26.8 C
Jakarta

Jalur Gaza Kembali Diserang Israel

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Harakatuna.com. Ghaza – Kini Palestina kembali berkecamuk dengan serangan dari Isarael. Sebagaimana diberitakan bahwa Pesawat Israel menyerang Jalur Gaza pada Rabu (16/9/2020). Saksi mata melaporkan, sirine peringatan tembakan roket dari wilayah Palestina terdengar di Israel selatan.

Laporan para saksi menyatakan pangkalan pelatihan yang dijalankan oleh Hamas terkena serangan udara. Sedangkan pasukan militer Israel mengatakan sirine peringatan roket berbunyi di komunitas Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Namun, militer Israel tidak segera mengkonfirmasi serangan yang terjadi tersebut.

Seperti dikutip dari middleeastmonitor, beberapa jam sebelum serangan pesawat Israel, sebuah roket yang ditembakkan oleh warga Palestina dari Gaza menghantam kota pesisir Ashdod, di Israel. Peristiwa ini melukai dua orang.

Serangan-serangan tersebut terjadi pada saat yang sama Israel dan dua negara Teluk Arab, UEA dan Bahrain, menandatangani perjanjian di Washington, Amerika Serikat, untuk menjalin hubungan secara resmi.  Seremoni ini dihadiri oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta para menteri luar negeri Bahrain dan UEA.

Selain itu, ratusan warga Palestina menggelar aksi protes untuk menolak kesepakatan normalisasi hubungan antara UEA, Bahrain, dan Israel. Para pengunjuk rasa tetap mengenakan masker dan membawa spanduk bertuliskan, “Pengkhianatan”, “Tidak untuk normalisasi dengan penjajah”, dan “Perjanjian memalukan”.

Para demonstran juga menginjak-injak foto Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebelum dibakar.

Kesepakatan normalisasi Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel membuat warga Palestina merasa ditinggalkan oleh sekutu tradisional. Para pemimpin Palestina menghadapi seruan untuk merombak strategi agar mereka tidak termarjinalisasi oleh Israel.

Palestina telah lama mengandalkan dukungan dari negara-negara Arab agar mereka dapat membentuk negara merdeka dan terbebas dari blokade Israel. Pada 2002, negara-negara Teluk Arab membentuk Inisiatif Perdamaian Arab.

Gaza Kembali Diserang, Palestina Terus Cari Strategi Terbarunya

Inisiatif ini menyerukan hubungan normalisasi antara Israel dan negara-negara Arab lainnya dengan imbalan penarikan penuh Israel dari tanah yang diduduki dalam perang 1967, serta pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Kesepakatan Inisiatif Perdamaian Arab tidak pernah dilaksanakan karena Israel melanjutkan invasi dan perluasan permukiman di Tepi Barat.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan seremoni penandatanganan kesepakatan normalisasi antara UEA, Bahrain, dan Israel menjadi ‘hari yang kelam dalam sejarah negara-negara Arab’. Dia mengatakan Palestina mengancam akan keluar dari Liga Arab.

Para kritikus menyebut langkah Palestina untuk keluar dari Liga Arab dinilai terlambat. Terlebih, Presiden Mahmoud Abbas menghadapi kritik karena posisi Palestina semakin terisolasi.

“Ada sangat sedikit indikasi bahwa kepemimpinan (Palestina) sedang mempertimbangkan untuk melepaskan diri dari pendekatannya,” ujar seorang analis dari International Crisis Group, Tareq Baconi.

Baconi mengatakan strategi Palestina yakni meminta pertanggungjawaban Israel di pengadilan hukum internasional dan mencoba mematahkan dominasi Amerika Serikat (AS) atas proses perdamaian Israel-Palestina.

“Dukungan Arab dan Eropa dalam strategi itu sangat penting. Tetapi patut dipertanyakan apakah Palestina akan mampu mengamankan ke tingkat yang diperlukan untuk memastikan perdamaian yang adil,” kata Baconi.

Terlepas dari tanda-tanda pergeseran dukungan Arab, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat mengatakan strategi Palestina untuk menjadi negara yang merdeka tidak akan berubah. Termasuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota dan merebut kembali wilayah Tepi Barat dan Gaza yang diduduki oleh Israel.

“Untuk tetap pada dasar hukum internasional, legalitas internasional, untuk mencari perdamaian berdasarkan penghentian pendudukan Israel dan solusi dua negara, kita tidak dapat meninggalkannya,” ujar Erekat.

Meski mengakui kesulitan yang dihadapi oleh kepemimpinan Palestina di bawah pendudukan Israel, para analis mengatakan Abbas memang memiliki beberapa pilihan. Analis Gaza, Talal Okal, mengatakan institusi PLO perlu dibangun kembali untuk memperkuat hubungan antara Palestina dan para diaspora di luar negeri.

“Lebih dari enam juta diaspora Palestina dapat memengaruhi komunitas tempat mereka tinggal sehingga perjuangan Palestina memiliki tempat dalam agenda pemerintah di tempat tinggal para diaspora,” ujar Okal.

Pemerintahan Presiden Donald Trump tak pernah menyerah untuk membujuk Palestina agar membuka dialog dengan Israel. Pemerintah AS berharap Palestina sepakat membuka dialog melalui normalisasi hubungan UEA, Bahrain, dan Israel.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...