhadap dunia literasi.

Dalam prosesnya setiap penulis pasti akan menghadapi banyak kendala, salah satunya adalah writer’s block.  Kondisi ini menjadi masalah serius yang dialami penulis saat ia kesulitan dalam menarasikan apa yang hendak ia tulis. Ide yang mengendap lama di kepala terasa sulit dituangkan. Jalan pikiran buntu hingga tak satu pun kata dapat dikeluarkan.

Writer’s block menjadi permasalahan akut yang pasti terjadi pada semua penulis. Tidak hanya penulis pemula, bahkan penulis profesional yang karyanya best-seller sekalipun pernah berada dalam masalah ini. Hal tersebut memang sangat mengganggu aktivitas menulis. Di saat gairah menggebu-gebu tiba-tiba pikiran seperti tersumbat dan kehabisan kata-kata.

Dalam beberapa kasus, seringkali penulis menunda melanjutkan tulisannya yang baru setengah jadi. Namun bagi penulis pemula yang baru saja bergelut di dunia kepenulisan, banyak yang menyerah di tengah jalan dan tidak mau melanjutkan tulisannya. Kemudian beranggapan bahwa  menulis itu susah, menguras tenaga dan pikiran, serta membuat depresi. Bahkan masalah writer’s block tak jarang membuat banyak orang kehilangan semangat dan memilih berhenti menulis.

Di sinilah letak perbedaan antara penulis pemula dan penulis profesional. Penulis profesional telah menyadari bahwa writer’s block hanyalah batu di tengah jalan yang harus dibuang. Dengan cepat ia akan mengidentifikasi masalah, lalu mencari solusi untuk mengatasi writer’s block. Sementara penulis pemula lebih sering mengeluh, menyerah dengan cepat, dan tidak mau mencari solusi.

Mengatasi Writer’s Block

Writer’s block biasanya disebabkan oleh mood atau perasaan. Mood memang menjadi pengontrol seseorang dalam melakukan kegiatan apa pun, termasuk menulis. Ketika mood sedang baik, kita akan terasa enjoy dalam menulis. Namun saat mood sedang buruk-buruknya kita akan kesulitan dalam menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Selain itu stres dan emosi juga menjadi penyebab writer’s block. Saat dikuasai emosi negatif seperti marah dan sedih, tentunya kita tidak bisa tenang dan sulit berpikir jernih.

BACA JUGA  Menguatkan Budaya Literasi di Tengah Merebaknya Propaganda Hoax

Ketika berada dalam posisi seperti ini, sebaiknya tunda dulu pekerjaan kita. Jika terus memaksakan diri melanjutkan tulisan, hasilnya akan kurang maksimal. Dapat berakibat fatal jika yang ditulis berupa kalimat negatif seperti makian dan umpatan. Hasil tulisan juga dapat berbeda jauh dengan kerangka yang kita buat.

Untuk memperbaiki mood, cobalah refreshing sejenak. Setiap orang tentu punya cara tersendiri untuk membuat mood-nya kembali bagus. Misalnya dengan mendengarkan lagu, menonton film, pergi jalan-jalan, atau bertemu teman. Namun jangan terlalu lama bersenang-senang karena bisa membuat larut dalam euforia. Ketika mood mulai membaik, segeralah melanjutkan tulisan yang baru setengah jadi. Jangan mendiamkan tulisan sampai lebih dari tiga hari. Karena jeda yang lama biasanya dapat membuat kita kehilangan fokus dan lupa tentang topik pembahasan.

BACA JUGA  Ingin Menulis? Kenali Jenis Paragraf dan Cara Menulis Paragraf yang Baik

Menulis membutuhkan keterampilan berpikir dan analisa yang tajam. Ketenangan pikiran akan memudahkan kita dalam memilih diksi seta menentukan kalimat yang efektif dan efisien. Maka setiap kali menulis usahakanlah untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tenang. Misalnya menulis di tempat sepi agar bisa fokus dan tidak terganggu dengan keramaian di sekitar.

Hal utama yang harus dimiliki penulis yakni menguasai tema dan materi yang ingin dibahas. Jika tidak, sama saja artinya berperang tanpa menyiapkan bekal. Writer’s block tidak jarang disebabkan oleh penulis yang tidak menguasai materi dengan baik. Kurangnya informasi dan pengetahuan akan membuat penulis kesulitan dalam menuangkan gagasannya. Baru sampai dua paragraf lalu bingung mau dibawa ke mana arah tulisan itu.

Sebelum menulis maka pastikan terlebih dahulu bahwa kita benar-benar menguasai materinya. Membaca buku, koran, majalah, atau artikel lewat internet menjadi referensi yang menambah wawasan. Namun banyak penulis pemula yang enggan menambah wawasannya sehingga tidak menguasai materi dengan baik serta kesulitan menentukan topik. Padahal penulis yang baik adalah pembaca yang rakus. Seorang penulis harus selalu meningkatkan pengetahuannya.

Pada umumnya writer’s block adalah masalah lumrah yang dialami semua penulis. Namun jangan sampai kondisi ini membuat kita patah semangat dan akhirnya melupakan impian kita menjadi penulis. Karena menulis bukanlah perkara instan. Penulis hebat adalah seorang pembelajar yang selalu mencintai proses kreatifnya. Maka jangan berhenti menulis hanya karena writer’s block.

Athok Mahfud
Athok Mahfud
Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang, Pemimpin Redaksi Ideapers.com. Tulisannya tersebar di pelbagai media cetak maupun online.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru