30 C
Jakarta

JAMMI Minta Waspadai Penyebaran Senyap Paham Radikalisme Lewat Medsos

Artikel Trending

AkhbarNasionalJAMMI Minta Waspadai Penyebaran Senyap Paham Radikalisme Lewat Medsos
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) mendukung imbauan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal dan intoleransi.

Penyebaran paham radikal dinilai cepat termasuk di media sosial. Koordinator nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi menyampaikan kewaspadaan terhadap paham radikalisme dan intoleransi perlu dioptimalkan.

Menurut dia, kewaspadaan harus dimulai dari cakupan keluarga. Dia bilang ucapan Kepala BNPT yang mengatakan laju virus penyebaran paham radikal dan intoleransi lebih cepat dari virus Covid-19 harus jadi catatan.

“Maka dari itu, JAMMI mengajak segenap masyarakat untuk mewaspadai dan membentengi keluarga dari paham radikalisme dan intoleransi,” kata Irfaan, dalam keterangannya, yang dikutip pada Rabu, 22 Juni 2022.

Menurut Irfaan, kelompok radikalisme ini bergerak senyap dengan strategi memanfaatkan kemajuan teknologi. Dia bilang cara itu dilakukan untuk melakukan propaganda nilai atau ideologi, perekrutan, hingga penggalangan dana.

“Media sosial bak belantara hutan rimba. Nah, mereka mengoptimalkan media sosial guna merekrut jamaahnya. Jelas ini sebuah wake up call bagi bangsa kita,” jelas Irfaan.

BACA JUGA  Bendung Terorisme Lewat Moderasi Beragama pada Dunia Islam

Kata dia, semua elemen masyarakat mesti rapatkan barisan agar bisa menangkal paham intoleransi dan takfirisme. Salah satunya, mengajak para santri atau pelajar agar bisa memanfaatkan pesan damai lewat media sosial.

Menurut dia, pesan damai ini penting untuk mengeratkan persatuan. Selain itu, menekan perilaku intolenrasi dan menerima Pancasila sebagai dasar bernegara yang tak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

“Konsep khilafah itu udah usang dimakan zaman. Pancasila adalah penanda negara modern yang mengakomodasi setiap elemen anak bangsa termasuk kalangan Islam,” tuturnya.

Dia bilang, tugas anak muda saat ini mampu merebut arena media sosial untuk kepentingan positif. Namun, mempraktikkan arena media sosial dengan bisa memenuhi pesan damai, pesan Islam rahmatan lil’alamin.

Sebelumnya, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan penyebaran paham radikal belakangan terjadi sangat cepat.

“Penyebarluasan paham ideologi intoleransi radikalisme yang mengarah kepada terorisme seperti menyebar luasnya virus Covid-19 yang begitu cepat,” kata Boy di Jakarta, Senin, 20 Juni 2022.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru