25.4 C
Jakarta

Indonesia Tetap Dukung Palestina Merdeka

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Harakatuna.com. Jakarta — Indonesia menyatakan normalisasi hubungan yang terjalin antara Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain tidak akan mengubah posisi atas Palestina. Indonesia tetap menginginkan negara itu berdaulat sendiri dengan kemerdekaannya.

Juru bicara kementerian luar negeri, Teuku Faizasyah mengatakan penyelesaian masalah yang tengah dihadapi Palestina perlu menghormati hukum internasional.

“Bagi Indonesia penyelesaian Palestina perlu menghormati DK (Dewan Kehormatan) PBB terkait, serta parameter yang disepakati secara internasional termasuk solusi dua tahap,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/9/2020) sebagaimana direleas CNN Internasional.

Faizasyah mengingatkan bahwa seluruh inisiatif perdamaian yang tengah terjadi di Timur Tengah untuk tidak mengganggu keputusan yang telah dibuat melalui Inisiatif Perdamaian Arab.

Selain itu kata dia, penyelesaian masalah UEA sebaiknya juga tidak mengganggu resolusi kerjasama lembaga-lembaga negara Islam terkait.

“Oleh karena itu sudah waktunya mempertimbangkan agar inisiatif dan kesepakatan itu diarahkan pada upaya nemulai proses multilateral yang kredibel,” ujarnya.

Faizasyah menyatakan Indonesia sendiri memahami intensi UEA dan Bahrain dalam melakukan penandatanganan normalisasi dengan Israel tersebut. Menurutnya, cara yang ditempuh UEA dan Bahrain “mengubah pendekatan untuk bernegosiasi dan menjadi pendekatan penyelesaian isu di Al-Aqsha.

Israel-UEA-Bahrain sepakat untuk menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan pada Selasa (15/9) di Gedung Putih, Amerika Serikat.

Kesepakatan itu disebut sangat bersejarah. Pasalnya negara-negara di Timur Tengah selama ini diketahui menolak hubungan diplomatik denhan Israel demi membela Palestina.

Israel Eksploitasi Normalisasi Demi Dominasi Al-Aqsa di Palestina

Sebelum Bahrain dan UEA diketahui Israel telah berdamai dengan tigaa negara Timur Tengah lain yakni Turki pada 7 Januari 1950, Mesir pad 26 Maret 1979 dan Yordania Barat pada 26 Oktober 1994.

Usai kesepakatan itu terjadi, PBB pun buka suara dan menyebut bahwa momen ini adalah saat yang tepat antara Israel dan Palestina untuk melanjutkan perundingan.

“Aneksasi telah ditangguhkan, dan kami yakin inilah saat yang penting bagi Palestina dan Israel untuk memulai kembali dialog mereka guna menemukan solusi politik yang sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan,” kata Sekjen PBB, Antonio Guterres dilansir Associated Press, Kamis (17/9/2020).

Perjanjian itu sendiri mengakibatkan penangguhan rencana aneksasi Israel atas wilayah yang diinginkan oleh Palestina di masa depan.

Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen dan Ketua PC Ansor Pidie Jaya, Aceh.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...