27.7 C
Jakarta

Indonesia Darurat Ceramah Radikal

Artikel Trending

EditorialIndonesia Darurat Ceramah Radikal
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Ditolaknya Ustaz Abdul Somad (UAS) di berbagai negara karena ceramah-ceramah radikalnya adalah bukti bahwa Indonesia darurat ceramah bermuatan radikalisme. Indonesia semacam terkerangkeng dalam atap yang basah bernama radikalisme.

Bobot ceramah radikalisme dipantau dari penjuru negara. Indonesia menjadi salah satu semaian radikalisme paling mengerikan. Dan apa yang terjadi pada UAS hanya secuil daripada golongan ustaz yang memproduksi ceramah-ceramah radikal.

Jika demikian, apa yang perlu dipikirkan secara menyeluruh? Apa yang perlu dibenahi keagamaan di Indonesia, utamanya pada penceramah? Apa yang perlu ditindak tegas dalam waktu dekat mengenai konten-konten keislaman?

Rasanya konten-konten ceramah keislaman radikal yang paling urgen “dikondisikan” di Indonesia. Mengapa? Karena dengan konten ceramah radikal itu, yang bisa memotivasi orang untuk melakukan tindakan kekerasan seperti teror dan bom bunuh diri.

Seseorang kadangkala semacam mendapat legitamasi dari ceramah ustaz yang mereka anggap mumpuni. Mereka seakan mendapat restu dari ustaz tersebut. Hingga akhirnya mereka meyakinkan diri untuk terus terlibat aktif dalam aktivitas teror.

Ada sekian banyak orang yang telah terbukti melakukan aksi teror karena konten dan ceramah radikal. Jika itu terus terjadi lagi, maka sesungguhnya konten radikal menjadi kunci untuk menjadikan orang menjadi teroris. Dengan demikian, maka konten dan ceramah radikallah yang harus negara “bereskan” terlebih dahulu.

Jangan sampai kita menganggap konten radikal semacam bacaan semata. Jangan sampai kita menganggap bahwa ceramah radikal hanyalah suara-suara yang tak berenergi. Bisa jadi, keteledoran menjadi monster tak terampunkan, jika kita membiarkannya. Ingat, teroris berjaya di beberapa negara seperti Afghanistan, Irak, dan lainnya, karena mengabaikan sesuatu yang kecil padahal mengancam.

UAS telah memberikan bukti kepada kita betapa ceramah-ceramah radikal sangat mengancam dan memalukan. Mengancam karena bisa memberikan angin segar pada laku terorisme. Memalukan karena ia telah membuat Indonesia tercoreng merah dalam kancah dunia internasional.

Tak ada dunia internasional yang gegabah dalam menentukan kebijakan. Tidak ada pula negara internasional yang mau negara hancur lantak gegara ustaz dan penceramah radikal. Front Persaudaraan Islam (FPI) yang menganggap Singapura termakan narasi islamofobia yang gencar disampaikan buzzer pro pemerintah Indonesia dalam mengidentifikasi profil Ustaz Abdul Somad adalah klaim ngawur.

BACA JUGA  Menyelamatkan Keutuhan Indonesia

Buktinya, UAS memang sudah ditolak di berbagai negara. UAS memang terbukti telah menyebarkan paham ekstremisme dan merendahkan penganut agama lain. UAS telah mengucapkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai jalan ‘syahid. UAS juga sering mengkafirkan ajaran agama lain dan menyebut salib Kristen rumah jin kafir.

Narasi islamophobia adalah narasi yang sengaja diproduksi oleh FPI untuk menyulut perpecahan dan kebencian. FPI hari ini ia begitu benci karena organisasi lamanya (Front Pembela Islam) dibubarkan dan imam besarnya ditahan. Dan kita tahu bahwa hanya dengan cara itulah FPI dapat mencari celah untuk menjelekkan Indonesia.

Ceramah yang diproduksi UAS adalah ceramah yang “ditolak” oleh berbagai negara. Karena nilai-nilainya dan ajarannya seperti mengofirmasi bahwa terorisme adalah benar. Dan itu yang kini sedang mau diberantas oleh negara-negara sejahtera, tentram dan asik, seperti Singapura dan Indonesia.

Sayangnya ustaz yang memproduksi ceramah radikal berada di Indonesia. Kelahiran negara Indonesia. Itu artinya, Indonesia sebenarnya berada pada arena cengkraman ceramah radikal. Itu artinya Indonesia terpenjara oleh ceramah ekstremisme. Dan sayangnya, ustaz tersebut diberi keleluasaan dalam bercemah dan memproduksi serta menyebarkan ajaran ekstremnya di Indonesia, bahkan pada masyarakat paling bawah.

Sungguh itu menjadi pekerjaan besar sekaligus tantangan yang harus cepat diselesaikan Indonesia. Seperti Rizieq Shihab, UAS adalah penceramah yang banyak pemujanya. Jika tidak cepat diselesaikan, maka Indonesia selamanya akan mengalami kalabendu keagamaan yang terus menerus mengancam keutuhan Indonesia. Dan terus menerus tercoreng malu dalam aktivitas keagamaan di dunia internasional. Dan pembaca editorial Harakatuna pastilah menginginkan Indonesia tercerabut dari habitus ceramah-ceramah radikal, sebagaimana UAS. Kita semua berharap Indonesia cepat keluar dari kondisi darurat ceramah radikal.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru