Islam, Hoax dan Tegaknya Pancasila


0
55 shares

Sebagai negara yang memiliki ideologi Pancasila, sudah seharusnya masyarakatnya menerepkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang mampu menghafal Pancasila dengan baik, tetapi sangat sedikit yang mampu mengamalkan nilai-nilainya. Seiring berkembangnya zaman, teknologi semakin berkembang pesat, menjadikan orang-orang melupakan Pancasila. Padahal, sesungguhnya mereka tau bahwa Pancasila adalah ideologi negara, tetapi mereka tidak menerapkannya dalam kehidupannya sehingga banyak sekali hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila. Sekarang dengan mudahnya berkomunikasi  hal yang sering bertentangan dengan Pancasila adalah penyebaran hoax.

Hoax adalah berita yang mengandung unsur kebohongan yang dengan sengaja disebarkan dengan motif tertentu. Dahulu  hoax digunakan untuk lelucon sekedar untuk hiburan. Akan tetapi sekarang hoax menyebar bagai virus yang sangat berbahaya. Hoax sering digunakan untuk menjatuhkan repotasi orang lain. Hal tersebut biasanya disebabkan karena rasa benci atau karena merasa tersaingi lalu menjatuhkan lawan dengan segala cara termasuk dengan menyebarkan berita yang tidak benar.

Semua orang memiliki potensi untuk menyebarkan berita hoax. Dari kalangan muda sampai dewasa bahkan yang berpendidikan maupun tidak berpendidikan. Orang dengan mudahnya menyampaikan berita bohong. Penyampaian berita bohong tersebut dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung, misalnya orang merumpi hal hal yang sebenarnya itu adalah kebohongan. Sedangkan secara tidak langsung, orang menyebarkan berita bohong melalui media sosial.

Hoax sangatlah berdampak buruk entah bagi diri sendiri, orang lain, bahkan negara.
Hoax bisa menjadi faktor perpecahan karena dengan adanya hoax bisa menimbulkan benci kemudian permusuhan. Selain itu, hoax juga dapat meneyebabkan orang tidak percaya lagi dengan berita padahal berita teresebut sebenarnya adalah berita yang benar dan penting. Dengan hoax juga, repotasi orang yang sebenarnya baik bisa menjadi hancur dalam sekejab.

Baca Juga:  Ramadhan dan Spirit Anti Radikalisme

Jika dikaitkan dengan Pancasila, hoax sudah pasti sangat bertentangan dengan nilai nilai Pancasila. Pertama, hoax bertentangan dengan sila pertama; Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam sila pertama, setiap individu pastilah memiliki kepercayaan kepada Tuhan. Dengan adanya ketuhanan, kita seharunya memiliki rasa takut jika berbuat salah. Hoax termasuk tindakan tidak terpuji kaarena berbohong dan mergikan.

Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Sebagai manusia kita tidak seharunya melakukan hal yang tidak pantas. Dengan menyebarkan berita hoax kita bisa menjatuhkan repotasi seseorang dan itu bukanlah keadilan. Sebagai manusia yang bermartabat sudah seharusnya tidak melakukan hal seperti itu.

Ketiga, persatuan Indonesia, dengan adanya hoax itu bisa menibulkan perpecahan. Padahal dalam sila ini mengajarkan kita untuk menjaga persatuan jangan melakukan hal-hal yang bisa menghancurkan persatuan.

Keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dengan adanya hoax sudah pasti bertentangan dengan sila tersebut.

Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengajarkan kita untuk bisa berlaku kepada kepada orang lain. Dengan menyebarkan berita hoax sama saja kita berlaku tidak adil dengan orang lain. Kemudian bagaimana tuntutan dalam Al-Qur’an dan Hadis terkait dengan hoax?

Dalam Al-Qur’an dan hadis menyampaikan menermia informasi yang tidak benar sangatlah tidak diperbolehkan. Dalam Q.S An-Nur ayat 15 Allah berfirman:

إذۡ تَلَقَّوۡنَهُۥ بِأَلۡسِنَتِكُمۡ وَتَقُولُونَ بِأَفۡوَاهِكُم مَّا لَيۡسَ لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞ وَتَحۡسَبُونَهُۥ هَيِّنٗا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٞ

Artinya: (ingatlah) diwaktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (Q.S: An-Nur/24:15)

Baca Juga:  Euforia Hari Santri Nasional

Melalui Q.S An-Nur ayat 15 tersebut, kita dapat mengetahui bahwa Allah sangat mengecam perilaku orang-orang yang menyampaikan informasi yang salah dan informasi yang dirinya sendiri tidak mengetahui detail informasinya.
Rosululloh juga menganjurkan umatnya agar berbicara sesuatu yang baik. Rasul sangat melarang umatnya berbicara yang buruk bahkan lebih baik diam.

مَنْ كان يُؤْمِنُ باالله وَلْيَوْمِالآخِرَفَلْيَقُلْ خَيْرً أَوْ لِيَصْمُت

Artinya:diriwayatkan dari abi hurairah berkata, Nabi bersabda  barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir  maka berkatalah yang baik atau diam saja.(H.R. Bukhori Muslim).

Menyikapi Hoax

Hoax sangatlah berbahaya bagi diri sendiri, orang lain maupun negara. Oleh karena itu, kita harus bersikap bijak terhadap hoax. Ada banyak cara untuk menyikapi hoax. Seperti halnya yang diterangkan dalam AL-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 6:

يَاٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan telitti agar kamutidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.”(Q.S. al-Hujurat/49:6).

Melalui Q.S Al-Hujurat ayat 6 ini Allah  menjelaskan bahwa ketika kita menerima suatu informasi, kita harus senantiasa berhati-hati dan kita tidak boleh langsung percaya begitu saja. Kita lihat terlebih dahulu siapa orang yang menyampaikan apakah terpercaya ataukah tidak.

Setelah itu, kita klarifikasi apakah informasi yang disampaikan itu benar atau salah. Metode tersebut juga dilakukan ketika meniliti hadis, dalam melakukan penulisan dan penyampaian hadis, tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Periwayat haruslah memnuhi syarat meriwayatkan  dan periwayat adalah orang yang terpercaya. Setelah itu matan yang disampaikan itu diteliti apakah sudah benar atau salah. Setelah semua dikatakan benar , baru hadis tersebut dapat dikatakan hadis yang shohih.

Baca Juga:  Manifestasi Zakat untuk Keadilan Sosial

Dari paparan tersebut, kita dapat mengambil pelajaran tidak seharusnya kita menyampaikan informasi yang salah. Sebagai masyarakat Indonesia kita harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan biarkan informasi yang salah dibiarkan merajalela.

Kita harus basmi semua kebohongan. Selain itu, sebagai umat Islam sudah seharusnya kita itu bertaqwa kepada Allah swt meninggalkan semua larangannya. Kita berbicalah yang baik-baik jangan meyebarkan informasi yang tidak benar. Ketika kita menerima infromasi lebih baik kita cari tau dahulu kebenenarannya.


Like it? Share with your friends!

0
55 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
2
Terkejut
Wow Wow
2
Wow
Bingung Bingung
1
Bingung
Marah Marah
1
Marah
Suka Suka
17
Suka
Risdahan