31 C
Jakarta
Array

Islam Satu-satunya Agama yang Benar (3)

Artikel Trending

Islam Satu-satunya Agama yang Benar (3)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Islam Satu-satunya Agama yang Benar (3)

Oleh: Prof. Dr. Muhammad Machasin, MA*
Kalau aku yakin agamaku benar dan agama lain boleh jadi benar, bagaimana ketika jelas-jelas ajaran agamaku bertentangan dengan ajaran agama lain itu? Misalnya, bagi Islam daging babi haram, sementara bagai agama lain tidak, mana yang benar? Demikian juga ketika Islam mengatakan Isa bukan Tuhan, sementara agama Kristen menyebutnya Tuhan Anak. Demikian juga ketika agamaku melarang minuman keras, sedangkan agama lain memperbolehkannya. Mana yang benar?
Daftar perbedaan-perbedaan ini bisa sangat panjang, karenanya tidak perlu dibuat di sini. Yang penting adalah bagaimana menyikapinya dalam kaitannya dengan kebenaran agama.

Kebenaran agama pada dasarnya didasarkan pada keyakinan pemeluknya. Dengan kata lain, setiap agama diyakini sebagai jalan yang benar. Akan tetapi kebenaran dapat dikatakan dari segi globalnya atau glondongannya.

Bagian-bagiannya, atau rincian dari jalan itu dapat dilihat atau diukur kebenarannya menurut sifatnya. Teologi, penjelasan rasional terhadap keyakinan agama, kebenarannya diukur dengan kesesuiannya dengan sumber ajaran (dalil naqliah dalam Islam) dan ketedasannya (masuk akal atau tidak). Ajaran moral diukur dengan efeknya pada peningkatan kebajikan pengamalnya dan penerimaan masyarakat. Pada bentuk global agama orang hanya menerima atau menolak, sedangkan pada bentuk parsialnya orang dapat berdialog atau berdebat mengenai kebenarannya.

*Penulis adalah Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, tinggal di Yogyakarta

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru