33.6 C
Jakarta

Hukum Menyebarluaskan Hoax UU Omnibus Law

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Senin, 5 Oktober 2020 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancang Undang-Undang (RUU) Omnibus Law atau RUU Cipta Kerja yang penuh dengan kontroversi. Dengan pengesahan ini muncul demo dan protes besar-besaran dari seluruh buruh dan pekerja dari berbagai pelosok tanah air.

Tidak hanya para buruh dan pekerja saja, bahkan berbagai lapisan masyarakat seperti mahasiswa juga ikut turun kejalanan untuk memprotes pengesahan RUU ini. Dengan pengesahan tersebut, muncul berbagai macam pemberitaan mengenai RUU Ombibus Law ini. Yang mana pemberitaan itu tidak diketahui lagi mana berita yang benar dan mana berita yang bohong. Lantas bagaimanakah hukum menyebarluaskan hoax UU Omnibus Law ini…?.

Sebagian besar masyarakat memang memprotes pengesahan RUU Omnibus Law ini. Hal ini dikarenakan RUU ini menguntungkan pengusaha saja dan banyak merugikan para buruh dan pekerja. Dan ini memang membuat keprihatian bagi seluruh rakyat Indonesia. Memperjuangkan kedaulatan dan keadilan memang harus terus dilakukan. Dan tentu dengan melalui banyak cara seperti Judicial Review maupun demontrasi. Namun demikian apapun tujuannya menyebarkan berita hoax tentang Omnibus Law tidaklah dibenarkan.

Larangan Menyebarkanluaskan Hoax RUU Omnibus Law

Islam jelas melarang pemeluknya untuk menyebarkan berita dusta atau hoax. Allah sendiri membeci orang yang menyebarkan hoax. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad disebutkan

إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

Artinya: Sesungguhnya Allah membenci tiga hal pada kalian: menyebarkan kabar burung (katanya-katanya), pemborosan harta, dan banyak bertanya. [HR Al-Bukhari Nomor 1477].

Balasan kelak di akhirat bagi orang yang suka menyebarkan hoax juga amat pedih. ada beberapa hadis Nabi menggambarkan tentang siksa untuk para penyebar hoax, diantara yaitu

رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخَذَا بِيَدِي فَأَخْرَجَانِي إِلَى الْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ فَإِذَا رَجُلٌ جَالِسٌ وَرَجُلٌ قَائِمٌ بِيَدِهِ كَلُّوبٌ مِنْ حَدِيدٍ قَالَ بَعْضُ أَصْحَابِنَا عَنْ مُوسَى إِنَّهُ يُدْخِلُ ذَلِكَ الْكَلُّوبَ فِي شِدْقِهِ حَتَّى يَبْلُغَ قَفَاهُ ثُمَّ يَفْعَلُ بِشِدْقِهِ الْآخَرِ مِثْلَ ذَلِكَ وَيَلْتَئِمُ شِدْقُهُ هَذَا فَيَعُودُ فَيَصْنَعُ مِثْلَهُ

Artinya: Beliau SAW berkata, “Aku tadi malam mimpi tentang dua orang laki-laki yang mendatangiku kemudian keduanya memegang tanganku lalu membawaku ke negeri yang disucikan (al-muqaddasah), di sana terdapat seorang laki laki yang sedang berdiri dan yang satunya lagi duduk yang di tangannya memegang sebatang besi gancu. Besi gancu tersebut dimasukkan ke dalam satu sisi mulutnya hingga menembus tengkuknya. Kemudian dilakukan hal yang sama pada sisi mulut yang satunya lagi. Lalu dilepas dari mulutnya dan dimasukkan kembali dan begitu seterusnya. [HR Al Bukhari, hadits nomor 1297]

Dari kedua hadis ini jelas bahwa menyebarkan berita hoax apapun itu termasuk tentang pengesahan RUU Omnibus Law ini adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan oleh Islam.

Oleh karena Islam sangat menganjurkan bahkan mewajibkan pemeluknya untuk tabayaun atau klarifikasi terhadap berita yang didengar untuk menghindari menyebarkan berita hoax.

Dan dalam rangka menyikapi pengesahan RUU Omnibus Law ini umat Islam sebaiknya melakukan klarifikasi kepada pemerintah dan DPR. Setelah itu baru menentukan arah perjuangan selanjutnya. Baik itu melalui demonstrasi, Judicial Review atau perjuangan yang lainnya demi terwujudnya keadilan dan kedaulatan.

 

 

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

HRW Tuntut Arab Saudi Putuskan Status Muslim Uighur Ditahan

Harakatuna.com. New York – Human Rights Watch (HRW) telah meminta pihak berwenang Arab Saudi untuk “segera mengklarifikasi” status Muslim Uighur dari minoritas etnis Uighur...

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XI): Kurnia Widodo Korban Paham NII

Sebut saja saya Kurnia Widodo. Saya Lahir di Medan tahun 1974. Masa kecil saya dilalui seperti anak-anak pada biasanya. SMA saya awalnya ditempuh di...

Densus 88 Ringkus Teroris Pembuat Bom Taufik Bulaga

Harakatuna.com. Bandar Lampung - Polri buka suara soal penangkapan teroris Taufik Bulaga oleh Densus 88 Antiteror di Kampung Sribawono, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah....

Beginilah Hukum Shalat Sambil Memakai Sandal

Di zaman nabi dahulu, pelaksanaan shalat sambil menggunakan sandal lumrah terjadi. Pasalnya, masjid kala itu tidak berlantai ubin seperti masjid-masjid di zaman sekarang. Sehingga...

Waspadai Ideologi Radikal yang Disusupkan di Konten Medsos

Harakatuna.com. Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, meminta masyarakat mewaspadai penyebarluasan ideologi radikal terorisme yang banyak...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...