25.6 C
Jakarta

Islam Kaffah Adalah Model Islam Kelompok Radikal, Benarkah?

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanIslam Kaffah Adalah Model Islam Kelompok Radikal, Benarkah?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Mungkin di antara kita pernah mendengar istilah “Islam kaffah”. Apa sebenarnya “Islam kaffah” itu? Apakah “Islam kaffah” identik dengan model beragama yang keras (bila enggan berkata “radikal”) atau tidak?

Secara literal istilah “Islam kaffah” jelas bahasa Arab yang bermakna “totalitas dalam beragama”. Istilah “Islam kaffah” sebenarnya pelesetan sedikit dari frase “as-silm kaffah” yang diambil dari ayat Al-Qur’an.

Ayat yang merekam soal “Islam kaffah” adalah surah al-Baqarah ayat 208:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Pada ayat tersebut “Islam kaffah” dipahami sebagai pencapaian paripurna orang mukmin. Orang mukmin tidak bakal mencapai puncak kenikmatan dalam beragama jika masih terbelenggu dengan tipu daya setan.

Konsep ber-“Islam kaffah” meliputi beberapa tahapan: Pertama, beriman. Beriman adalah mengelola hati tidak mempercayai kemusyrikan (paganisme).

Beriman ini penting ditanamkan dalam diri seseorang agar ia menjadi pribadi yang shaleh (yang mampu meneladani sifat-sifat Allah). Salah satu sifat Allah yang menarik diteladani adalah ar-Rahim, Maha Penyayang.

Sifat Tuhan ini mengajarkan hamba-Nya menyayangi siapapun, termasuk saudara seagama, meski beda pemikiran. Sayangnya, sifat ar-Rahim tersebut mulai terlupakan akhir-akhir ini. Banyak orang merasa paling benar dan paling muslim.

BACA JUGA  Masa Depan MUI dalam Desakan Hastag #BubarkanMUI

Sikap ego dalam beragama (merasa paling muslim dan mengkafirkan orang lain) akan menghanguskan keimanan seseorang. Segala pahala yang telah diterima hangus tak tersisa. Ia akan menjadi orang yang paling merugi dalam beragama.

Kedua, mencegah diri mengikuti jejak setan. Di antara jejak setan yang harus diwaspadai adalah menghasut. Banyak orang yang mengikuti jejak setan sekarang dengan menghasut atau memprovokasi orang lain untuk melakukan keburukan.

Dari sekian motif penghasutan akhir-akhir ini yang perlu diwaspadai adalah isu perang antara Rusia dan Ukraina. Isu ini sudah mengglobal, sehingga tidak menutup kemungkinan kelompok radikal menebar jala di tengah kesempatan ini.

Biasanya kelompok radikal menyebut bahwa perang antara Rusia dan Ukraina adalah perang agama. Sehingga, kelompok picik ini menuding satu negera kafir dan ini yang harus dilawan. Sedang, satunya muslim dan ini yang harus dibela. Isu yang dimainkan kelompok radikal perlu diluruskan, bahwa motif perang Rusia dan Ukraina bukan soal agama melainkan soal politik.

Beberapa tahapan tersebut dapat mengantarkan seseorang menjadi muslim yang kaffah, yakni pemeluk agama yang totalitas dalam beriman (amar ma’ruf) dan mewaspadai tipu daya setan (nahi munkar). Amar ma’ruf mendorong seseorang menghidupkan bumi. Sedang, nahi munkar mencegah aksi-aksi teroris yang merusak bumi.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru