31.4 C
Jakarta

Ini Waktu Rasulullah Mengerjakan Sholat Malam

Artikel Trending

Asas-asas IslamIbadahIni Waktu Rasulullah Mengerjakan Sholat Malam
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Salah satu ibadah tambahan yang amat disukai oleh Allah adalah melakukan sholat malam atau qiyamul lail. Dalam Al-Quran disebutkan seseorang yang senantiasa menjalankan sholat malam akan diangkat oleh Allah kedalam derajat yang terpuji. Melakukan qiyamul lail mungkin susah bagi orang yang belum mendapatkan inayah dari Allah. Namun bagi yang sudah istikamah melaksananya, meninggalkannya merupakan sebuah kerugian. Sholat malam tentu dilakukan di malam hari dan setelah selesai melaksanakan sholat Isya. Dan berikut waktu Rasulullah melaksanakan qiyamul lail.

Perlu diketahui bahwa sholat malam merupakan sholat terbaik setelah sholat fardu. Dalam sebuah hadis, Rasulullah berfirman

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardu adalah shalat malam (HR Muslim)

Selain menjadi sholat terbaik setelah sholat fardu, qiyamul lail merupakan ciri-ciri orang saleh. Sholat malam juga merupakan amalan terbaik untuk menghindarkan dari maksiat dan melebur dosa

عَنْ بِلاَلٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ

Artinya: Dari Bilal, bahwasanya Rasulullah bersabda: Hendaklah kalian melakukan qiyamul lail karena hal tersebut merupakan kebiasaan para orang saleh sebelum kalian, karena qiyamul lail tersebut sebagai bentuk pendekatan (seorang hamba) kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, pelebur kesalahan dan sebagai penolak sakit dari jasad (HR Tirmidzi).

Waktu Rasulullah Melakukan Sholat Malam

Adapun waktu Rasulullah melaksanakan qiyamul lail adalah ketika ayam sudah mulai berkokok yang pertama dimalam hari

عَنْ مَسْرُوقٍ، قالَ: سَألْتُ عائِشَةَ عَنْ عَمَلِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقالَتْ: كانَ يُحِبُّ الدّائِمَ، قالَ: قُلْتُ: أيَّ حِينٍ كانَ يُصَلِّي؟ فَقالَتْ: كانَ إذا سَمِعَ الصّارِخَ، قامَ فَصَلّى

Artinya: “Dari Masruq,  ia berkata, aku bertanya kepada Aisyah tentang amalan Rasulullah, Aisyah menjawab: Dia (Nabi Suci) menyukai amalan yang terus dilakukan seseorang secara konsisten. Aku bertanya kepada Aisyah : Kapan beliau shalat (di malam hari)? Aisyah menjawab: Ketika mendengar ayam berkokok, beliau bangun dan melaksanakan shalat”. (HR. Muslim)

Menerangkan hadis ini, para ulama umumnya menyatakan bahwa waktu Rasulullah melakukan qiyamul lail adalah setelah pertengahan malam sampai waktu sahur

لأنه صلى الله عليه وسلم كان يتهجد بعد نصف الليل إلى السحر، ثم ينام

Artinya: “Sesungguhnya Nabi Muhammad tahajud setelah pertengahan malam hingga waktu sahur, kemudian beliau tidur”.

Demikianlah waktu Rasulullah dalam melakukan qiyamul lail. Oleh karenanya siapa saja yang hendak melakukan sholat malam, sholatlah di waktu-waktu yang Rasulullah melakukan sholat tersebut. Wallahu A’lam Bishowab

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru