ISIS Kalah di Suriah, Waspadai Penyebaran Ideologinya di Indonesia


0
20 shares

Harakaruna.com. JakartaKelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah kalah. Meski begitu ideologi khilafah dan kekerasan yang selama ini diusung organisasi tersebut tetap harus diwaspadai.

Apalagi, ideologi itu sudah banyak menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Belum lagi para mantan anggota ISIS akan kembali ke negara asalnya.

“Mereka memasukkan gagasan khilafah yang didesain seperti itu dengan tujuan mengacak-acak Indonesia,” ujar Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Ali M. Abdillah dalam keterangannya, Selasa (2/4).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada November 2018 mengungkapkan sekitar 700 WNI tergabung menjadi pejuang ISIS. Sementara, berdasarkan data intelijen, ISIS memiliki sebanyak 31.500 pejuang asing, termasuk dari Indonesia.

Meski ISIS telah kalah di Suriah, lanjut Ali, ideologi mereka yang sudah terlanjur menyebar harus diwaspadai. Artinya, masyarakat awam yang menjadi sasaran penyebaran ideologi itu perlu kita pagari.

Terlebih di era media sosial (medsos) ini, ia menjelaskan bahwa counter yang baik adalah dengan mengimbangi gerakan dan langkah kelompok radikal dengan menetralisir isu-isu yang dilempar di medsos dan langsung direspons secara argumentatif.

“Kalau mereka menggunakan dasar Alquran dan hadits, maka kita juga harus melakukan itu. Kalau argumentasi sejarah, maka kita juga harus bisa menyampaikan itu. Kalau hanya argumentasi rasional, maka kita juga harus bisa memainkan argumentasi rasional itu,” jelasnya.

Menurutnya, kelompok mayoritas seperti Nahdlatul Ulama (NU), lembaga formal, nonformal dan organisasi kemasyarakatan harus bersama melakukan langkah strategis dalam dalam meng-counter gagasan khilafah. “Dari pusat sampai daerah, NU konsisten dengan perjuangan ini, termasuk badan otonomi dan lembaga-lembaga di bawahnya,” ungkap Ali.

Upaya lainnya, terang Ali, harus ada tindakan tegas kepada orang atau pihak yang terbukti mengusung khilafah di Indonesia seperti HTI yang telah dilarang oleh pemerintah. Artinya harus ada kerjasama dari pihak keamanan ketika ada gagasan atau ajaran yang tidak relevan agar dilakukan tindakan preventif.

Baca Juga:  Hadirilah, Peluncuran Buku Serial Khilafah HTI

Jebolan S3 UIN Syarif Hidayatullah ini mengungkapkan, sinergi dengan pihak keamanan sangat penting. Menurutnya, harus dilakukan semacam road show ke daerah-daerah untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda, baik mahasiswa dan masyarakat umum.

“Mereka harus diberikan ‘senjata’ untuk meng-counter di medsos berupa tulisan, meme, video pendek. Ini sangat bagus sekali. Setelah pikiran mereka kita isi dengan basic spiritual, lalu kemampuan teknik untuk meng-counter di medsos juga dilatih dengan teknik-teknik teknologi terbaru,” tandasnya.


Like it? Share with your friends!

0
20 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.